
Banyak orang yang tidak bertindak karena takut gagal, padahal tidak bertindak adalah kegagalan yang jelas sudah terjadi.
~Ay Alvi~
"Aku tidak ingin kau dekat dengan seorang pria," tambah Juan mengucapkan apa yang menjadi syarat dalam hubungan mereka.
Hara membelalakkan matanya, ia tidak percaya syarat itu yang di ajukan oleh Juan. Lagipula selama ini hanya Jodi yang dekat dengannya, jadi mengapa Juan harus mengajukan syarat seperti itu.
Melihat Hara yang terdiam tak menjawab membuat Juan menjadi tidak sabar, pemuda itu dengan segera meraih dagu Hara dan mencium bibir gadis yang masih termangu seakan tidak sadar.
Hara yang terkejut tidak merespon ciuman Juan, bahkan gadis itu mendorong kuat tubuh pemuda yang di hadapannya sehingga membuat Juan terjatuh di lantai.
"Hei, mengapa kau mendorongku!" protes Juan kesal karena pemuda itu terjerembab di lantai.
"Kau yang salah mengapa kau menciumku!" Hara juga memprotes tindakan Juan yang menciumnya secara tiba-tiba. Pemuda itu bahkan tidak memikirkan perasaan Hara.
"Kau kan kekasihku wajar saja jika aku menciummu," sahut Juan tak mau kalah, ia masih terus menggunakan status kekasih sebagai alasan atas perbuatannya pada gadis itu.
Hara memutar bola matanya malas, gadis itu tidak mengerti cara berpikir Juan. Mereka hanyalah kekasih pura-pura, jadi untuk apa Juan menggunakan alasan tersebut untuk menciumnya dan itu cukup membuat Hara naik darah dan merasa kesal kepada pemuda tersebut.
__ADS_1
Mungkin jika Juan memang memiliki perasaan yang sama dengan dirinya, Hara pasti akan merasa senang pemuda itu menciumnya, tapi mereka hanyalah kekasih pura-pura jadi hal itu tidak termasuk dalam perjanjian dan Hara juga tidak ingin di manfaatkan oleh pemuda itu.
"Apa kau lupa kalau kita hanya kekasih pura-pura Tuan Juan Dinhara Pratama," tegas Hara, gadis itu sengaja menekankan pengucapan kata pura-pura pada kalimat yang di ucapkannya kepada Juan.
Juan hanya dapat menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar ucapan Hara. Gadis itu mengatakan yang sebenarnya, mereka hanyalah pasangan pura-pura jadi untuk apa Juan merasa cemburu atas kedekatan Hara dengan dokter William sehingga pemuda itu nekat mencium Hara yang akhirnya membuat gadis itu marah.
"Aku rasa kita perlu memperjelas peraturan untuk menjadi pasangan pura-pura ini," ucap Hara membuat Juan menautkan kedua alisnya karena merasa heran dengan ucapan gadis yang ada di hadapannya tersebut.
"Dan harus tertulis di atas kertas juga harus ada hukuman jika ada salah satu dari kita yang melanggar," tambah Hara, gadis itu tidak mau kecolongan seperti tadi. Ia juga harus melindungi hatinya agar tidak terlarut dalam permainan cinta Juan yang sudah terkena pandai menaklukkan hati wanita.
Juan tampak berpikir sebentar, pemuda itu juga merasa bahwa mereka memerlukan batasan sebagai kekasih pura-pura. Ia sendiri tidak mau hanyut dalam perasaan yang mungkin salah. Juan tidak menyukai Hara, ia hanya membutuhkan gadis itu untuk membuat Via ibunya merasa bahagia, itulah yang ada di dalam pikiran Juan.
Bahkan jika memungkinkan ia berniat untuk menikah dalam usia muda, andai saja Nikki mau jadi kekasihnya. Namun sayangnya, hingga saat ini ia belum sama sekali mendapat informasi tentang Nikki. Gadis itu seolah-olah adalah sebuah musibah yang datangnya tak pernah dapat di tebak.
