TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
Bab : 98


__ADS_3

Butuh waktu seminggu hingga akhirnya Nela bangun dari masa kritisnya, karna kecelakaan itu dia mendapatkan beberapa jahitan di kepala, Orang tua Nela juga sudah di hubungkan namun mereka tak bisa untuk menemani gadis itu.


Di kampung Nela hanya mempunyai nenek dan ibunya yang sakit-sakitan, jadilah Dewi yang bersedia untuk menemani Nela memberi kesaksiannya di kantor polisi.


"Sumpah pak, semua tuduhan tuan Brandon itu sama sekali tidak benar, bahkan tuduhannya saja tidak mendasar dan tidak ada bukti sama sekali!"


"Benar, pak Brandon, selama ini anda hanya memutar-mutar opini tanpa adanya bukti yang bisa di tunjukkan, sangat jelas anda terkesan menghambat penyelidikan."


Brandon berdecak, bagaimana lagi dia harus memutar otak, sedangkan kini pikirannya pun hanya dipenuhi oleh sang mommy yang tak pernah datang menjenguknya lagi di kantor polisi.


Sekarang dia tak punya siapa-siapa, tak ada pengacara, tak ada uang untuk menyumpal mulut-mulut polisi ini.


"Pak, terakhir ingin saya sampaikan," Nela menelan ludah menghentikan ucapannya sejenak.


"Tolong buat dia di hukum seberat-seberatnya, saya tahu saya juga terlibat dan saya akan menerima konsekuensinya."


"Tapi saya mohon, tolong penjarakan pria ini. Sebelum melakukan kejahatannya dia sudah merencanakan masak-masak semuanya, dan saya yakin jika dia tidak menerima hukumnya, dia luar sana akan semakin banyak wanita yang menjadi korbannya."


*


*


*


Dewi mendorong kursi roda Nela, mereka kini berada di pelataran kantor polisi, Nela bagaimana pun seminggu ini dia sudah berfikir banyak hal dan menyadarinya dengan terlambat.


Dia tahu apa yang di lakukannnya salah, karna obsesinya pada Gerald hingga dia melupakan jika pria itu sudah memiliki istri yang di cintainya. Gelap mata dan hati telah membuat Nela akhirnya jatuh ke dalam jurang penyesalan yang paling dalam.


"Nel, tadi aku gak nyangka kamu bakal ngomong kaya gitu, keren!" puji Dewi dengan mengacungkan kepalan tangannya membuat Nela menoleh padanya dengan terpanah.


Mata Nela berkaca-kaca menatapnya, Membuat Dewi terkejut. "Kamu kenapa Nel?"


Dewi berjongkok di depan Nela, gadis itu menangis dengan terisak kencang. Dewi kaget, di usapnya pundak Nela yang bergetar.


"Kamu kenapa Nel? jangan nangis dong." Dewi terus mengusap pundak Nela, memberikannya ketenangan.

__ADS_1


"Aku nyesel Wi, andai aku ngikutin omongan kamu, andai aku bisa ngikhlasin tuan Gerald, andai aku bukan wanita jahat." Isak Nela.


Tatapan Dewi berubah sendu padanya, di usapnya lengan teman seperjuangannya itu.


"Gak apa-apa, aku tahu kamu bukan wanita jahat, kamu hanya kemakan hasutan saja, dan juga Karna desak kan keadaan yang mengharuskan kamu bekerja sama dengan tuan Brandon agar bisa mendapatkan uang lebih untuk ibu kamu di kampung."


Bagaimana Dewi bisa tahu? Nela menjelaskannya sendiri saat polisi mengintrogasi.


"Udah jangan nangis, anggap aja pelajaran Nel," Dewi terus mengusap lengan Nela lembut, menyalurkan kekuatan padanya.


Nela mendongak, menatap sahabatnya kini. "Kamu baik banget Wi," Netranya kembali mengabur dengan air mata yang kembali menganak sungai.


"Selama ini aku padahal udah jahat banget sama kamu, aku nyesel Wi."


Dewi tersenyum. "Syukur lah kamu udah sadar."


Nela mengangguk.


"Wi, aku pengen ketemu nyonya Isvara, aku pengen minta maaf sama dia."


*


*


*


"Pokoknya gue harus kabur dari sini!" tekadnya tiba-tiba, dia tak ingin selamanya ada di sini.


Tiba-tiba petugas polisi menghampiri ketika Brandon sedang menyusun rencana pelariannya.


"Tuan Brandon, ada telepon untuk mu," ucapnya menjulurkan benda pipih itu.


"Siapa?"


"Dari nyonya Arini."

__ADS_1


Brandon segera saja menyambet ponsel itu dan berjalan ke tempat sepi.


"Halo mom! ini aku gimana? aku gak mau terus ada di sini kaya orang bodoh!" serobot Brandon tiba-tiba sebelum mommy nya membuka suara.


Terdengar helaan nafas di sana. "Kamu tentang aja mommy udah nyusun rencana, kamu gak akan lama-lama kok di sana."


" Rencana apa mom?"


"Kamu gak perlu tahu yang penting kamu bisa bebas, dan setelah itu kita akan pergi dari sejauh mungkin."


*


*


*


Hai apakabar reader? mudah-mudahan selalu di beri kesehatan ya.


Author mau ngumumin jika season 1 tentang kisah Isvara dan Gerald akan segera tamat. Tapi ... tidak dengan novel ini.


Insyaallah rencananya othor akan membuat season 2 di bab 100 ke atas, yang mana love story nya couple di bawah ini👇


-Mahesa- Andini


-Laura- Samuel


-Kayra - Raka


Pilih ya salah satu couple mana yang ingin kalian tahu love story nya di komen.


Dan komen sebanyak-banyaknya dan nanti akan othor voting dari komen yang paling banyak.


Love story nya nanti bisa di bilang bonchap juga buat Gerald Isvara, dan gak akan banyak-banyak paling 80-an episode.


Walaupun like novel ini semakin menurun othor tetap semangat kok🤗

__ADS_1


Jangan lupa ya untuk like, komen, gift, vote, dan bintang lima nya.


Terimakasih ✨


__ADS_2