Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Ajakan Juan


__ADS_3

Orang sukses itu sikapnya ramah. Orang sukses itu tidak sombong. Orang sukses itu lebih memilih diam.


Itulah tanda bahwa orang sukses ilmunya tinggi. Setinggi apapun pendidikanmu, kalau sikapmu nol, maka kamu belum sukses. Orang berilmu itu lebih mementingkan sikap sebagai cerminan kepribadiannya.


~Ay Alvi~


Senyum Juan mengembang ketika membayangkan ide yang ada di dalam pikirannya itu akan terlaksana. Dengan langkah penuh percaya diri pemuda itu pun turun ke bawah untuk menemui yang lainnya di ruang makan.


"Mom, Dad, aku ingin mengajak Hara keluar," ucap Juan tiba-tiba saat memasuki ruang makan.


Mereka yang berada di sana pun terkejut tak terkecuali Hara, gadis itu sedikit curiga tentang ajakan Juan.


"Kenapa? Apa ada yang aneh dengan ucapanku?" tanya Juan ketika melihat semua mata memandang ke arahnya.


"Tentu aneh, ini waktunya makan malam tapi kau malah mau mengajak Hara keluar," sahut Zeline menatap adiknya dengan tatapan tak percaya.


"Tidak ada yang aneh, Aku memang akan mengajak si Cupu makan di luar," timpal Juan acuh.


"Si Cupu?" Ziga bertanya dengan sorot mata tegas kepada putra bungsunya tersebut, sementara Hara gadis yang di panggil cupu oleh Juan hanya dapat menundukkan kepalanya karena malu.


"Jaga bicaramu Juan!" tegas Ziga, pria itu tidak ingin anak-anaknya berkata tidak sopan kepada orang lain. Apalagi dengan sebutan yang mungkin dapat membuat orang lain tersinggung.


"Sorry Dad," sesal Juan, pemuda itu tidak akan berani untuk membantah sang ayah.


"Sebenarnya kau mau kemana?" tanya Via berusaha mencairkan ketegangan karena sepertinya Juan akan terkena dampak kemarahan suaminya.


"Karena Hara masih belum terlalu lama tinggal di New York, maka dari itu Aku ingin mengajaknya berkeliling kota malam ini," jelas Juan pada Via, pemuda itu mencoba mencari dukungan dari ibunya.


Via tampak berpikir sebentar, sebenarnya akan bagus jika Juan dan Hara dapat menghabiskan waktu bersama lebih cepat dari rencananya. Akan tetapi wanita itu juga sedikit khawatir karena keadaan kota New York saat ini yang terbilang tidak cukup aman untuk mereka yang berkeliaran di malam hari.


"Kami tidak hanya berdua Mom, ada beberapa teman kampus juga," ucap Juan seolah tahu apa yang menjadi keraguan ibunya.


"Tapi kau tahu keadaan kota saat ini tidak aman Ju," sela Aiden yang sedari tadi diam saja. Sebenarnya kakak lelaki Juan itu tidak banyak bicara, lelaki itu hanya bicara seperlunya saja.

__ADS_1


"Apa kau lupa bahwa aku seorang laki-laki Kak?!" tanya Juan tak senang karena Aiden sang kakak sepertinya meragukan kemampuannya.


Aiden mendesah, pria itu bukan tidak mempercayai kemampuan adik bungsunya tersebut, justru ia khawatir kalau Juan tidak dapat mengontrol emosinya ketika pemuda itu mendapatkan masalah.


"Sudah, bawa Hara jika ia setuju untuk ikut denganmu!" putus Via, wanita itu menyerahkan sepenuhnya pada gadis yang sejak tadi hanya berdiam diri dan menyimak perdebatan mereka.


Bagaimanapun juga yang berhak untuk memutuskan pergi atau tidak adalah gadis itu sendiri. Selama Hara bersedia tentu tidak ada seorang pun yang bisa memaksanya.


"Bagaimana Hara? Apa kau setuju untuk ikut dengan Juan?" tanya Via kepada gadis yang kini masih menundukkan kepalanya.


Hara mendongakkan kepalanya, gadis itu menatap orang-orang yang berada di ruang makan termasuk menatap Juan yang melihatnya dengan penuh pengharapan. Gadis itu terdiam dan tampak berpikir sejenak.


