
Tiga bulan sudah Juan menjalani proses penyembuhan akibat kecelakaan di sirkuit saat ia mengikuti kejuaraan dengan So Ah.
Pemuda itu kini sudah dapat berjalan seperti biasa. Namun, Ziga mencabut semua fasilitas yang selama ini di nikmati Juan akibat putra bungsunya itu membohonginya.
Via sebagai sang ibu pun tidak dapat berbuat apa-apa karena itu memang untuk mendisiplinkan Juan agar pemuda itu tidak lagi berbuat hal yang dapat membahayakan nyawanya.
"Mom, aku ingin melanjutkan kuliahku di Indonesia," ucap Juan ketika mereka berada di meja makan.
"Indonesia?" tanya Via tak yakin dengan apa yang di ucapkan oleh putra bungsunya tersebut.
"Apa kau ingin jauh dari pengawasan Daddy?!" tanya Ziga ketus. Hingga saat ini kepala keluarga Pratama itu masih belum dapat mempercayai Juan sepenuhnya.
Juan menunduk, tidak berani menjawab apa yang di tanyakan oleh Ziga. Pemuda itu tahu bahwa sang ayah masih menyimpan amarah atas perbuatanya tiga bulan yang lalu.
Kecelakaan besar yang menyebabkan kakinya patah itu telah membuat Ziga mengetahui apa yang menjadi hobi putra bungsunya tersebut. Apalagi saat itu Ziga juga tahu tentang taruhan yang di buat oleh Juan dan Hara, hal tersebut membuat tuan besar keluarga Pratama itu murka.
Di tambah lagi masalah Emily yang sempat mengaku tengah mengandung anak Juan semakin membuat kepercayaannya kepada putra bungsunya tersebut memudar.
__ADS_1
Via menyentuh lembut tangan suaminya, mencoba meredakan amarah Ziga setelah mendengar keinginan Juan untuk melanjutkan kuliah di Indonesia. Sejujurnya Via selama ini Via selalu membebaskan ketiga anaknya untuk memilih apapun yang mereka sukai. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tidak pernah melarang ataupun mendikte apa yang harus di lakukan oleh putra-putrinya karena Via menganggap ketiganya sudah besar.
"Sekarang kita makan dulu, hal ini kita bicarakan lagi nanti," putus Via tidak ingin ada perdebatan antara suami dan putranya di meja makan.
Keduanya pun mengikuti apa yang di katakan oleh Nyonya Pratama itu. Di dalam keluarga tersebut tidak ada yang berani membantah jika Via telah memberikan perintah termasuk suami dan ketiga anak-anaknya.
Jakarta, Indonesia
Hara merebahkan tubuhnya di sebuah ranjang besar di kediamannya yang mewah. Gadis itu telah kembali ke ibukota Indonesia sejak tiga bulan lalu. Ia juga memindahkan kuliahnya di salah satu universitas swasta terkenal di kota metropolitan itu.
"Hara, kau ada di dalam Nak?" tanya Donny dari luar pintu kamar gadis itu.
"Ada apa Pi?" tanya Hara mempersilakan sang ayah untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Lusa adalah ulang tahun Mami, kita pergi ke makam bersama," jawab Donny yang di balas dengan anggukan kepala gadis itu.
"Oh ya, kau ingat dokter William?" tanya Donny kepada anak gadisnya itu.
__ADS_1
"Dokter William yang pernah merawat luka ku dulu?" tanya Hara memastikan apakah William yang di maksud oleh sang ayah adalah William yang sama yang ia kenal juga sebagai pembalap.
"Ya, kau benar," jawab Donny.
"Ada apa memang dengannya?" tanya Hara cukup penasaran mengapa sang ayah menyebutkan nama William setelah hampir tiga bulan ia tidak mendengar nama itu.
"Mulai besok ia akan bekerja di rumah sakit," jawab Donny membuat Hara terkejut bukan kepalang.
William adalah dokter terkenal dengan segudang pencapaian yang di perolehnya. Lalu mengapa William datang ke Indonesia dan bekerja di rumah sakit kecil seperti milik ayah Hara.
.
.
.
...
__ADS_1
Hai jumpa lagi dengan Ay. Siapa hayoo yang udah kangen sama Juan dan siapa juga yang merindukan Hara. Ay minta maaf karena liburnya lama ya. Tapi mulai sekarang Ay bakal tiap hari up tapi itu juga kalau kalian mau vote. wkwkwk.
Salam sayang dari Ay buat Onty n Akak....