Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Syarat dari Donny


__ADS_3

Jangan mudah menyerah dan putus asa karena perjalanan hidup tidak pernah semulus jalan tol. Selalu ada perjuangan yang harus dilakukan selama kita hidup. Tapi, teruslah percaya bahwa perjuangan tersebut akan membuahkan hasil dan semua perjuangan Anda akan terbayarkan.


~Ay Alvi~


"Boleh Papi masuk?" tanya Donny dari luar ruangan setelah mengetuk pintu kamar anak gadisnya itu.


"Masuklah Pi," jawab Hara membuka pintu lebar-lebar mempersilakan sang ayah masuk ke dalam kamarnya.


"Duduklah! Ada yang ingin Papi bicarakan," ucap Donny meminta sang putri duduk di ranjang yang ada di hadapannya. Matanya menatap serius ke arah anak gadisnya membuat Hara menjadi tegang.


"Apa maksudnya semua ini?!" tanya Donny setengah berteriak, pria itu melemparkan sebuah amplop coklat ke atas tempat tidur di mana Hara tengah duduk di sana.


Hara bergidik ngeri melihat kemarahan sang ayah. Secara perlahan di raihnya amplop coklat yang baru saja di lemparkan oleh Donny. Gadis itu dengan hati-hati membuka amplop dan melihat isinya. Mata Hara membelalak lebar saat melihat apa yang ada di dalam amplop tersebut.


"Bisa kau jelaskan pada Papi!" pinta Donny dengan nada yang masih meninggi. Pria itu meminta kejelasan pada Hara tentang photo-photo yang ada di dalam amplop besar tersebut.


"I-Ini ...." Hara tidak dapat melanjutkan kata-katanya, gadis itu takut akan kemarahan sang ayah.


"Jadi ... selama ini kau membohongi Papi?" tanya Donny kecewa kepada putri satu-satunya itu. Ia tidak menyangka bahwa Hara akan membohongi dirinya seperti ini. Selama ini Donny menganggap putrinya sebagai seorang yang penurut dan juga pendiam. Ia tidak tahu jika Hara memiliki hobi ekstrem seperti yang terlihat pada photo-photo tersebut.


"A-Aku ... maafkan aku Papi," lirih Hara, gadis menundukkan wajahnya tidak berani menatap sang ayah yang saat ini tengah marah.


Donny menghela nafas, ia sadar apa yang terjadi pada putrinya juga akibat kesalahannya sendiri. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat memberi perhatian kepada Hara. Sejak kematian ibunya, gadis itu selalu menjadi anak yang mandiri. Hara tidak pernah mengeluh walau terkadang Donny tidak punya waktu untuknya.


Mungkin hal ini lah yang membuat gadis itu menghabiskan banyak waktunya dengan mengikuti balap seperti hobi Donny ketika muda dulu sebelum ia menjadi seorang dokter.

__ADS_1


Donny mendekati putrinya yang kini tengah tertunduk tidak berani menatap dirinya. Ia membelai rambut Hara dengan penuh kasih sayang.


"Papi tidak akan marah, andai saja kau mau jujur tentang semuanya," ucap Donny lembut, pria itu menyadari bahwa yang dilakukan oleh putrinya bukanlah hal yang buruk. Mungkin memang sesuatu yang berbahaya, tapi setidaknya anak gadisnya itu tidak melakukan hal yang melanggar hukum.


"Benarkah?" tanya Hara mendongakkan kepalanya menatap sang ayah dengan tatapan tidak percaya.


Donny menganggukkan kepalanya, ia kembali membelai rambut Hara karena Donny sangat menyayangi putrinya tersebut. Sejak kematian istrinya, hanya Hara yang menemani hari-harinya. Ia memang memutuskan untuk tidak menikah lagi dan hanya menjaga putrinya seorang diri.


Hara memeluk sang ayah, ia sangat beruntung memiliki Donny. Seorang pria yang sangat pengertian kepada putrinya. Ayahnya itu selalu memberikan yang terbaik kepada Hara.


"Terimakasih Pi," ucap Hara tulus dan penuh rasa syukur.


"Papi, bolehkah aku ikut lomba?" tanya Hara berharap sang ayah mau memberikan izin kepadanya untuk mengikuti race.


"Ya, lusa akan di ada lomba di Texas," jawab Hara, gadis itu menatap sang ayah dengan tatapan memelas.


