
Seluruh keluarga kaget mengetahui tentang kecelakaan Nela yang begitu tragis. tempat kejadian perkara di amankan polisi setempat, Nela kini sedang di rawat di salah satu rumah sakit dan dalam keadaan koma.
Petugas polisi menanyai tentang keluarga Nela di kampung untuk memberitahukan mereka masalah ini. Untuk sementara semua orang di rumah di larang keluar sampai penyelidikan selesai.
Begitupula dengan Brandon dan mommy nya yang terkejut tentang berita ini, Brandon yang semula biasa-biasa saja pun sudah mulai gelisah di tempatnya.
"Mom, gimana kalau sampai perempuan itu mati? aku bakal di penjara di sini?"
"Ssstt! kamu diam aja, mommy gak akan biarin hal itu terjadi, kamu diam di sini, biar mommy bicara sama om mu."
"Tunggu, mommy mau bilang apa? mohon-mohon gitu ke om Arya buat narik tuntunannya atau minta uang buat nyuap polisi?"
"Kamu diam saja, ini urusan mommy!" sentak Arini pada putranya itu.
"Tapi mom, bakal sia-sia aja kalau kita mohon-mohon ke om Arya, dia pasti gak bakal bantuin kita."
"Sssst, kalau kamu mau bebas, tetap diam di sini! Arini menaruh telunjuknya di bibir, isyarat perintah, Brandon berdecak kesal karna sang mommy tetap menemui om nya itu, dia jamin hanya akan ada makian saja yang terlontar bukan pertolongan yang mereka harapkan.
*
*
*
"Mas ... " Arini mendekati kakak laki-lakinya yang kini sedang duduk terpekur di kursi panjang tempat Isvara di rawat. Kebetulan Aryaloka juga habis menjenguk Nela dan di interogasi beberapa pertanyaan oleh detektif polisi, karna masalah ini ia menjadi mempunyai banyak waktu luang, sedangkan beberapa masalah perusahaan sedang di tangani istrinya sebagai sekretaris.
Aryaloka terkejut melihat adik perempuannya itu. "Ada apa?" nadanya terdengar acuh tak acuh, dia masih kecewa dengan sikap Arini selama ini, dan ternyata dia pun baru tahu bahwa Arini pernah beberapa kali menyiksa Isvara, menantunya.
"Mas, bisa bicaralah sebentar?"
"Bicaralah jika ingin bicara."
Arini melirik ke sekitarnya. " Jangan di sini."
__ADS_1
****
Sekarang di sinilah mereka berada, di sebuah cafe, di kursi paling pojok agar leluasa berbincang. Arini memilin baju, agak segan sebenarnya pada Sang kakak, meski umur tak lagi muda namun Arini masih sangat menjunjung tinggi kakak laki-lakinya ini, karna bagaimana pun dia kepala keluarga selama ini, Ayah mereka, pemegang generasi kedua MV group dan kepala keluarga wirasena sebelumnya meninggal karna penyakit jantung koroner yang sudah tak bisa di sembuhkan.
Itu terjadi saat Aryaloka baru lulus SI nya, dan Arini yang masih abege labil di bangku SMA. sejak saat itulah kakaknya mati-matian membangun kembali perusahaan yang sempat bangkrut hingga menjadi besar seperti sekarang.
Dan satu lagi yang membuatnya selalu segan, Kenyataan yang tak ingin Arini terima, kenyataan bahwa dia adalah anak pungut. Ya, Arini adalah anak supir dari keluarga wirasena sebelumnya, ayahnya sopir tuan Hafizh Abbas wirasena, yang akhirnya ia sebut ayah dan kini sudah tiada.
Ayah aslinya meninggal karna sebuah kecelakaan saat mengantar tuan Hafizh ke kantor, menurut rumor karna ayahnya lah, tuan Hafizh masih bisa selamat dalam kecelakaan mobil itu.
Sejak umur lima tahun Arini menjadi yatim piatu, karna saat itu hanya ayahnya lah yang ia punya, ingin membalas Budi, akhirnya Arini di angkat sebagai anak oleh tuan Hafizh dan nyonya Triani, mereka sangat mencintai Arini seperti anak sendiri, kebetulan mereka hanya mempunyai satu putra dan dia adalah Aryaloka, kehadiran Arini adalah pelengkap keluarga mereka, Aryaloka pun menyayangi Arini seperti adiknya sendiri. Hingga sekarang.
