
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya orang yang baru saja menegur pasangan kekasih itu.
"Kami baru selesai makan Dad dan tengah menikmati pemandangan di sini," jawab Juan berusaha untuk bersikap santai walau ia sendiri takut jika sang ayah akan marah.
Ziga hanya menganggukkan kepalanya kemudian pandangannya beralih kepada seorang gadis yang kini tengah berada di sisi putra bungsunya tersebut.
"Apa kau tidak ingin menyapa Uncle cantik?" tanya Ziga kepada Hara yang saat ini tengah menundukkan wajahnya karena malu.
"Oh ... halo Uncle, " sapa Hara gugup, gadis itu tidak menyangka akan bertemu dengan ayah dari kekasihnya itu.
"Halo sayang," jawab Ziga, "Apa kau tidak ingin bertemu dengan ayahmu?" tanya Ziga membuat Hara dan Juan terkejut, mereka tidak menyangka jika ayah kandung Hara juga berada di tempat yang sama.
__ADS_1
"Apa Uncle Donny ada di sini juga?" tanya Juan yang terlebih dahulu sadar dari rasa terkejutnya.
"Ya, kami tengah membicarakan bisnis," jawab Ziga, " Ayo, sebaiknya kalian juga bergabung bersama kami!" ajak Ziga kepada Juan dan Hara.
Kedua orang tersebut saling berpandangan mendengar perkataan Tuan besar Pratama. Mereka ragu apakah akan menemui ayah Hara atau malah menghindarinya.
Sebenarnya bagi Juan tidak masalah untuk bertemu dengan Donny, hanya saja ia melihat wajah sang kekasih yang nampak sedikit ketakutan. Janjinya kepada sang ayah yang membuat gadis itu takut.
Juan menggenggam tangan sang kekasih mencoba memberi kekuatan kepada gadis yang di cintainya.
"Dad, bisakah kau tidak mengatakan kepada Uncle Donny bahwa kami berada di tempat ini," pinta Juan kepada sang ayah. Pemuda itu khawatir Donny akan marah. Bukan dirinya yang di khawatirkan namun sang kekasih lah yang di pikirkannya.
__ADS_1
Awalnya Ziga ingin menolak permintaan Juan, namun pada akhirnya pria itu mengangguk setuju, "Baiklah, kalau begitu Daddy akan kembali menemui Uncle Donny. Dan kalian sebaiknya cepat kembali ke rumah!" tukas Ziga, pria itu mengerti Juan pasti memiliki alasan sehingga mengajukan permintaan seperti itu.
Tuan besar Pratama itu pun melangkah pergi, namun sebelum meninggalkan keduanya ia menoleh dan berkata, " Daddy percaya kepadamu Juan, jadi tolong kau jaga kepercayaan Daddy!" tegas Ziga yang saat ini sudah dapat mempercayai putra bungsunya setelah apa yang di katakan oleh Donny sahabatnya.
Donny menceritakan tentang Juan yang membantu korban bencana alam. Bahkan pemuda itu tidak pulang selama dua hari demi membantu tugas tim paramedis yang bertugas di lapangan.
Dokter sekaligus pemilik rumah sakit itu juga membicarakan tentang hubungan putra-putri mereka. Sejujurnya bukan Donny membenci Juan, hanya saja ia tidak suka dengan kelakuan putra bungsu keluarga Pratama itu yang terkesan urakan dan juga membahayakan bagi keselamatan dirinya sendiri dan juga orang lain.
Sementara Ziga sendiri tidak mempermasalahkan hubungan keduanya. Selama mereka saling mencintai dan tidak melanggar norma hukum serta norma agama. Pria itu pun kembali ke restauran tempat Donny saat ini menunggunya. Ia menghampiri putranya tersebut setelah mendengar laporan dari anak buahnya bahwa Juan berada tidak jauh dari tempatnya berada.
Juan mengangguk, pemuda itu senang karena pada akhirnya sang ayah memberikan kepercayaan kembali. Ia berjanji dalam hatinya akan menjaga kepercayaan yang di berikan oleh sang ayah.
__ADS_1