TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
Bab : 106


__ADS_3

"Sayang, aku ingin kita menikah ..."


"Hah?" Isvara melongok ke samping menatap sang suami dengan mata memicing heran. Kini mereka sedang berada di kamar mereka, masih di kediaman wirasena, karna rencananya mereka akan pindah setelah diskusi bersama keluarga nanti.


"Kan kita emang udah nikah, mas."


Gerald tersenyum, kini memang panggilan Isvara Padanya sudah berubah menjadi 'mas' dan itu membuatnya amat senang, dari pada honey,byy, atau hubyy seperti panggilan kesayangan pasangan lain, dia lebih suka panggilan 'mas' Isvara kepada nya.


"Yang ini beda sayang,aku ingin kita menikah beneran," kata Gerald seraya bergelayut manja pada pundak sang istri, mengusap lembut perut buncit istrinya dari belakang.


"Nikah beneran? gimana maksudnya?" Isvara masih tak paham.


Gerald sedikit mendengkus gemas dengan ketidakpekaan istrinya, ia lalu menegakan tubuhnya lebih condong pada wanita berambut sebahu itu.


"Maksud ku kita menikah secara benar, sesuai adat dan agama, aku ingin kita di akui pernikahan nya, sayang, aku ingin membuatmu bahagia dengan menjadi ratu selamanya, aku ingin kau di akui sebagai istri seorang Gerald angkasa wirasena," tuturnya dengan lemah lembut.


Isvara tersenyum matanya berkaca-kaca karena merasa terharu. Gerald terkesiap, "Hei, kenapa menangis sayang?"


"Aku terharu, terima kasih ya," lirihnya dengan senyum mengembang.


Gerald ikut tersenyum. "Apapun hanya untuk kamu, sayang." pria itu mengusap air mata di pipi mulus istrinya.


Isvara mengangguk, memeluk sekilas tubuh kekar itu, meresapi wangi tubuh maskulin sang suami, menghirup aromanya lebih dalam.


"Lalu bagaimana?" tanya Isvara menatap dalam mata sang suami.


"Apanya?" ucap Gerald berputar dengan wajah jailnya.


"Ishhh," Sheena mencebik, Gerald tertawa.


"Baiklah, baiklah, maaf." mereka berdua sama-sama tertawa, Isvara heran suaminya ini semakin hari semakin jail saja padanya.


"Kita akan membicarakan ini pada papah dan nenek oke, kita minta Pendapat mereka." Sheena mengangguk dengan usul sang suami.


*


*


*

__ADS_1


"Apa? menikah ulang?!" seru mereka serempak yang kaget dengan perkataan suami-istri di depan mereka ini.


Isvara dan Gerald mengangguk bersamaan. "Kita akan memulai jika Papah, bunda dan nenek setuju," ucap Gerald menyakinkan.


"Bunda sih setuju saja, toh memang awal pernikahan kalian tidak ada resepsi dan di lakukan secara mendadak, untuk pemimpin besar dan pewaris tunggal, pernikahan mu memang harus di lakukan dengan semestinya, untuk resepsi bunda akan menghubungi pihak WO jika papah dan nenek juga setuju," tutur bunda Indira.


Isvara dan Gerald saling melempar pandang, tersenyum bersama. "Terimakasih Bun," ucap mereka serempak.


Bunda mengangguk, tersenyum hangat, kini Gerald dan Isvara menatap papah dan juga nenek. Mengharap respon mereka bagaimana.


"Papah sih ikut-ikut saja, asal menantu papah juga bahagia, papah juga akan bahagia," kata tuan Aryaloka Membuat mereka menarik nafas lega.


Kini tinggal nenek, mereka serempak menatap wanita sepuh bersanggul rapi itu, nenek terperanjat seperkian detik berikutnya ia tersenyum penuh arti.


"Cie nungguin ya," kata nenek berseloroh, membuat mereka ikut tergelak.


"Yang bener nek," Gerald jadi seperti anak kecil yang berharap minta di belikan mainan oleh neneknya,


Nyonya Triani tertawa. "Kamu ini kaya anak kecil," katanya pada Gerald.


"Ya udah nenek Juga setuju, gak akan ada juga yang gak setuju dengan niat baik ini kan?"


"Eh, eh kenapa kalian jadi rame gini?" semua cucu kompak memeluk nenek, para orang tua tersenyum.


