
Bersedih dengan orang yang tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yang salah.
~Ay Alvi~
"Oke ... oke, aku pergi sekarang Tuan kecil yang terhormat," ucap Farrel mengangkat kedua tangan dan juga bahunya berbarengan.
Farrel pun segera pergi meninggalkan ruangan tersebut, ia tidak ingin berdebat dengan Juan karena sepertinya pemuda itu sedang mode tidak ingin di ganggu apalagi di bantah.
Farrel meninggalkan rumah sakit dan bergegas kembali ke sirkuit untuk menemui Hara. Pemuda itu berharap gadis itu masih berada di sana sehingga ia dapat meminta Hara untuk membujuk Juan yang saat ini tengah dalam keadaan marah akibat tantangan yang di ajukan oleh William.
"Hara tunggu!" seru Farrel ketika gadis itu hendak menaiki motornya dan meninggalkan sirkuit.
Hara meletakkan kembali helm yang baru saja akan di pakainya begitu mendengar ada seseorang yang memanggil namanya.
Gadis itu menoleh, lalu mengernyitkan alisnya ketika melihat Farrel yang memanggilnya.
"Ada apa?" tanya Hara heran mengapa tiba-tiba Farrel datang untuk menemuinya.
"Bisakah kau ke rumah sakit sekarang?" tanya Farrel,
"Untuk apa?" Hara balik bertanya kepada Farrel.
"Saat ini Juan tidak mau makan, bahkan ia tidak juga minum obat," jawab Farrel mencoba menjelaskan keadaan Juan kepada Hara agar gadis itu mengerti dan bersedia untuk ikut dengannya.
"Apa hubungannya denganku? Aku bukan seorang perawat!" jawab Hara acuh, ia memakai kembali helmnya dan bersiap untuk pergi meninggalkan sirkuit dan juga Farrel yang masih bingung bagaimana caranya untuk membujuk Hara agar mau membantunya untuk menghadapi Juan.
Farrel pun segera mengambil motornya dan dengan cepat mengejar Hara, bagaimana pun juga ia akan berusaha untuk membujuk gadis itu agar mau menemui Juan.
Farrel memberhentikan motornya di depan motor Hara menghalangi laju kendaraan gadis itu membuat Hara berhenti mendadak.
"Apa kau sudah gila?!" umpat Hara kesal karena Farrel memotong jalannya membuat gadis itu dengan terpaksa harus menghentikan motornya.
__ADS_1
Farrel segera menghampiri Hara dan mencengkeram lengan gadis itu membuat Hara terkejut dan segera menarik tangannya dari genggaman Farrel, namun tidak di hiraukan oleh pemuda itu.
"Apa mau mu?!" tanya Hara setengah berteriak karena ia merasa kesal dengan sahabat Juan tersebut.
"Kau harus ikut dengan ku!" ujar Farrel menarik tangan Hara membuat gadis itu dengan terpaksa turun dari motornya.
"Hei, apa yang kau inginkan?!" tanya Jodi yang melihat pemandangan tersebut, ia segera menarik sebelah tangan Hara yang lainnya membuat gadis itu berada di tengah-tengah dan semakin kesal dengan tingkah mereka berdua.
"Lepaskan kalian!" pekik Hara menghempaskan kedua tangan mereka dengan keras.
"Sebenarnya apa mau kalian?" Hara bertanya kepada keduanya, gadis itu menatap Farrel dan Jodi bergantian.
"Ikut denganku temui Juan, ia membutuhkanmu," jawab Farrel memberitahu maksudnya menghalangi Hara untuk pergi.
"Tidak bisa!" protes Jody tak senang.
"Dia sudah kalah taruhan jadi tidak berhak meminta Hara datang padanya," tukas Jodi menyatakan keberatannya apabila Hara pergi menemui Juan kembali.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Juan?" tanya Hara mulai penasaran dengan keadaan pemuda itu yang membuat Farrel rela mengejar dan memintanya untuk menemui Juan.
