
Terkadang orang-orang mengaku bersabar, padahal mereka sebenarnya menyerah pada suatu masalah tanpa berusaha untuk mencari jalan keluarnya.
~Ay Alvi~
"Kau sudah siap?" tanya Farrel kepada sahabat yang saat ini tengah asyik memandang Hara yang berada tidak jauh dengannya.
Juan mengangguk menjawab pertanyaan Farrel kemudian pemuda itu juga memberikan jempol dan mengedipkan sebelah matanya kepada Hara.
"Kau harus menang!" tukas Jodi yang tahu perjanjian Hara dengan Juan, pemuda itu tidak rela jika gadis yang di sukainya tersebut menjadi kekasih Juan.
Hara tersenyum menyambut ucapan Jodi, ia juga sangat berharap agar dapat mengalahkan pemuda itu. Hara tidak ingin menjadi kekasih Juan, setidaknya untuk saat ini. Gadis itu berharap seandainya mereka menjadi pasangan kekasih itu karena perasaan tulus dari masing-masing, bukan karena terpaksa apalagi karena taruhan yang mereka buat.
Hara membalas acungan jempol Juan, gadis itu kemudian menutup helmnya dan bersiap untuk mengikuti race.
1
2
3
Start race pun di mulai.
Untuk putaran pertama Juan masih berada di urutan kedua dan Hara berada di belakang pemuda itu dua urutan. Hara mencoba memacu lebih kencang motornya, gadis itu bisa menyalip pembalap di depannya sehingga kini ia berada di posisi ketiga tepat di belakang Juan.
Namun, jarang keduanya cukup jauh. Hara menambah kecepatan motor yang di kendarainya. Gadis itu tidak mau kalah dari Juan yang berarti ia harus takluk sebagai kekasih pemuda itu.
__ADS_1
Juan pun tidak ingin mengendorkan kecepatannya, pemuda itu masih ingin menjadi yang pertama. Di beberapa tikungan ia hampir saja dapat menyalip pembalap yang ada di depannya. Namun, sang pembalap ternyata lebih mahir. Ia dapat menghindar bahkan memperlebar jarak mereka.
Di posisi ketiga, Hara masih terus berusaha untuk menyalip Juan. Sudah lima putaran yang mereka lalui dari 27 putaran lomba. Gadis itu berusaha agar tidak kalah dari Juan. Walau bukan juara pertama asal bisa lebih unggul dari pemuda itu sudah cukup membuat Hara bernafas dengan lega.
Di posisi pertama masih di tempati oleh orang yang tidak di kenal oleh Juan. Ia tidak sempat melihat wajah si pemilik nomor 10 itu. Namun, menurut perkiraan pemuda itu, si peringkat pertama pastikan salah satu dari pembalap besar. Dengan melihat ketrampilan dan kemahirannya dalam mengendalikan motor di atas aspal, Juan dapat menebak jika pemilik nomor tersebut bukanlah orang sembarangan.
Sementara itu, di pulau tempat Emily di tahan. Gadis itu telah pulih kembali setelah kemarin sempat melakukan percobaan bunuh diri yang membuat pergelangan tangannya terluka. Saat ini Emily masih di kurung di dalam kamar atas perintah Juan. Sebuah kamar sempit yang setidaknya masih lebih baik daripadanya harus berada di dalam penjara bawah tanah seperti sebelumnya.
"Cepat habiskan makanmu!" perintah seorang anak buah Marco yang memang di tugaskan oleh Juan untuk menjaga Emily agar gadis itu tidak melarikan diri.
"Aku ingin bertemu Juan," sahut Emily tanpa menghiraukan makanan yang telah di sediakan oleh pria itu.
"Kau tidak berhak untuk bertemu dengan Tuan Kecil!" bentak pria itu dengan nada kasar.
"Tapi aku harus menemuinya," kukuh Emily meminta kepada pria itu agar mengizinkannya untuk bertemu dengan Juan.
Namun, bukannya menuruti perintah sang pria, Emily malah menangis terisak di hadapan penjaga tersebut. Gadis itu tersedu-sedu sembari memegangi dan membelai perutnya.
"Anakku hanya ingin bertemu dengan ayahnya," ucap Emily di sela-sela tangisnya. Gadis itu meratap di hadapan penjaga aagr di beri kesempatan untuk bertemu dengan Juan. Ia juga membelai lembut perut ratanya dan mengatakan kepada penjaga tersebut bahwa ada sebuah nyawa di sana.
