Terjerat Cinta Si Cupu

Terjerat Cinta Si Cupu
Aku tak pantas


__ADS_3

Di kantor polisi Juan dan para asisten rumah tangga di kediaman Donny memberikan keterangan atas kejadian perampokan yang mereka alami. Khusus untuk Juan polisi juga menanyai alasan pemuda tersebut berada di tempat kejadian karena menurut penuturan para asisten yang menjadi korban mereka tidak mengenal sosok pria tampan yang tadi membantu putri dari majikannya tersebut.


Juan pun menjelaskan kronologi pria tersebut bisa berada di tempat itu. Dari awal ia menghubungi sang kekasih melalui saluran telepon hingga akhirnya video call yang mereka lakukan terputus tiba-tiba sehingga ia pun merasa khawatir. Dan ketika ia tidak berhasil menghubungi kekasihnya lagi pemuda itu pun bergegas meluncur ke kediaman gadis tersebut.


Pria berkebangsaan Amerika itu juga meminta bantuan dari pengacara kepercayaan ayahnya di negara ini untuk menangani kasus tersebut. Setelah hampir 3 jam Juan di berondong dengan serentetan pertanyaan akhirnya polisi pun menetapkan Juan sebagai saksi.


Dengan wajah sedikit lelah ia pun berjalan keluar dari ruang interogasi beserta dengan pengacara yang di tunjuk oleh sang ayah. Juan memang menceritakan kejadian yang di alami kekasihnya kepada tuan Ziga Pratama ketika dalam perjalan menuju kantor polisi. Ia butuh saran dan masukan dari sang ayah mengingat hal ini terjadi bukan di negara asalanya dimana ia bisa menggunakan kekuasaan yang di miliki sang ayah untuk menyelesaikan masalah ini.


"Mr. John hukuman apa yang akan di terima oleh para tersangka?" tanya Juan geram karena sejujurnya ia ingin menghukum para penjahat itu dengan tangannya sendiri apalagi pada bajingan yang telah berani menyentuh kekasihnya.


"Untuk perampokan para tersangka akan di kenai pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara," jawab Mr. John.


Sedangkan untuk tersangka yang melakukan tindakan pelecehan kepada Nona Hara akan di tuntut dengan pasal 281 dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan," tambah Mr. John dengan sedikit menyesal karena begitu ringannya hukuman tersebut. Namun, ia juga tidak dapat melakukan apa-apa karena itulah hukum yang berlaku di negara ini. Walaupun mengecewakan sang majikan Mr. John tetap harus menjelaskan masalah tersebut.


"Sial!! umpat Juan mengepalkan kedua tangannya. Ia ingin sekali menghabisi langsung pria kurang ajar tersebut setelah mendengar begitu ringannya hukuman yang akan bajingan itu terima.


Tidak, ia tidak dapat menyerah begitu. Juan akan memastikan orang tersebut akan menerima hukuman yang lebih dari apa yang di katakan oleh pengacaranya tersebut.

__ADS_1


Sementara itu polisi juga mendatangi Hara untuk mencatat kesaksian gadis itu sebagai korban. Namun, mereka tidak berhasil memperoleh keterangan dari gadis itu di karenakan Hara terus membisu tak memperdulikan dua orang petugas polisi yang mendatanginya.


Donny hanya dapat menghela nafas kemudian ia pun memberikan penjelasan kepada petugas tersebut tentang keadaan sang putri yang masih syok atas kejadian yang di alaminya.


"Baiklah Tuan, untuk saat ini kami permisi. Hanya saja kami berharap korban dapat segera memberikan keterangan karena ini sangat penting untuk menghukum para pelaku," ucap salah satu petugas polisi tersebut.


"Kami juga mendoakan semoga keadaan putri Tuan lekas membaik," tambah rekan polisi yang satunya.


"Terimakasih atas do'a dan juga pengertian dari bapak sekalian. Saya akan segera menghubungi pihak kepolisian begitu putri saya sudah dapat memberikan keterangan," jawab Donny kemudian menjabat tangan kedua petugas kepolisian itu.


