Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Tantangan Hara


__ADS_3

Pernahkah berjuang kemudian dipatahkan atau pernahkah menaruh harap kemudian di kecewakan. Bagaimana rasanya? Sakit. Tetaplah bersabar karena Tuhan tidak pernah tidur. Hidup kamu sudah diatur. Tetap berusaha dan berdoa dan yakin bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja.


~Ay Alvi~


"Aku tidak ingin berpura-pura lagi," ucap Juan membuat Hara mengernyitkan alisnya karena tidak mengerti apa maksud perkataan pemuda itu.


"Maksudmu?" tanya Hara, gadis itu ingin Juan memperjelas apa yang di inginkannya.


"Aku ingin kita menjadi kekasih sesungguhnya," jawab Juan dengan penuh keyakinan.


Hara tergelak mendengar ucapan Juan, ia tidak menyangka dengan jawaban pemuda itu. Selama ini Juan hanya menyukai gadis-gadis berparas cantik dan seksi, sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang cupu dan juga tidak seksi.


"Apa otakmu sudah terbalik?" tanya Hara di sela gelak tawanya.


"Ck." Juan berdecak kesal mendengar pertanyaan Hara apalagi mendengar gelak tawa gadis itu. Saat ini pemuda itu tengah serius membicarakan hubungan mereka, akan. tetapi Hara malah menanggapinya dengan tertawa santai.


"Kau ini! Aku serius Hara," ujar Juan berharap agar gadis itu menanggapi ucapannya dengan benar.


Hara terdiam, gadis itu nampak berpikir sebentar, "Apa yang membuatmu ingin kita menjadi pasangan yang sesungguhnya?" tanya Hara, gadis itu ingin mengetahui apa alasan di balik ucapan Juan.


Juan menarik nafas mendengar pertanyaan gadis itu, ia sendiri tidak tahu apa yang membuatnya ingin menjadikan Hara kekasih sesungguhnya. Yang ia tahu sekarang gadis itu adalah Nikki dan dia amat sangat mengagumi Nikki.


"Kau tidak bisa menjawab bukan?" tanya Hara sinis, ia tahu Juan hanya bermain-main dengannya dan gadis itu tidak ingin terbawa oleh permainan pemuda itu. Ia cukup mengenal Juan yang selalu bergonta-ganti pasangan dalam satu bulan. Hara tidak ingin masuk dalam salah satu koleksi pemuda itu.


"Aku ..."


"Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi akan aku tutup teleponnya," potong Hara sebelum Juan melanjutkan kalimatnya.


Juan terdiam, ia bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"Baiklah, selamat malam!" pamit Hara bersiap menutup teleponnya karena Juan tidak juga menjawab.


"Tunggu ...." tahan Juan membuat Hara terhenti menekan tombol berakhir pada ponselnya.


"Aku tahu kalau kau adalah Nikki," ucap Juan, pada akhirnya pemuda itu berterus terang bahwa ia telah mengetahui identitas Hara.


Hara menghela nafas panjang, gadis itu sudah menyadarinya jika Juan tidak mungkin menyukai dirinya sebagai Hara. Pemuda itu lebih menyukai dirinya dengan identitas Nikki.


"Lalu?" tanya Hara, ia mulai enggan meladeni Juan yang menurut gadis itu hanya menilai seorang wanita dari fisiknya saja.


"Sudah ku katakan kalau aku ingin kita menjadi kekasih sesungguhnya. Apa itu masih kurang jelas?" tanya Juan kesal karena Hara terus saja membolak-balik percakapan mereka.


"Kau pikir aku seperti gadis-gadismu yang lainnya," jawab Hara emosi, ia tidak ingin Juan memandang dirinya mudah untuk mengikuti keinginan pemuda itu.


"Bukan-bukan seperti itu," bantah Juan gugup, entah mengapa sepertinya sulit sekali mengungkapkan apa yang di rasakannya lewat telepon.


"Baiklah, jika kau ingin kita menjadi kekasih sesungguhnya aku memiliki satu syarat," ucap Hara.


"Kau sudah tahu kalau aku Nikki bukan?" tanya Hara kepada Juan, gadis itu ingin memastikan apakah Juan benar-benar telah mengetahui identitasnya.