Musibah bagi Juan karena gadis kecil itu ternyata bisa mengalahkannya. Juan yang selama ini tidak pernah terkalahkan merasa ia harus membalaskan dendam atas kekalahannya waktu itu dan jika mungkin ia ingin mendapatkan gadis itu sebagai kekasihnya.
"Baiklah, aku setuju, kau tuliskan apa yang menjadi syarat dan juga peraturanmu dan aku juga akan menuliskan apa yang menjadi syarat serta aturanku," sahut Juan menyanggupi apa yang di inginkan oleh Hara.
"Oke," jawab Hara setuju, gadis itu berpikir hal bagus jika mereka dapat mengetahui batas masing-masing sehingga tidak ada satupun dari keduanya yang akan merasa dirugikan.
__ADS_1
"Besok aku akan menyiapkan semuanya, malam ini aku lelah dan ingin istirahat." Juan berkata sembari merebahkan tubuhnya di atas sofa. Pemuda itu sangat kelelahan karena harus bolak-balik ke pulau dan juga rumah sakit.
Hara mengangguk, ia juga tidak ingin lagi berdebat dengan Juan. Yang ada di dalam pikiran gadis itu saat ini adalah bagaimana caranya agar bisa secepatnya keluar dari rumah sakit karena waktu balapan hanya tinggal beberapa hari ini.
Hara belum melakukan test pada kendaraannya yang akan ia gunakan untuk balapan nanti. Walaupun sebenarnya ia bisa saja meminta Jodi untuk melakukan hal tersebut, tapi untuk gadis itu akan lebih meyakinkan jika ia bisa melakukan uji coba untuk kendaraannya sendiri.
Sementara itu Juan telah masuk ke alam mimpinya, tak butuh waktu lama untuk pemuda itu terlelap. Mungkin karena tubuhnya lelah sehingga cepat sekali Juan telah terbuai di alam mimpi.
Hara hanya dapat menggelengkan kepala melihat Juan yang tertidur lelap di atas sofa. Tubuh jangkung pemuda itu tak dapat ditampung sepenuhnya di atas sofa. Hara pun turun dari tempat tidurnya kemudian membawa kursi yang tadi sempat di duduki oleh Juan dan memindahkan kaki pemuda itu ke atas kursi. Gadis itu juga menutupi tubuh sang kekasih pura-pura dengan selimut cadangan yang tersedia di kamar.
Melihat Juan yang tengah tertidur membuat Hara harus mengakui benar akan kebesaran Tuhan. Pemuda itu tercipta begitu sempurna, tak ada satu pun bagian dari tubuh Juan yang tidak sedap di pandang oleh mata, walau Hara sendiri belum melihat secara keseluruhan tubuh pemuda itu, tetapi gadis itu dapat membayangkannya.
Hara mengetuk sendiri kepalanya berusaha mengusir lamunan yang melibatkan Juan. Gadis itu tidak ingin terjebak dalam perasaannya yang seharusnya tidak pernah ada. Hara harus terus mengingatkan dirinya sendiri bahwa mereka hanyalah pasangan pura-pura.
Ia tidak ingin mengalami sakit hati, selama ini Hara belum pernah merasakan jatuh cinta pada seseorang, karena itu ia tidai tahu apa yang sebenarnya ia rasakan pada Juan. Apakah itu perasaan cinta? Atau hanya rasa suka dan kagum kepada pemuda berparas tampan tersebut.
Hara sendiri tidak dapat menjawab apa yang menjadi pertanyaan di hatinya.
Gadis itu menghela nafas kemudian Hara kembali merebahkan dirinya di atas ranjang. Ia mencoba memejamkan matanya dan memikirkan peraturan apa yang akan ia buat untuk Juan. Hara tidak ingin dirinya terlibat lebih jauh dalam kehidupan pribadi Juan karena ia juga tidak ingin Juan terlibat dengan masalah pribadinya yang mungkin akan bisa membuat Juan mengetahui identitas Hara yang sebenarnya.
__ADS_1