Selang beberapa lama setelah kepergian kedua orang tersebut dokter Harry kembali memasuki ruang rawat Hara. Kali ini kedatangannya tidak sendiri, ia juga membawa dokter Fitri yang merupakan psikolog terbaik di rumah sakit itu.


"Bisa tolong tinggalkan kami berdua?" tanya dokter Fitri kepada Donny. Ia ingin berbicara empat mata dengan Hara dan berusaha mencoba menarik perhatian gadis itu dari dunia yang di ciptakannya sendiri.


Donny pun langsung mengangguk setuju, ia sangat berharap dokter wanita yang ada di hadapannya ini dapat menyembuhkan sang putri. "Hara, Papi pamit sebentar ya sayang. Papi akan membelikan makanan untukmu. Apa yang ingin kau makan sayang?" tanya Donny mencoba menarik perhatian putrinya yang kini tengah duduk bersandar di ranjang rumah sakit dengan tatapan kosong.


Akan tetapi lagi-lagi Donny harus menelan kekecewaan karena Hara tak menggubris perkataannya, bahkan gadis cantik itu sepenuhnya mengabaikan kehadiran semua orang di sisinya.

__ADS_1


Akhirnya Donny hanya dapat menghela nafas kemudian mencium lembut kening sang putri baru seelahnya beranjak pergi dari ruangan tersebut bersama dengan dokter Harry yang mengekorinya.


"Nona Hara," dokter Fitri memanggil dengan suara lembut sembari tangan mengelus pelan punggung gadis itu.


Tetap Hara mengabaikannya, namun dokter Fitri tidak menyerah. Ia membuka lembaran kertas kosong yang di bawanya kemudian dengan serius menggambar di sana. Dokter cantik itu membuat gambar tiga orang wanita yang tengah duduk sambil terikat tangan dan kedua kakinya. Selesai menggambar hal itu dokter Fitri segera merobek kertasnya kemudian meletakan diatas pangkuan Hara tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Lalu dokter cantik itu pun melanjutkan gambarnya yang kedua, kali ini ia menggambarkan seorang wanita yang tengah di panggul di atas seorang pria bertopeng. Dan dokter Fitri kembali meletakan gambar tersebut di hadapan Hara.


Gambar kedua berhasil menyita perhatian Hara, gadis itu mengernyit melihat gambar yang di lukis oleh wanita berjubah putih yang kini duduk di sampingnya. Hara menatap dokter Fitri yang kini tengah berfokus pada gambar ketiganya.


Di gambar ketiga tampak seorang pria yang tengah memukul pria bertopeng dengan membabi buta. Dan ada juga gambar seorang wanita yang tampak tengah meneteskan air matanya.


"Siapa kau?" tanya Hara menyelidik sebelum dokter Fitri merampungkan gambar yang ia buat. Hara bingung karena wanita yang ada di sampingnya ini tengah menggambarkan apa yang baru saja ia alami. Padahal ia sendiri belum menceritakan semua kejadian tersebut kepada siapapun. Hanya dirinya, sang pelaku dan juga kekasihnya Juan yang mengetahui hal tersebut.


Mengingat Juan, Hara pun meneteskan air matanya. Sejak ia sadar telah berada di rumah sakit belum sekalipun ia melihat keberadaan pemuda itu. Hatinya merasa pedih karena berpikiran mungkin Juan merasa jijik kepadanya yang telah di sentuh oleh pria lain.


Dokter Fitri yang melihat Hara menangis pun segera meraih tubuh gadis itu dan memeluknya. "Keluarkan kesedihanmu karena itu akan dapat mengurangi semua beban yang ada di hatimu," dokter Fitri berucap dengan lembut sembari membelai lembut punggung gadis yang tengah merasa rapuh itu.

__ADS_1


"Aku ... aku telah kotor, aku tidak pantas untuk Juan," ucap Hara di sela-sela tangisnya.


__ADS_2