"Apa maksudmu?!" tanya si penjaga tak percaya. Selama ini mereka mengenal Juan si Tuan kecil yang tidak pernah berbuat hal buruk. Walau pemuda itu terkenal sering bergonta-ganti pasangan, namun tak sekalipun Juan menyentuh para kekasihnya lebih dari pegang tangan.
"Apa kau masih tidak mengerti? Di dalam sini ada anak Juan dan ia ingin bertemu dengan ayahnya," jawab Emily dengan nada tinggi, gadis itu menunjuk perutnya dan bersikeras jika ada benih dari Juan yang tertanam di sana.
"Jangan berbicara sembarangan! Apa kau sudah bisa untuk hidup?!" tanya pria itu yang mulai tersulut amarahnya karena ia tidak mempercayai jika ada calon bayi milik Juan di dalam perut Emily.
__ADS_1
"Jika kau tidak percaya, kau boleh panggil Juan kesini dan tanyakan kepadanya!" ucap Emily berusaha menantang pria yang di tugaskan menjaganya tersebut.
Si pria terdiam, pikirannya mulai terpengaruh oleh kata-kata Emily. Ia pun segera keluar dari kamar dan mengunci kembali Emily di sana. Walau tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Emily, pria itu sedikit terpengaruh juga. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Juan untuk menanyakan tentang hal itu.
Di sirkuit tempat berlangsungnya race, persaingan terjadi amat ketat. Hara bahkan kini hampir mendekati Juan. Beberapa kali ia berhasil menyalip pemuda itu, namun Juan kembali dapat mengejar dan membalikkan keadaan.
Hingga putaran ke dua puluh posisi mereka masih tetap sama. Si pembalap nomor sepuluh masih di tempat pertama, Juan yang menggunakan nomor sembilan belas ada di posisi kedua sedangkan Hara yang memiliki nomor sembilan puluh sembilan berada di urutan ketiga.
Tujuh putaran lagi yang harus di lewati oleh mereka. Ketiganya terus berusaha untuk memperlebar jarak. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengendorkan laju motornya karena justru saat-saat seperti inilah yang paling menegangkan.
Di sisi lintasan race juga tidak kalah tegang. Jodi melihat persaingan Hara dan Juan dengan cemas. Pemuda itu mengetahui apa yang terjadi jika Hara kalah karena ia telah di ceritakan oleh Hara tentang tantangan yang di berikan oleh gadis itu kepada Juan.
Jodi tidak ingin hal itu terjadi, ia sungguh berharap agar Hara dapat memenangkan race kali ini, agar gadis itu tidak harus menjadi kekasih Juan yang berarti mengugurkan rencananya untuk mengungkapkan perasaannya kepada gadis itu. Pemuda yang merupakan sahabat baik Hara itu telah memutuskan untuk mengungkapkan apa yang di rasakan kepada Hara ketika race berakhir.
Untuk itu ia tidak ingin Juan yang lebih unggul karena itu dapat menghapus kesempatannya untuk menjadi kekasih Hara.
Tiga putaran lagi yang tersisa,. Hara kini merangsek maju mengejar ketertinggalannya dari Juan. Akhirnya di tikungan berikutnya gadis itu berhasil melewati Juan dan berada di urutan yang kedua.
Juan terkejut, ia tidak menyangka Hara dapat menyusul bahkan melewatinya, mengingat jarak di antara mereka cukup lebar. Pemuda itu pun kembali mempercepat laju motornya. Ia tidak ingin di kalahkan oleh Hara yang berarti akan gagal kesempatan pemuda itu untuk menjadikan Hara sebagai kekasihnya.
Hara semakin melaju ke depan, gadis itu hampir berhasil melewati pembalap di posisi pertama. Hanya tinggal satu putaran yang tersisa, ia masih berusaha untuk menjadi yang pertama dan ternyata usahanya tidak sia-sia. Gadis itu berhasil melewati si pembalap bernomor sepuluh tersebut, kini ia berada di posisi pertama.
Juan pun tidak mau kalah ia menyusul ketertinggalannya dan menempel ketat pembalap di urutan kedua. Hanya tinggal satu putaran lagi untuk mencapai garis finish. Pemuda itu tidak ingin kalah dari Hara.
Ia menambah kecepatan pada motornya dan berhasil melewati pembalap yang berada di urutan kedua. Tinggal beberapa tikungan lagi dan Juan harus mengejar Hara yang masih berada di posisi pertama.
__ADS_1
Jarak di antara mereka semakin dekat, Juan terus saja menempel ketat di belakang Hara. Gadis itu pun kembali menambahkan kecepatan laju motornya. Ia juga tidak ingin di kalahkan oleh Juan.