"Itu sangat berbahaya sayang," ucap Donny khawatir jika Hara mengikuti lomba berskala besar seperti itu.


"Tapi ... Aku bahkan sudah mendaftar Pi, bahkan aku dan Jodi telah menyiapkan semuanya," jelas Hara berusaha meyakinkan sang ayah agar dapat memberikan izinnya dengan mudah.


Donny menghela nafas, sifat Hara memang keras serupa dengan dirinya sewaktu muda dulu. Namun, ia tidak ingin anak gadisnya berada dalam bahaya.


"Papi ... please!" Hara memohon dengan sangat karena ini juga menyangkut kelangsungan hubunganannya dengan Juan.


Hara ingin memenangkan balapan tersebut, ia tidak ingin di kalahkan oleh Juan. Bukannya Hara tidak menyukai pemuda itu, bohong rasanya jika ia bilang tidak tertarik pada Juan. Hanya saja Hara tidak ingin terlihat mudah di taklukan oleh pemuda itu.

__ADS_1


Selama ini, para gadis selalu mengejar Juan dan berharap untuk menjadi kekasih pemuda itu walau hanya dalam jangka waktu satu bulan. Hara tidak ingin menjadi bagian dari koleksi Juan. Ia ingin Juan yang mengejar cintanya, apalagi seperti yang ia tahu jika Juan menyukai dirinya sebagai Nikki.


"Baiklah, Papi akan mengizinkan, tapi dengan satu syarat," ucap Donny dengan tidak rela ia harus mengizinkan Hara mengikuti balapan, namun dengan syarat yang telah ia tentukan.


Keesokan harinya, Hara bersiap menuju Texas dengan Jodi. Setelah semalam menyetujui apa yang menjadi syarat sang ayah, akhirnya gadis itu bisa berangkat dengan tenang. Bahkan Hara kini tidak lagi menyembunyikan identitasnya di hadapan sang ayah.


"Ingat pesan Papi!" ucap Donny kepada sang putri sebelum Hara berangkat menuju Texas dengan Jodi.


Hara mengangguk, saat ini gadis itu memiliki dua perjanjian yang harus ia tepati. Satu perjanjian dengan Juan dan satunya adalah perjanjian dengan Donny sang ayah. Untuk perjanjian dengan Juan, Hara berharap agar ia dapat memenangkan race agar tidak harus menjadi kekasih pemuda itu. Sedangkan untuk perjanjian dengan sang ayah, Hara harus bersiap untuk kembali ke Indonesia mengikuti jejak Donny yang akan membuka rumah sakit di negara kelahirannya tersebut.


Di bengkel Farrel, Juan juga tengah bersiap untuk berangkat menuju Texas. Pemuda itu dan sahabatnya telah menyiapkan segalanya agar dapat memenangkan race. Ada dua pesaing terberat Juan yang akan mengikuti race selain Hara. Namun, itu tidak di anggap penting untuk Juan. Ia hanya ingin memetik kemenangan atas Hara sesuai dengan perjanjian yang mereka buat.


Tantangan Hara menjadi motivasi tersendiri bagi Juan. Ia bertambah semangat ketika membayangkan bahwa Nikki adalah Hara gadis cupu yang selama ini berada dekat dengannya.


Menjelang malam, Hara dan juga Juan tiba di Texas. Mereka tidak bertemu karena panitia menyiapkan dua hotel yang berbeda untuk sekitar lima puluh pembalap yang akan mengikuti race. Juan pun tidak mencoba menghubungi Hara, pemuda itu ingin berkonsentrasi agar dapat memenangkan race keesokan harinya.


Pukul sembilan pagi waktu setempat, semua peserta race telah bersiap di posisinya masing-masing. Menurut pengundian sebelumnya Hara menempati posisi ke delapan sedangkan Juan berada di posisi lima.


"Kau sudah siap?" tanya Farrel kepada sahabat yang saat ini tengah asyik memandang Hara yang berada tidak jauh dengannya.


Juan mengangguk menjawab pertanyaan Farrel kemudian pemuda itu juga memberikan jempol dan mengedipkan sebelah matanya kepada Hara.


"Kau harus menang!" tukas Jodi yang tahu perjanjian Hara dengan Juan, pemuda itu tidak rela jika gadis yang di sukainya tersebut menjadi kekasih Juan.


Hara tersenyum menyambut ucapan Jodi, ia juga sangat berharap agar dapat mengalahkan pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2