Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Donny marah


__ADS_3

Cinta itu tidak bisa dijelaskan seberapa besarnya, orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudera, bahkan langit. Namun tidak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika.


~Ay Alvi~


Setelah hampir satu jam perjalanan karena lalu lintas yang padat, akhirnya mobil yang Juan kendarai memasuki wilayah kediaman Pratama.


"Sebaiknya kau jelaskan padaku!" ucap Juan dengan nada tegas, matanya menatap lekat-lekat Hara.


"Lepaskan Juan!" pekik Hara kesal karena pemuda itu mencengkram tangannya begitu kuat, membuat Hara meringis kesakitan.


"Tidak akan aku lepaskan sebelum kau menjawab pertanyaanku!" ucap Juan tidak mau kalah, pemuda itu malah berpindah ke kursi belakang mendekati gadis yang kini mendengus kesal.


"Apa yang harus aku jelaskan?!" tanya Hara mencoba melepaskan diri dari Juan yang semakin marah karena gadis itu tidak merasa salah.


"Siapa kau sebenarnya Hara?!" tanya Juan tak sabar.


"A-Aku ..."


Kaca mobil di ketuk dari luar mengejutkan mereka berdua.


"Maaf Tuan kecil, Nona Hara telah di tunggu oleh Nyonya di dalam," lapor Jane membuat Juan dengan terpaksa melepaskan Hara.


Hara menghempaskan tangan Juan kemudian segera membuka pintu dan keluar dari mobil untuk menghindari pemuda itu.


"Terimakasih," ucap Hara kepada Jane yang telah menolongnya, jika tidak ada kepala pelayan tersebut mungkin ia akan terkurung lebih lama di dalam mobil bersama Juan.


"Silakan Nona," ucap Jane mempersilakan Hara masuk karena yang lainnya telah menunggu di ruang makan.


Juan mengikuti langkah mereka dari belakang sembari mengepalkan kedua tangannya. Pemuda itu masih merasa kesal karena hingga saat ini Hara belum mengatakan yang sebenarnya.


Seluruh keluarga Pratama telah berkumpul di ruang makan termasuk kedua kakak kembar Juan. Via memang memanggil mereka semua mengikuti makan malam yang sengaja ia adakan untuk menyambut kedatangan Donny.

__ADS_1


"Selamat datang kembali Tuan Syahputra!" sapa Ziga membuka kalimat menyambut kedatangan Donny di kediamannya. Selain Donny adalah kakak kelas Via istrinya, pria itu juga merupakan relasi bisnis Ziga. Mereka berdua bekerja sama dengan membangun beberapa rumah sakit di negara-negara kecil yang masih membutuhkan banyak bantuan di bidang kesehatan.


"Terimakasih Tuan Pratama, senang rasanya bisa kembali ke negara ini dan bertemu dengan kalian," jawab Donny jujur, pria itu memang merasa bahagia bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga Pratama yang selalu baik terhadap ia dan putrinya.


"Siakan di nikmati makan malamnya," ucap Via mempersilakan semuanya untuk menikmati hidangan yang telah ia suguhkan.


Mereka pun memulai makan malam dengan tenang. Sesekali Juan melirik ke arah Hara yang duduk tepat di sampingnya. Ia masih terus memperhatikan gadis itu tanpa Hara menyadarinya.


"Bagaimana jika Kakak menginap di sini, Hara juga baru keluar dari rumah sakit jadi dia masih membutuhkan banyak istirahat," ucap Via menawarkan Donny untuk bermalam di kediamannya.


"Rumah sakit?" tanya Donny kebingungan, pria itu memang belum mengetahui jika putrinya kemarin sempat terkena musibah.


"Kami atas nama keluarga Pratama minta maaf karena apa yang terjadi pada putri Anda merupakan kesalahan Juan," ucap Ziga merasa tidak enak hati kepada Donny karena putri satu-satunya pria tersebut harus mengalami kejadian seperti itu.


Donny menatap mereka kebingungan karena ia memang tidak mengetahui apa yang di maksud oleh Ziga. Pria itu menatap tajam ke arah Hara, menyiratkan pertanyaan yang ada di dalam pikirannya. Sementara itu Juan tidak berani membuka mulut, pemuda itu menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.


