
Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak dapat dilihat atau didengar, tetapi hanya bisa dirasakan dengan hati.
~Ay Alvi~
"Tentu saja aku perduli padamu," jawab Hara keceplosan, gadis itu segera menutup mulut dengan kedua tangannya berharap dapat menarik kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Mendengar jawaban Hara membuat hati Juan senang, pemuda itu segera menarik tubuh Hara ke dalam pelukannya.
"Sudah aku duga, kau pasti perduli padaku, kau pasti mencintaiku," ucap Juan penuh keyakinan membuat Hara menyesali apa yang baru saja di ucapkannya.
"Kau terlalu percaya diri," tukas Hara mendorong pelan tubuh Juan yang tak mau melepaskan pelukannya.
"Memang ada yang salah dengan itu?" tanya Juan menatap lekat-lekat gadis yang ada di hadapannya kini.
"Tentu salah karena aku tidak pernah mengatakan kalau aku mencintaimu," tandas gadis itu membulatkan matanya.
"Tapi kau perduli padaku," tutur Juan yang merasa kepedulian Hara adalah sebagai bentuk dari rasa cinta gadis itu kepadanya.
"Tentu saja aku perduli padamu karena aku yang membuat taruhan ini," jawab Hara merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada Juan sehingga menyebabkan pemuda itu celaka.
"Jadi ... kepedulianmu hanya karena aku mengalami kecelakaan akibat taruhan?" tanya Juan kecewa ternyata apa yang di pikirkannya sungguh berbeda.
"Ya," jawab Hara menundukkan kepalanya tidak berani menatap pemuda yang ada di hadapannya itu.
Maafkan aku Juan, aku telah berjanji pada Papi untuk menjauh darimu, batin Hara.
"Sekarang ayo minum obatnya!" titah Hara mencoba menutupi rasa sedihnya. Agar mendapatkan izin mengikuti race Hara telah berjanji kepada sang ayah untuk menjauhi Juan dan tidak lagi berhubungan dengan pemuda itu. Donny tidak ingin Hara mendapat pengaruh buruk setelah apa yang di alami anak gadisnya tersebut.
Juan menurut, pemuda itu meminum obat yang telah di siapkan oleh perawat tadi.
"Ada apa?" tanya Juan begitu melihat raut wajah Hara yang berubah menjadi sedih.
__ADS_1
"Tidak apa," jawab Hara mencoba tersenyum dan menyembunyikan apa yang di rasakannya.
"Benarkah?" tanya pemuda itu tak yakin jika Hara menjawab yang sebenarnya. Ia tahu ada yang di sembunyikan oleh gadis itu.
Hara mengangguk menjawab pertanyaan pemuda itu, namun tetap saja Juan tidak mudah percaya. Akan tetapi, ia tidak memaksa Hara dan membiarkan gadis itu bicara dengan sendirinya.
"Kau harus mengikuti apa yang di katakan oleh dokter," ujar Hara setelah selesai memberi obat kepada Juan, bagaimanapun juga ia memang perduli dengan pemuda itu.
"Aku ingin pulang!" ucap Juan, pemuda itu tidak ingin berada di rumah sakit terlalu lama.
"Tapi kau baru saja selesai operasi, paling tidak butuh waktu tiga bulan agar bisa sembuh," ujar Hara mencoba memberi pengertian kepada pemuda yang ada di hadapannya.
Juan membuang nafas kasar tiga bulan bukan waktu yang sebentar dan ia harus bertahan di rumah sakit dalam waktu selama itu sungguh membuat pemuda itu jenuh.
"Hara!" panggil Juan meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat.
"A-Ada apa?" tanya gadis itu gugup, jantung Hara berdebar kencang.
"Tidak bisakah kau beri aku kesempatan?" tanya Juan berharap gadis itu menerima cintanya.
"Aku sangat mencintaimu, aku harap kau mau menerima dan memberi kesempatan kepadaku," ucap Juan penuh harap. Ia mengecup punggung tangan gadis yang wajahnya kini memerah.
