
"Sayang, kau di mana? aku membelikan mu buah yang kau inginkan!"
Gerald berteriak hingga ke luar kamar mencari keberadaan sang istri tercinta, di tangannya terdapat keranjang makanan, yang berisi susu hamil dan buah manggis yang Isvara idam-idamkan, biasa bumil ngidam.
"Kemana dia? kenapa tidak ada di kamar?" Gerald berlalu, turun ke bawah, ia melihat asisten Isvara ada di sana.
"Hei kau, siapa namanya? Gerald menunjuk gadis itu, maklum ia tak biasa mengingat nama seseorang.
"Andini, tuan!" gadis berlesung pipi itu menunduk.
"Kau asisten istriku kan?"
Andini mengangguk lagi. "Iyah, benar tuan."
"Lalu di mana istriku sekarang?"
Andini tampak gugup, tercetak raut cemas yang sangat jelas di wajahnya.
"Saya juga sedang mencari nyonya Isvara, tuan, b-beliau sejak tadi tidak di temukan." lirihnya.
"Apa? yang benar saja! kau bisa menjaganya atau tidak hah?!" murkanya pada Andini.
Andini menunduk takut takut, tak berani menatap wajah Gerald. sejujurnya dia pun sangat mencemaskan Isvara, padahal baru nyonya nya itu ia beri susu, dan dia meninggalkan Isvara sebentar untuk ke kamar mandi, namun saat melihatnya lagi, Isvara sudah tidak ada di tempatnya.
Nenek datang menghampiri mereka. "Ada apa ini Gerald? kenapa kamu terlihat marah?"
Gerald mengusap wajah kasar, rautnya mengkerut dengan mendung menggayuti. "Nenek, Isvara tidak ada di kamarnya."
__ADS_1
"Apa? lalu di mana dia?" nenek seketika terkejut, juga khawatir.
"Aku tidak tahu, sekarang aku akan menghubungi bodyguard ku untuk mencari, nenek bisa menghubungi semua orang di rumah untuk ikut mencari?"
Nenek menggangguk baiklah. "Andini tunggu apalagi,ayo ikut."
Andini mengangguk. "Baik nek."
***
Di saat semua orang sibuk mencari Isvara. wanita itu ternyata ada di sebuah ruangan gelap, hampa dan pengap.
Isvara akhirnya tersadar dari pingsan, tapi ia tak bisa membuka matanya, semuanya terasa gelap.
"Ada apa ini? aku di mana?"
Ia ingat, awalnya dia sedang berjalan-jalan bersama Nela, lalu seseorang membekapnya dari belakang, dan semuanya terasa kabur.
Ia akhirnya menyadari situasi yang terjadi. Dia sedang di sekap!
"Siapapun tolong aku!"
Isvara menggerakkan kedua kaki dan tangannya tali tidak bisa, nafasnya memburu dan tercekat di tenggorokan.
"TOLONG SIAPAPUN, TOLONG AKU!" jerit hatinya memberontak.
"Gerald, selamatkan aku."
__ADS_1
***
Di kediaman wirasena semuanya tampak cemas, panik mencari keberadaan Isvara, tak terkecuali satu orang yang saat ini benar-benar di landa takut, juga cemas. takut jika ketahuan karena dialah penyebab Isvara hilang.
"Dimana tuan Brandon, aku tak mau ketahuan sendiri."
Di apartemennya Brandon tersenyum, menatapnya di layar seorang wanita yang tengah ketakutan di ruangan kosong itu. Brandon sudah menyiapkan semuanya, bukan, bukan karna ingin memiliki Isvara, namun dia akan menggunakan wanita itu sebagai tamengnya. Ya, tameng yang akan membawanya pada kekuasaan tertinggi di keluarga wirasena.
Sejak dulu, apa dia mencintai Isvara? tentu saja jawabannya tidak. ketertarikan Brandon sudah menuju batas sampai obsesi. Dia akan memiliki Isvara, juga kekuasaan di perusahaan yang selama ini dia idam-idamkan.
"Gerald, bersiaplah pada kehancuran lo!" pria itu menyeringai lebar.
***
HALO AUTHOR MENYAPS GUYS!
MAAF JIKS UNTUK BEBERAPA HARI KEMARIN AUTHOR TIDAK BISA UPDATE, ADA BEBERAPA ALASAN YANG TIDAK BISA AUTHOR JELASKAN.
DAN UNTUK STATUS TAMAT DI NOVELNYA MAAF BANGET ITU MURNI FAKTOR KETIDAK SENGAJAAN, KARNA ISENG OTHOR PENCET TOMBOL TAMAT PADAHAL NOVEL INI MASIH SEDIKIT PANJANG KISAHNYA MAAF BANGET YA😭
TENANG SAJA, NOVEL INI MASIH TERUS BERLANJUT SAMPAI PADA STATUS TAMAT YANG SEBENARNYA.
KAPAN AUTHOR BAKAL UP LAGI? INSYAALLAH SATU HARI PER BAB, ASAL RUTIN YA.
TERIMAKASIH YANG SUDAH SANGAT SETIA UNTUK MENGIKUTI NOVEL INI😭❤️
MAAFKAN AUTHOR UNTUK KELALAIANNYA.
__ADS_1
SALAM HANGAT 💐