
Jadilah alasan seseorang tersenyum. Jadilah alasan mengapa seseorang merasa dicintai dan percaya pada kebaikan orang lain.
~Ay Alvi~
"Terimakasih atas penjelasan dan Uncle harap mulai saat ini jangan pernah dekati Hara!" tukas Donny dengan mengepalkan tangannya karena emosi mendengar penjelasan dari Juan. Andai saja pemuda itu bukan putra bungsu dari Via sahabatnya mungkin Donny sudah memukuli pemuda itu hingga babak belur.
"Tapi Uncle ...."
"Cukup!" potong Donny berteriak dengan keras, pria itu tidak ingin mendengar apa-apa lagi dari Juan.
"Pergilah sebelum Uncle berubah pikiran!" bentak Donny mengusir Juan dari hadapannya. Ia bahkan langsung berbalik berjalan masuk ke arah apartemen.
"Aku minta maaf Uncle, tapi aku mencintai Hara," teriak Juan tidak di tanggapi oleh ayah gadis itu.
"Uncle!" panggil Juan mencoba mengejar Donny yang melangkah cepat dan tidak mendengarkan dirinya. Namun, pemuda itu tidak menyerah. Juan tetap mengejar Donny bahkan hingga pria itu memasuki dan menutup pintu lift.
"Tolong beri aku kesempatan Uncle," ucap Juan memohon kepada Donny. Entah apa yang membuat pemuda itu begitu bersikukuh untuk mendekati Hara.
Sejujurnya Juan masih belum dapat meyakini hatinya jika ia benar-benar mencintai Nikki atau Hara, akan tetapi penolakan Donny justru menjadi pemuda itu merasa tertantang dan ingin berusaha untuk lebih dekat dengan gadis itu.
Donny memasuki apartemennya dengan marah, ayah satu orang anak itu bahkan membanting pintu apartemen membuat Hara terlonjak karena terkejut.
"Ada apa Papi?" tanya Hara bingung dengan sikap ayahnya yang tiba-tiba saja marah.
"Mengapa kau berbohong kepada Papi?" tanya Donny menghempaskan tubuhnya ke atas sofa dan menepuk sebelah sisinya agar Hara duduk mendekat.
Hara menundukkan kepalanya, gadis menghampiri sang ayah tanpa berani menatap Donny. Gadis itu tahu jika ayahnya dalam keadaan sangat marah.
__ADS_1
"Mengapa kau tidak mengatakan kepada Papih tentang apa yang kau alami?!" Donny bertanya dengan nada yang sedikit membentak, pria itu masih kesal karena Hara menyembunyikan apa yang di alaminya.
"Ma-maafkan aku Papi, aku hanya tidak ingin membuat Papi khawatir," jawab Hara jujur, sedari awal ia memang tidak ingin sang ayah cemas akan keadaannya setelah musibah yang menimpanya kemarin.
"Kau ... apa kau sudah tidak menganggap Papi ayahmu lagi Hara?!" tanya Donny tidak terima pemikiran gadis itu yang tidak ingin membuatnya khawatir.
Saat ini, ia hanya memiliki satu orang putri yaitu Hara. Apa yang akan terjadi jika sesuatu yang buruk terjadi pada gadis itu, tetapi ia tidak mengetahuinya.
"Bukan ... bukan begitu, aku ... aku ...." Hara tidak lagi membendung air matanya, gadis itu bahkan tidak sanggup menjawab pertanyaan sang ayah. Bukan seperti itu yang di maksud oleh Hara, ia hanya tidak ingin sang ayah yang berada jauh di negeri seberang terus mengkhawatirkan dirinya, lagipula ia selamat dan saat ini dalam keadaan sehat.
Donny segera meraih Hara ke dalam pelukannya, ia tidak sampai hati melihat putri kesayangannya itu menangis. Mungkin ia memang terlalu keras kepada Hara, akan tetapi semua ia lakukan demi kebaikan gadis itu. Hanya Hara yang ia punya di dunia ini sejak istrinya meninggal dan Donny tidak mau Hara juga ikut meninggalkannya.
"Papi adalah ayahmu dan Papih berhak tahu apa yang terjadi padamu," ucap Donny membelai lembut rambut putrinya, pria itu sudah menurunkan nada bicaranya.
"Maafkan aku Pi," ucap Hara penuh sesal, gadis itu merasa bersalah karena telah membohongi sang ayah. Bukan hanya tentang musibah yang di alaminya, tapi tentang hobinya selama ini juga Hara tidak pernah bercerita kepada Donny.