"Semoga ini akan menjadi awal yang baik untuk semua ya," kata nenek, semua mengaminkan.


*


*


*


Di sebuah ruangan serba putih dengan banyaknya para orang baik muda maupun tua yang bertingkah seperti anak kecil dan berpenampilan acak-acakan, di sebuah sudut tempat itu, Arini duduk dengan sebuah gulungan kain yang ia timang-timang seperti bayi yang baru lahir, tak lupa penampilannya yang jauh dari kata rapi, ke glamourannya pun sudah tak ada lagi, gelang emas yang selalu berjejer di kedua tangannya pun sudah tak ada lagi. Semuanya sudah sirna termakan karmanya sendiri. Termasuk akal sehat dan kewarasannya.


Di sepanjang lorong ada Brandon di kursi roda, berniat untuk mengunjungi sang mommy, Brinda di belakang Brinda, adiknya mendorong kursi roda sang kakak.


"Nina bobo~ oh Nina bobo~ kalau tidak bobo di gigit kebo, Hahaha," suara tawa keras sumbang itu menggema di antara riuh rendah Suara pasien lain di rumah sakit jiwa ini.


"Brandon ku sayang, anak ku sayang~ hiks, hiks, anak ku hilang! anakku hilang!" lalu suara tawanya mereda di gantikan dengan suara tangis yang menyayat.

__ADS_1


Brandon dan Brinda semakin mendekati ruangan, Brinda sudah menangis dengan air mata membanjiri deras, sekuat tenaga Brandon menyembunyikan raut wajahnya,m agar tetap tenang, tapi ... ternyata ia tidak bisa.


"Mommy hiks," Brinda kini terisak kencang, hanya mommy yang mereka punya kini, hanya mommy tempat sandaran mereka sekarang, tapi sekarang ... mereka berdua hanya memiliki satu sama lain.


"Diamlah Brinda ... jangan menangis," kata Brandon meski terdengar ketus namun ia ingin menguatkan adiknya.


"Kak ... mommy sekarang, hiks." Brinda menunduk, rasanya dunia berputar-putar di sekitarnya.


Brandon mengambil nafas panjang, matanya sudah memerah, suaranya tercekat di tenggorokan, namun pantang untuknya menangis.


Namun saat melihat wanita beraut teduh itu keluar, Brandon mengepalkan tangannya erat, satu air matanya jatuh mengenai pipi.


"Eh, Anakku!" jerit Arini riang, Brandon seketika melebarkan mata, ia hendak menyambut sang mommy namun ibunya itu melewatinya.


"Brandon!!!" teriak Arini melewatinya, berlari ke sekitar lorong.


Dan seketika Brandon tak bisa lagi menyembunyikan tangisnya, setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, ia baru menyadari.


Dia benar-benar kehilangan ibunya.


***


PENGUMUMAN!


Halo Bagaimana kabarnya reader semuanya? semoga selalu di beri kesehatan Aamiin.


Maaf jika beberapa hari othor tidak up, othor benar-benar lagi di landa kebingungan.


Jadi maaf beribu maaf othor lantunkan pada reader kesayangan semua, setelah melalui beberapa pertimbangan, S2 dari novel ini akan othor tunda pembuatannya.


Maaf jika othor mengecewakan kalian semua, karna othor sekarang ada tanggungan novel lain yang harus othor selesaikan, awalnya othor kira bakal bisa handle dua novel sekaligus, tapi nyatanya gak bisa, othor harus bagi-bagi otak buat konflik dan percakapannya, dan ternyata othor belum mampu.


Maaf beribu-ribu maaf pada reader semua jika othor mengecewakan kalian 🙏 insyaallah kalau kisah Gerald-Isvara bakal othor selesaikan hingga tuntas karna memang untuk kisah mereka beberapa chap lagi bakal tamat.


Nah untuk S2 soon, bulan depan atau bulan baru bakal othor buat kisahnya antara Mahesa dan Andini.


Maaf ya jika mengecewakan othor harap Kalian maklum, terima kasih untuk yang selalu setia nunggu novel receh othor ini.


Karna aku di sini bukan apa-apa tanpa kalian, terima kasih😭🙏

__ADS_1


Salam hangat othor kiyut💐


__ADS_2