
Jangan biarkan kekecewaan menghancurkan harapan. Sesungguhnya, Tuhan menyukai hambanya yang berdoa dalam harapan, meski pernah dikecewakan.
~Ay Alvi~
"Tertembak?" tanya Via tak yakin dengan pendengarannya.
Juan yang menyadari kesalahannya dalam berucap pun menundukkan kepalanya. Pemuda itu tidak berani menatap sang ibu karena ia juga telah berbohong kepada Via.
"Mengapa kau tidak mengatakan yang sejujurnya kepada Uncle Donny?" tanya Via,
"Kau berani berkata yang sejujurnya pada Mommy, seharusnya kau juga bisa berterus terang kepada Uncle Donny," tukas ibu tiga anak itu.
"Apa Mommy memang sudah tahu?" tanya Juan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tidak mengingat jika telah bercerita kepada sang bunda.
Via mengetuk dahi putra bungsunya, ia heran mengapa pemuda itu menjadi pelupa padahal umur Juan baru dua puluhan. Apakah karena anak bungsunya itu terlalu banyak memiliki kekasih sehingga daya ingat dan kecerdasannya pun berkurang.
"Aduh ... sakit Mom," keluh Juan mengusap keningnya yang tadi di ketuk oleh sang ibu.
"Lalu, apa yang akan kau rencanakan untuk menghadapi Uncle Donny?" tanya Zeline kakak perempuan Juan.
Juan mengendikkan bahunya menjawab pertanyaan sang kakak. Ia memang belum memiliki rencana apapun untuk meluluhkan hati ayah dari Hara tersebut.
"Uncle Donny orang yang baik, mungkin ia tidak bermaksud untuk melarangmu berhubungan dengan Hara," jelas Via, ia mengenal Donny sebagai kakak kelasnya yang baik dan juga tidak terlalu banyak bicara.
"Ehmm ... entahlah Mom, sepertinya Uncle Donny sangat marah padaku. Ia bahkan tidak mau mendengarkan penjelasanku," ucap Juan merasa tertekan. Ia belum pernah berhadapan dengan orang tua para gadisnya. Selama ini hubungan Juan dan mantan-mantan kekasihnya hanya untuk bersenang-senang, jadi tidak pernah sekalipun pemuda itu menemui orang tua kekasihnya.
Namun, kali ini berbeda. Ia bahkan belum resmi berpacaran dengan Hara. Perjanjian mereka hanya pura-pura. Akan tetapi entah mengapa Juan merasa perlu untuk mendapatkan restu dari Donny ayah gadis itu. Bukan karena Donny adalah sahabat dari orang tuanya, tetapi lebih dari rasa tanggung jawab karena Hara telah menyelamatkan nyawanya sekaligus karena Hara adalah Nikki yang selama ini selalu ia cari keberadaannya.
"Sebagai seorang pria kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau perbuat," ucap Ziga menepuk bahu Juan memberikan nasihat kepada putra bungsunya tersebut.
__ADS_1
"Minta maaflah dengan benar, aku yakin Uncle Donny pasti mau memaafkanmu," ujar Aiden kakak laki-laki Juan. Pria berusia dua puluh lima tahun itu memang selalu berpikir bijak. Cara berpikir Aiden serupa dengan sang ayah, mereka berdua tidak banyak bicara. Keduanya lebih senang membuktikan lewat perbuatan.
"Dan satu lagi, kejujuran itu penting Juan, jadi jujur dan ceritakanlah semua pada Uncle Donny. Mommy yakin Uncle Donny akan mengerti," ucap Via sang bunda yang mengingatkan Juan untuk selalu jujur dalam perkataan maupun perbuatannya.
Juan hanya dapat menghela nafas mendengar semua nasihat dari keluarganya. Kejujuran adalah inti yang utama, akan tetapi bisakah ia jujur kepada Donny bahwa orang yang menyebabkan Hara terluka adalah seorang gadis yang tergila-gila kepadanya. Itu sama saja artinya bahwa ia ikut bertanggung jawab penuh atas apa yang menimpa gadis itu.
Di apartemennya, Hara tengah berpikir bagaimana untuk mendapatkan izin keluar dari sang ayah. Dua hari lagi ia harus berangkat keluar kota untuk mengikuti lomba. Jika ia tidak mendapat izin dari sang ayah, maka gagal sudah rencana gadis itu untuk mengikuti kejuaraan balap motor yang telah lama ia rencanakan.