"Papi maafkan, tapi mulai sekarang lebih baik kau jauhi putra bungsu keluarga Pratama itu," jawab Donny, ia tidak suka Hara bergaul dengan Juan karena pemuda itulah penyebab anak gadisnya terluka.
"Dialah yang menyebabkanmu celaka bahkan dia juga membohongi Papi," jawab Donny mengungkapkan alasan keberatannya.
"Bukan Juan yang menyebabkan itu terjadi Pi," bantah Hara, gadis itu membela Juan karena tidak ingin sang ayah membenci pemuda itu.
Donny bangkit dari duduknya, pria itu berjalan memasuki kamarnya. Namun sebelum membuka pintu kamarnya, pria itu berbalik,
"Pokoknya Papi larang kau berdekatan dengan Juan," tegas Donny tidak ingin di bantah oleh Hara.
"Jika kau tidak menurut, Papi akan memulangkanmu ke Indonesia saat ini juga!" ancam Donny kemudian pria itu segera masuk ke dalam kamar dan menguncinya rapat-rapat.
__ADS_1
Hara menghela nafas panjang, ia bingung bagaimana caranya untuk membujuk sang ayah. Sedari dulu ia tahu bahwa Donny adalah orang yang keras dan jika pria itu sudah marah maka apapun yang menjadi ancamannya akan di buktikan oleh pria itu.
Gadis itu melangkah gontai masuk ke dalam kamarnya, ia berpikir mungkin untuk saat ini adalah membiarkan ayahnya tersebut tenang. Nanti, setelah pria itu tenang Hara akan menceritakan dan menjelaskan semuanya kepada Donny. Hara ingin membela Juan, ia tidak ingin sang ayah membenci pemuda itu.
Di kediaman Pratama, Juan kembali dengan wajah lesu dan juga langkah gontai memasuki ruang keluarga dimana saat ini seluruh anggota keluarga Pratama tengah berkumpul di sana.
"Apa yang terjadi?" tanya Via melihat putranya datang dengan tak semangat.
Juan berjalan mendekati sang bunda kemudian duduk di samping wanita itu dan memeluk Via. Juan menelusupkan kepalanya di ceruk Via membuat ibu tiga anak itu kebingungan.
"Katakan apa yang terjadi?" tanya Via sekali lagi, ia tahu Juan memang sering bersikap manja kepadanya, hanya saja kali ini sepertinya keadaannya berbeda. Putra bungsunya itu seperti tengah ada masalah.
Tidak hanya Via yang kebingungan dengan sikap Juan bahkan kedua kakak kembarnya juga ikutan bingung melihat pemuda yang biasanya selalu agresif dan tidak bisa diam itu sekarang seperti sedang terluka.
Hanya Ziga yang tampak tenang, pria itu sepertinya tahu apa yang terjadi pada putra bungsunya. Namun, Ziga tidak ingin menebak atau bertanya. Ia memberikan kesempatan pada pemuda itu untuk menjelaskannya.
"Uncle Donny melarang ku untuk mendekati Hara," jawab Juan lirih, namun semua yang berada di sana masih dapat mendengar jawaban pemuda itu.
"Tapi mengapa?" tanya Zeline, kakak perempuan Juan itu tidak mengerti mengapa ayah Hara melarang Juan untuk mendekati anak gadisnya.
"Pasti kau berbohong dan tidak menceritakan yang sejujurnya saat Uncle Donny menelpon," tebak Aiden yang sedikit memahami alasan ayah Hara melarang Juan.
Juan melepaskan pelukannya pada sang bunda. Pemuda itu mengangguk menjawab pertanyaan Aiden. Benar apa tebakan sang kakak jika ayah Hara pasti kesal karena ia telah membohongi pria itu.
"Membohongi?" tanya Via tidak paham seperti apa kebohongan Juan hingga membuat Donny melarang putranya untuk mendekati Hara.
"Iya Mom, ketika Uncle Donny menelpon aku tidak bilang kalau Hara tertembak ...." Juan langsung menutup mulutnya, ia sadar jika telah salah berucap. Via sang bunda tidak tahu jika Hara di rawat di rumah sakit karena tertembak saat berupaya menolong dirinya.
__ADS_1
"Tertembak?" tanya Via tak yakin dengan pendengarannya.
Juan yang menyadari kesalahannya dalam berucap pun menundukkan kepalanya. Pemuda itu tidak berani menatap sang ibu karena ia juga telah berbohong kepada Via.