"Hingga saat ini Juan menolak untuk makan dan minum obatnya, bahkan ia memarahi perawat serta dokter yang memeriksa keadaannya," jawab Farrel menjelaskan panjang lebar apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
"Lalu apa hubungannya dengan Hara? Juan sudah kalah jadi tidak seharusnya ia meminta Hara untuk menemuinya," ujar Jodi tak senang. Pemuda itu tidak ingin Hara terus berada di dekat Juan yang dapat menggagalkan kesempatannya untuk menyatakan perasaan kepada gadis itu.
Jodi juga takut jika Hara akhirnya jatuh cinta pada Juan, mengingat pemuda itu selain tampan juga berasal dari keluarga kaya raya. Tak sebanding dengan dirinya yang hanya berasal dari kalangan biasa.
"Kalah atau tidak Juan juga tidak ada hubungannya denganmu! Jadi untuk apa kau sibuk?" tanya Farrel tak mengerti mengapa Jodi begitu bersikeras untuk menghalangi dirinya membawa Hara untuk menemui Juan.
Hara menghela nafas, gadis itu menggelengkan kepala melihat perdebatan mereka berdua. Entah mengapa ia merasa kedua pemuda itu meributkan tanpa bertanya tentang pendapat dirinya yang bersangkutan.
"Sudah! Kalian jangan ribut lagi," tukas Hara, beralih kembali ke motornya dan bersiap untuk pergi meninggalkan Farrel dan Jodi yang masih sama-sama bersikeras dengan pendapatnya.
__ADS_1
"Kau mau kemana?" tanya Farrel dan Jodi berbarengan keduanya terkejut karena Hara langsung memacu laju motornya tanpa menjawab pertanyaan keduanya.
Farrel pun bergegas menghidupkan kembali mesin motornya dan bersiap untuk mengejar Hara yang kini telah melesat jauh.
"Tunggu! Aku ikut!" ucap Jodi, pemuda itu bahkan langsung membonceng di belakang tanpa menunggu jawaban dari Farrel.
Farrel sendiri ingin menolak Jodi karena ia masih kesal dengan perdebatan mereka tadi, namun saat ini yang menjadi fokus utamanya adalah mengejar Hara yang semakin jauh meninggalkan mereka.
"Ini semua gara-gara kau!" tuduh Farrel berteriak dengan suara keras karena takut Jodi tidak mendengar apa yang di katakannya.
"Apa kau bilang? Jelas-jelas kau dan Juan temanmu itu yang salah," bantah Jodi tidak terima Farrel menyalahkannya.
Seketika itu juga Farrel menghentikan laju motornya, Ia tidak senang Jodi menyalahkannya.
"Mengapa berhenti? Cepat! Kita bisa kehilangan Hara," ucap Jodi terkejut karena tiba-tiba Farrel berhenti mengejar Hara yang kini entah berada di mana.
"Percuma, tidak akan terkejar lagi. Semua gara-gara kau!" tukas Farrel, ia menyalahkan Jodi yang membuat dirinya harus kehilangan jejak Hara.
Andai tadi Jodi tidak menghalanginya tentu ia telah berhasil membawa Hara untuk membujuk Juan. Ia tahu betul sifat sahabatnya itu, Juan akan kukuh pada pendiriannya. Pemuda itu akan sanggup untuk tidak makan jika ada hal yang tidak di sukainya.
Andai kondisi Juan tidak dalam keadaan sakit tentu Farrel tidak perlu khawatir seperti ini. Tapi, saat ini Juan sedang dalam masa penyembuhannya, sehingga pemuda itu harus makan dan juga minum obatnya.
Jodi terdiam mendengar jawaban Farrel, benar apa yang di katakan oleh pemuda itu bahwa mereka tidak mungkin lagi mengejar Hara. Gadis itu sangat mahir dalam berkendara sehingga ia yakin tidak akan dapat mengejar gadis itu karena jarak mereka terlalu jauh.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Jodi yang saat ini bingung tak tahu harus berbuat apa.
"Aku akan kembali ke rumah sakit," jawab Farrel.
"Sebaiknya kau pulang saja!" tambah pemuda itu.
"Aku ikut denganmu," ucap Jodi ingin ikut bersama Farrel untuk menemui Juan di rumah sakit.
__ADS_1