"Halo!" sapa Hara kepada Jodi melalui sambungan teleponnya. Ia terpaksa menelpon Jodi karena melihat ada begitu banyak panggilan dari pemuda itu yang singgah di nomor ponselnya.
"Kau kemana saja? Mengapa sedari tadi aku hubungi tidak bisa?" rentetan pertanyaan keluar dari mulut sahabat lelakinya itu.
Hara menghela nafas, menghubungi Jodi memang butuh kesabaran. Pemuda itu selalu saja berbicara tanpa henti bahkan kecerewetan Jodi melebihi dirinya yang notabene adalah seorang wanita.
"Aku baru saja menjemput Papi," jawab Hara malas, gadis itu membaringkan tubuhnya di atas kasur yang selama ini ia rindukan. Sudah beberapa lama ia tidak menempati kamar apartemen membuatnya merindukan tempat itu.
"Uncle Donny datang kesini?" tanya Jodi gembira, ia memang mengharapkan untuk dapat bertemu kembali dengan ayah dari sahabatnya itu.
"Benar Uncle Donny ada di New York?" Jodi kembali bertanya karena belum juga mendapat jawaban dari Hara.
"Iya benar," jawab Hara, gadis itu melihat layar ponselnya karena ada panggilan masuk yang ternyata dari Juan.
"Ada apa kau menghubungiku berulang-ulang kali?" tanya Hara kepada Jodi, gadis itu mengacuhkan panggilan dari Juan yang terus saja menghubungi dirinya.
"Ah itu ... Juan ...."
"Tunggu sebentar, nanti aku akan menghubungimu lagi," potong Hara sebelum Jodi menyelesaikan kalimatnya. Gadis itu mematikan panggilan dari Jodi untuk menjawab telepon dari Juan yang tidak berhenti menghubunginya.
"Halo, ada apa?" tanya Hara enggan, gadis itu masih sedikit kesal karena Juan mengacuhkannya tanpa ia tahu apa alasan pemuda itu.
__ADS_1
"Ehmm ... apa Uncle Donny benar-benar marah padaku?" tanya Juan hati-hati.
"Sepertinya begitu," jawab Hara yang juga tak yakin dengan jawaban yang ia berikan kepada Juan.
Juan menghela nafas, ia belum pernah menghadapi kemarahan orang lain selain dari sang ayah, bahkan Via ibu kandungnya tidak pernah marah besar. Wanita itu selalu memaafkan apapun kesalahan Juan. Hal ini lah yang membuat Juan bingung bagaimana cara menghadap Donny yang tengah marah dan melarang dirinya untuk berhubungan dengan Hara.
"Lalu, bagaimana dengan hubungan kita?" tanya Juan membuat Hara memutar bola matanya malas.
Hubungan kita? Sebenarnya apa hubungan kita, ucap Hara dalam hatinya sebelum menjawab pertanyaan Juan.
"Memangnya kenapa dengan hubungan kita?" Hara balik bertanya kepada Juan. Hubungan mereka hanya sebatas pura-pura di hadapan ibu kandung pemuda itu. Jadi, tidak ada masalah karena ayahnya belum mengetahui tentang hubungan mereka. Hara berpikir sang ayah mengetahui jika mereka hanyalah berteman.
"Kau ..." Juan berdecak kesal karena gadis itu melupakan perjanjian yang telah mereka buat.
"Kita hanya kekasih pura-pura dan Papi juga tidak tahu akan hal itu," sela Hara sebelum Juan meneruskan ucapannya.
Juan terdiam, benar apa yang di katakan oleh Hara. Hubungan pura-pura mereka hanya untuk menyenangkan hati sang mommy dan ini tidak berkaitan dengan Donny ayah Hara. Namun, entah mengapa Juan menolak kenyataan itu. Ia tidak ingin hubungannya dengan Hara hanya sebatas pura-pura. Apalagi kini ia telah mengetahui jika Hara adalah Nikki, Juan sama sekali tidak ingin melepaskan gadis itu.
"Aku tidak ingin berpura-pura lagi," ucap Juan membuat Hara mengernyitkan alisnya karena tidak mengerti apa maksud perkataan pemuda itu.
"Maksudmu?" tanya Hara, gadis itu ingin Juan memperjelas apa yang di inginkannya.
"Aku ingin kita menjadi kekasih sesungguhnya," jawab Juan dengan penuh keyakinan.
*****
Terimakasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.
Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya yang mau kasih tip boleh juga.
__ADS_1
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