"Terimakasih atas tawarannya Via, tapi aku tidak ingin merepotkan kalian. Kami akan kembali ke apartemen sekarang," ucap Donny tidak ingin berlama-lama di kediaman Pratama karena ia harus bertanya tentang hal ini secara pribadi kepada putrinya.


"Kalau begitu biar Juan mengantarkan kalian," ucap Ziga tidak ingin menahan Donny karena ia tahu pria itu pasti merindukan putrinya.


"Tidak perlu Uncle, kami bisa naik taksi," tolak Hara karena ia tidak ingin kejadian tadi terulang kembali. Untuk saat ini gadis itu ingin menghindari Juan.


"Hara, ayahmu baru saja tiba tentu beliau merasa lelah. Jadi, kalian jangan menolak biar Juan yang mengantar hingga ke apartemen," tukas Via membantah penolakan Hara.


Akhirnya dengan terpaksa Donny pun menurut, ia membiarkan Juan mengantar mereka hingga ke apartemen. Lagipula memang ada yang ingin ia bicarakan juga dengan pemuda itu.


"Hara masuklah terlebih dahulu, Papi ingin bicara dengan Juan," ucap Donny ketika mereka telah tiba di depan apartemen.


Gadis itu menurut, ia pergi meninggalkan Juan berdua dengan sang ayah. Hara pamit kepada pemuda itu, namun di tanggapi dengan acuh oleh Juan karena pemuda itu masih merasa kesal dengan Hara.


"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi pada Hara?" tanya Donny menyelidik, ia ingin tahu apa yang sebenarnya menyebabkan putrinya masuk rumah sakit.

__ADS_1


"Maafkan aku Uncle," sesal Juan dengan kepala tertunduk.


"Uncle tidak butuh permintaan maafmu, Uncle butuh penjelasan darimu!" tegas Donny, jujur ia merasa kesal setelah mendengar putrinya terluka akibat perbuatan Juan.


"Aku mengajak Hara untuk keluar makan malam dan ...." Juan ragu untuk melanjutkan kalimatnya, ia takut Donny akan marah jika mengetahui Hara sempat di culik oleh Emily karena dirinya.


"Dan apa?!" yang mulai tak sabar karena penjelasan Juan terlalu berbelit-belit.


"Dan ... Hara di culik ketika aku sedang balapan, lalu ... ia tertembak ketika melindungi ku Uncle," jawab Juan jujur, ia berpikir akan lebih baik jika Donny mengetahui kejadian itu langsung darinya ketimbang dari orang lain.


"Balapan? Di culik? Di tembak?" tanya Donny tak percaya putri yang paling ia sayang harus mengalami hal seperti itu saat berdekatan dengan putra bungsu keluarga Pratama tersebut.


Juan mengangguk kemudian kembali menundukkan kepalanya, ia tahu Donny pasti akan marah jika mengetahui apa yang terjadi dengan Hara. Namun, ia tidak punya pilihan lain karena itu memang kenyataan yang terjadi. Juan tidak mau di bilang pengecut karena berbohong tentang apa yang menimpa Hara yang memang merupakan kesalahan darinya.


"Terimakasih atas penjelasan dan Uncle harap mulai saat ini jangan pernah dekati Hara!" tukas Donny dengan mengepalkan tangannya karena emosi mendengar penjelasan dari Juan. Andai saja pemuda itu bukan putra bungsu dari Via sahabatnya mungkin Donny sudah memukuli pemuda itu hingga babak belur.


"Tapi Uncle ...."


"Cukup!" potong Donny berteriak dengan keras, pria itu tidak ingin mendengar apa-apa lagi dari Juan.


"Pergilah sebelum Uncle berubah pikiran!" bentak Donny mengusir Juan dari hadapannya. Ia bahkan langsung berbalik berjalan masuk ke arah apartemen.


"Aku minta maaf Uncle, tapi aku mencintai Hara," teriak Juan tidak di tanggapi oleh ayah gadis itu.


*****


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.


Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya yang mau kasih tip boleh juga.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘?

__ADS_1


__ADS_2