"Aku mau," jawab Hara pada akhirnya, melihat tatapan Juan yang penuh pengharapan membuat gadis itu tidak sampai hati untuk menolak ajakannya.


Juan sendiri bersorak dalam hatinya, pemuda itu berpikir akhirnya ia dapat mengikuti race walau harus melibatkan Hara. Sebenarnya pemuda itu tidak sepenuhnya berbohong, ia memang berniat untuk mengajak Hara mengenal dunia yang di gelutinya.


Karena Hara setuju untuk ikut dengan Juan, Via pun mengizinkan mereka untuk keluar.


Dengan catatan Juan harus menjaga keselamatannya dan juga gadis itu. Mengingat kondisi kota ini yang sedang tidak kondusif.


"Kita mau kemana?" tanya Hara sembari mengenakan helm yang di berikan oleh Juan.


"Makan malam," jawab Juan singkat, pemuda itu pun segera menyalakan motor miliknya.


Hara menatap Juan dengan perasaan canggung, gadis itu masih ragu-ragu untuk naik di belakang Juan.


"Ayo cepat!" ucap Juan ketika melihat Hara masih mematung di tempatnya.


"Nanti kita bisa ketinggalan race," tambah Juan.


Mendengar kata race membuat gadis itu antusias dengan bersemangat Hara pun naik di belakang Juan. Si merah milik Juan pun melaju dengan cepat.


"Pegang yang erat!" teriak Juan ketika mereka telah melintasi jalanan padat kota New York.

__ADS_1


"Apa?" tanya Hara, gadis itu tak terlalu mendengar apa yang di ucapkan Juan karena suara deru motor dan juga keramaian kota.


Juan tak mengulangi pertanyaannya karena merasa percuma Hara tidak akan dapat mendengar dengan jelas. Pemuda itu meraih tangan Hara kemudian melingkarkan tangan gadis itu di pinggangnya.


Hara terkejut, gadis itu berupaya menarik tangannya dari pinggang Juan, akan tetapi di tahan oleh pemuda itu. Juan melajukan motornya lebih cepat sehingga membuat Hara harus memeluk erat tubuh Juan agar tidak terjatuh.


Juan tersenyum melihat tangan Hara yang kini melingkar sempurna di pinggangnya. Dengan tubuh yang saling menempel ketat membuat Juan dapat menghirup aroma tubuh Hara dan pemuda itu sangat menyukainya.


Sementara itu, Emily kekasih baru Juan telah tiba di tempat race terlebih dahulu. Gadis itu memang sengaja datang lebih awal untuk memberikan dukungan semangat pada Juan sang kekasih yang akan mengikuti lomba malam ini.


"Mana Juan?" tanya Emily pada Farrel sahabat baik Juan yang telah berada di tempat yang sama dengannya.


Farrel mengendikkan bahu menjawab pertanyaan gadis itu. Mereka memang saling mengenal walau tidak terlalu akrab. Emily telah beberapa kali datang ke tempat race untuk memberikan dukungan pada Juan bahkan jauh sebelum gadis itu resmi menjadi kekasih Juan.


Emily tampak kesal dengan sikap Farrel yang mengacuhkannya. Gadis itu akhirnya hanya bisa menunggu kedatangan Juan dengan duduk manis di dalam mobil yang di bawanya.


Juan mengajak Hara untuk makan di sebuah restauran yang terletak di pinggir jalan. Pemuda itu ingin menepati janjinya untuk mengajak Hara makan malam sebelum ia membawa gadis itu ke tempat race.


Sejujurnya Hara sedikit terkejut dengan pilihan tempat Juan untuk makan malam. Walau ia sendiri tidak keberatan, namun rasanya aneh bagi Hara seorang pemuda tampan dan berasal dari keluarga kaya mau makan makanan pinggir jalan.


Tapi gadis itu tetap menurut, ia turun dari motor kemudian mengikuti langkah Juan yang telah terlebih dahulu masuk dan memilih menu yang akan dia pesan.


******


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU, Ay juga mau ucapkan terimakasih untuk yang sudah memberikan like, coment dan juga votenya.


Jangan lupa untuk mampir di karya Ay yang lainnya.


•AKU MENCINTAIMU


•AKU MENCINTAIMU 2


•TAKDIR CINTA

__ADS_1


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘😘


__ADS_2