"Tolong beri aku kesempatan!" pinta Juan sekali lagi.
Hara terdiam, gadis itu kembali menundukkan kepalanya, andai ia belum berjanji dengan sang ayah mungkin ia akan menerima cinta Juan. Namun, janji yang telah ia buat dengan sang ayah menghalangi gadis itu untuk menerima pernyataan cinta Juan.
"Maaf, aku tidak bisa," jawab Hara pelan, pada akhirnya jawaban itulah yang keluar dari mulut gadis yang masih menundukkan kepalanya.
"Apa yang membuatmu tidak bisa?" tanya Juan menyelidik, ia yakin benar bahwa Hara juga menyukainya.
"A-Aku ...,"
__ADS_1
Sebelum Hara menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba pintu kamar Juan terbuka dari luar.
"Hara, bukankah kau sudah berjanji pada Papi?!" tukas Donny yang tiba-tiba datang ke rumah sakit untuk menjemput anak gadisnya.
"Iya Pi, tunggu sebentar," ucap Hara menarik tangannya yang masih di genggam oleh Juan.
"Apa kau sudah lupa perjanjian yang kau buat dengan Papi?" tanya Donny tak senang melihat kedekatan putrinya dengan Juan.
"Hara ingat Pi, tapi~"
"Tidak ada tapi Hara, ingat ucapanmu sendiri," tukas Donny menatap tajam ke arah putrinya.
"Aku yang bersalah Uncle, tidak ada hubungannya dengan Hara," ujar Juan mencoba membela gadis yang di cintainya tersebut.
Namun, Donny tidak menggubris kata-kata Juan, ia bahkan tidak melihat sedikit pun ke arah pemuda yang mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya.
Donny segera menarik tangan Hara dan bersiap membawa pergi gadis itu. Ia masih belum memaafkan Juan yang pernah membuat Hara berada dalam bahaya.
"Dan aku peringatkan sekali lagi kepadamu anak muda, Jauhi Hara!" tegas Donny tak memberi kesempatan Juan untuk menjawab. Pria itu menarik keras tangan Hara bahkan hingga mereka bertubrukan dengan Jodi dan Farrel yang baru saja akan memasuki kamar Juan.
Hara sendiri tidak dapat berbuat apa-apa selain menuruti perintah sang ayah. Gadis itu menatap Juan seakan memberi isyarat kepada pemuda itu agar dapat mengerti dan juga memaafkan sikap sang ayah yang begitu keras.
"Ahhh ...!!" teriak Juan, pemuda itu mengacak rambutnya frustasi karena baru kali ini ia mendapat penolakan dari orang tua gadis yang ia sukai.
Selama ini tidak ada yang menolak pemuda itu, bahkan hampir kebanyakan dari orang tua para gadis ingin menjodohkan putri mereka dengan Juan. Namun, kali ini sungguh berbeda, ayah kandung Hara tidak menyukai Juan bahkan melarang pemuda itu untuk mendekati anak gadisnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Farrel kepada Juan begitu Hara dan ayahnya telah meninggalkan kamar pemuda itu.
"Uncle Donny melarangku mendekati Hara," jawab Juan lesu, pemuda itu tak lagi bersemangat karena saat ini kesempatannya untuk mendapatkan Hara semakin kecil.
"Sabar kawan, aku tahu caranya agar ayah Hara dapat menyetujui hubungan kalian," ucap Farrel membuat Juan penasaran apa yang di pikirkan oleh sahabatnya itu.
__ADS_1
"Apa?" tanya Juan karena pemuda itu sangat ingin tahu bagaimana caranya menaklukkan hati Donny agar dapat menyetujui hubungannya dengan Hara.
Farrel pun berbisik di telinga sahabatnya. Mendengar apa yang di bisikkan oleh Juan membuat mata pemuda itu berbinar, ia pun mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh pemuda itu. Kemudian keduanya tertawa bersamaan.