Mungkin. karna kesalahan yang di lakukan putra Arini kali ini sangatlah fatal dan itu membuat kepercayaan Aryaloka surut seketika.
Apakah dia masih akan menganggap Arini sebagai adiknya lagi?
"Mas,bisakah kau cabut tuntutannya saja? ku mohon dia juga keponakan mu."
"Lalu kenapa jika dia keponakan ku? dia tetaplah tersangka kejahatan."
"Sudah berapa kali? sudah berapa kali mas kasih kesempatan buat anak mu itu, tapi dia tetap saja berulah."
Ya, hal ini bukanlah hal yang rahasia lagi, Brandon sebelum ini pernah di penjara beberapa kali, atas kasus yang berbeda-beda, narko*ba, kasus penganiyayaan terhadap satpam, kekerasan terhadap teman masa kuliahnya dulu, yang paling kecil adalah pelanggaran lalu lintas yang sering dia lakukan, dan yang terparah adalah tiga tahun lalu hampir merenggut kesucian seorang gadis dan juga nyawanya.
Begitu banyak jejak kriminal Brandon, itu juga hal yang menjadi alasan Brandon tak bisa masuk ke dalam perusahaan dan hanya punya saham saja di sana sebagai warisan.
Dan semua itu selalu Aryaloka yang akan menutupi, menyumpal para saksi dan korban dengan uang hingga kasusnya di tutup, begitulah meski Aryaloka marah, kecewa dia tetap tidak bisa melihat adiknya menangis karna putranya yang di jebloskan ke penjara.
Tapi kali ini Aryaloka tak ingin lagi ikut campur, bukan hanya karna dirinya yang sudah terlalu tua untuk ini, Aryaloka pun sudah percaya pada putranya yang akan mengurusnya pun umur mereka sudah matang untuk menghadap masalah ini sendiri, bukan hanya berpangku Padanya saja.
Namun tetap saja adik perempuannya ini akan memohon untuk putranya.
"Sudahlah Arini, ikuti saja prosedur yang ada, biarkan polisi yang menangani semua."
__ADS_1
Arini menggeleng dengan terisak. "Tidak mas, aku tidak ingin putraku mendekam lagi di penjara."
""Sekarang semua terserah Gerald, jika kau ingin memohon, maka memohon lah pada anak itu."
Arini terlihat bingung. Tidak mungkin Gerald akan luluh padanya, Gerald sudah berjanji akan memasukan putranya ke dalam sel.
"Lagipula walaupun tuntutannya di cabut, polisi tidak akan berhenti menyelidiki kasus ini hingga tuntas, dan jejak kriminal putra mu yang lain pasti akan tercium."
"Tapi mas, bisa saja kan kita menyuap, menyumpal mulut-mulut mereka dengan uang."
Aryaloka hampir terkekeh mendengar penuturan adiknya itu.
"Arini, Arini, apakah hanya uang saja solusi mu dalam setiap masalah?"
"Sepertinya aku pun mulai tahu kenapa putramu begitu membangkang dan pembuat onar, karna pola pikir mu saja seperti itu."
"Tidak kah kau tahu, seberapa besar malu yang di tanggung keluarga akibat ulah putramu dalam beberapa tahun belakangan ini?"
"Harusnya memang dari dulu aku memisahkan kalian dari rumah."
Arini menggeleng dengan air mata yang semakin tumpah. "Apa mas nyesel selama ini karna nanggung keluarga ku?"
"Aku tahu, aku dan anak-anak ku hanya menumpang, tapi kami juga bagian keluarga ini."
"Oh aku tahu, semenjak kedatangan perempuan itu kan? Indira, mas jadi berubah seperti ini."
"Dialah benalu yang sesungguhnya."
"Arini!" suara Aryaloka meninggi. amarah tercetak jelas di wajahnya.
"Jika kau lupa dulu kau itu hanya anak yang di pungut keluarga ku."
"Dan tadi yang kau jelek kan itu adalah istri ku."
__ADS_1
"Jadi .... siapa sebenarnya benalu di sini?"