"Iya," jawab Juan yakin. Pemuda itu memang sudah dapat memastikan jika Hara adalah Nikki yang selama ini ia cari.


"Kalahkan aku dalam kejuaraan nanti!" tantang Hara pada pemuda yang saat ini merespon dengan membelalakkan matanya.


"Jika kau berhasil mengalahkanku dalam race, maka aku bersedia untuk menjadi kekasihmu yang sesungguhnya," tambah Hara, ia menantang Juan untuk dapat mengalahkannya dalam kejuaraan yang akan dilangsungkan dua hari lagi.


"Baik, aku terima tantangan mu," jawab Juan, pemuda itu tidak ingin di remehkan oleh Hara. Walau kemarin ia sempat di kalahkan oleh gadis itu, tapi kali ini Juan yakin ia dapat memenangkan race nanti.


"Oke, aku tunggu!" sahut Hara yang kemudian segera memutuskan sambungan telepon mereka.

__ADS_1


Di kamarnya Juan kembali menatap layar ponselnya yang telah menghitam, sejujurnya pemuda itu masih tidak menyangka jika Hara adalah Nikki yang selama ini ia cari. Namun, dengan tantangan yang di berikan oleh gadis itu membuat Juan yakin sepenuhnya kalau Hara adalah Nikki. Akan tetapi, mengapa gadis itu menyembunyikan identitasnya selama ini.


Jika saja dari awal ia tahu kalau Hara adalah Nikki, tentu ia tidak perlu repot-repot mencari informasi tentang gadis itu. Ia pasti tidak akan meladeni Emily yang akhirnya malah mencelakakan Hara dan berujung dengan larangan ayah gadis itu kepada dirinya.


Juan baru teringat tentang Emily, sudah dua hari ini ia tidak mendapat kabar dari anak buahnya yang ia perintahkan untuk menjaga gadis itu. Pemuda itu pun menekan nomor anak buahnya yang berada di pulau untuk mengawasi Emily.


Di apartemen Hara, gadis itu merenungi kembali perkataannya. Ia merasa sungguh sangat bodoh karena berani memberikan tantangan kepada Juan. Walau kemarin ia dapat mengalahkan pemuda itu, namun ini adalah kejuaraan besar. Ia tidak yakin dapat mengulangi kesuksesan yang sama.


Huftt, harusnya aku tidak menantang Juan. Bagaimana jika ia bisa mengalahkanku, batin Hara.


Gadis itu merebahkan tubuhnya ke atas ranjang, ia sendiri belum yakin dapat mengikuti kejuaraan itu atau tidak. Sebenarnya Hara sangat ingin berpartisipasi dalam lomba tersebut hanya saja saat ini ada sang ayah di dekatnya, ia masih bingung bagaimana meminta izin kepada pria itu untuk pergi keluar kota. Apalagi kini sang ayah tengah marah kepadanya akibat kejadian yang menimpanya.


Hara tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi Donny jika mengetahui dirinya menyukai balap dan dunia otomotif. Lelaki itu pasti akan terkejut dan juga marah kepada Hara. Selama ini yang Donny tahu, Hara adalah gadis manis yang selalu bergelut dengan buku dan perpustakaan. Ia sama sekali tidak mengetahui hobi putrinya yang ekstrem tersebut.


Suara ketukan terdengar di pintu kamar Hara saat gadis itu tengah memikirkan cara untuk meminta izin kepada sang ayah.


"Boleh Papi masuk?" tanya Donny dari luar ruangan setelah mengetuk pintu kamar anak gadisnya itu.


"Masuklah Pi," jawab Hara membuka pintu lebar-lebar mempersilakan sang ayah masuk ke dalam kamarnya.


Donny masuk ke dalam kamar sang putri dan memilih duduk di kursi dekat meja belajar gadis itu.


"Duduklah! Ada yang ingin Papi bicarakan," ucap Donny meminta sang putri duduk di ranjang yang ada di hadapannya. Matanya menatap serius ke arah anak gadisnya.


Hara menjadi tegang melihat sang ayah ingin berbicara serius kepadanya.


*****


Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya yang mau kasih tip boleh juga.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2