
Bagaimana bisa dirinya jatuh cinta?
-Disarankan untuk mendengarkan lagu _Perfect-Ed Sheeran- Agar lebih ngeresep kata orang Sunda mah hhe-
Happy reading♡
***
Samuel segera saja melipir setelah dengan berani menggoda istri dari bosnya sendiri.
Ia tahu jika Gerald saat ini sudah mengerti dengan perasaannya,oleh karna itu Samuel ingin memberi ruang untuk kedua insani itu agar semakin dekat.
Semakin malam pesta yang di adakan semakin ramai. Gerald sebelumnya ijin untuk menyapa tuan rumah dan memberi ucapan selamat. Kini waktunya ia akan habiskan bersama Isvara.
Suara MC menggema, meminta semua pasangan yang hadir untuk berdansa.irama musik klasik terdengar mendayu dengan tambahan suara biola yang romantis.
"Mau berdansa bersama ku?" Gerald mengulurkan tangannya di hadapan Isvara.
Isvara tertegun, ragu ia melihat ke sekeliling, semua orang sudah mulai berdansa dengan pasangan masing-masing.
"Jika kau tidak mau aku tidak akan memaksa," ucap Gerald namun dengan raut wajah berharap.
Isvara bingung. Kenapa sikap Gerald begitu manis padanya? Apakah ada yang salah dengan pria itu?
Dengan masih ragu yang menyelimuti tangan Isvara perlahan menggapai tangan Gerald yang lebih besar, jari-jarinya menelusup di antara jari-jari Gerald hingga tangan mereka bertaut.
Gerald menyambut dengan hangat, menarik pelan pinggang Isvara hingga kini tubuh mereka berdekatan, sebelah tangan Gerald mengambil lengan Isvara dan membawanya ke pundaknya.
Mereka mulai berdansa mengikuti alunan lagu, Gerald menatapnya begitu dalam, membuat Isvara menjadi tak nyaman. Semua perubahan sikap Gerald ini terlalu mendadak untuknya.
Sementara tak jauh dari mereka, ada Samuel yang memperhatikan dengan senyum mengembang, inilah yang dia inginkan, Gerald menemukan cinta sejatinya.Dan dia pun bisa leluasa untuk mendekati Laura.
"Pak ketu tuh?" Seseorang meletakkan lengannya di pundak Samuel.
[Pak ketu : pak ketua, panggilan Samuel dan Ryan untuk Gerald,karna semasa SMA mereka dulu,Gerald pernah menjadi ketua dalam sebuah geng motor]
Samuel menoleh. "Oh, lo Ryan, di undang juga?"
"Lupa,gue putra pertama Rahaja crop, perusahaan yang bersaing sama MV group milik pak ketu."
"Tapi lo sendiri malah jadi dokter muda, ogep." Samuel terkekeh.
"Ya itumah emang cita-cita gue dari kecil." Ryan ikut tertawa.
"Kalo gue perhatiin, gak pernah gue liat tatapan selembut itu dari Gerald, temen kita kali ini emang udah bener-bener jatuh cinta," ucap Ryan masih terus memperhatikan mereka.
"Tapi ada satu hal yang gue khawatirkan."
Samuel menoleh, menatap Ryan. "Apaan?"
__ADS_1
"Lo tau kan Gerald itu keras, dia punya watak batu juga tempramen buruk, gue takut suatu saat nanti itu akan ngehancurin hubungan mereka."
"Lo jangan ngomong gitu dong." Samuel tak terima.
"Realitas aja bro, Laura bahkan hampir nyerah buat ngadepin sifat Gerald yang satu ini, kalau aja gak ada pelampiasannya,yaitu Lo," ucap Ryan kali ini dengan wajah cukup serius.
Samuel mengerjap gugup. "K-kok lo bisa tau?"
Ryan tersenyum semrik. "Tentang perselingkuhan lo sama Laura? bahkan gue udah tau dari lama."
Lalu Ryan menegakkan bahunya, berbalik. "Lo kan yang paling dekat sama Gerald, tolong jaga dia aja."Setelahnya pria itu pergi.
Samuel hanya diam mematung. Ryan yang bahkan tidak terlalu dekat saja bisa tahu, bagaimana dengan Gerald? Kali ini dia benar-benar mengkhawatirkan yang satu ini.
***
Sementara kedua insani itu larut dalam gerakan dansa mereka, Sesekali Isvara akan menunduk karna malu sedangkan Gerald tetap memandangnya dengan tatapan dalam.
"Jangan menatapku seperti itu," sekian lama diam Isvara akhirnya berbicara.
"Kenapa?" Gerald dengan sabar menuntun kaki Isvara untuk mengikuti tariannya, karna gadis itu tidak terlalu lihai dalam berdansa.
"A-aku malu." cicitnya.
Gerald tersenyum. "Manis sekali," gumamnya.
Isvara kali ini mendongak, berani menatap kedua bola mata berwarna coklat terang itu.
Musik berganti, kini lagu [Perfect-Ed Sheeran] mulai menggema di sekitar aula pesta. Suasana menjadi lebih romantis.
Apakah kini waktu yang tepat Gerald untuk mengungkapkan perasaannya?
Gerald membawa Isvara hingga ke tengah, berdansa di antara banyaknya pasangan yang juga sedang berdansa. lagu mengalun lembut mengiringi para pasangan yang sedang berdansa itu, Gerald menunggu waktu yang pas hingga pada reff lagu.
*Sepenggal lirik, dari lagu Perfect-ed Sheeran*
-Baby, i'am dancing in the dark-
"Kau mendengarnya? sayang, aku menari dalam gelap,"ucap Gerald pada Isvara,seolah sedang menerjemahkan lagu itu untuknya.
Isvara mengangguk.lagu ini adalah lagu kesukaannya, ia selalu mendengarkannya ketika ia sedang merasa kesepian.
-With you between my arms-
"Bersamamu di pelukanku," bisik Gerald padanya.
-Bareefot on the grass, listening to our favorit song-
"Tak beralasan kaki di rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita," bisik Gerald, kali ini mengecup sebelah pipi Isvara.
__ADS_1
Seperti tersihir, Isvara hanya diam saja mengikuti alunan musik dan pergerakan pria itu.
-When i saw you in the dress, looking so beautiful-
"Saat ku lihat kau dengan gaun itu, terlihat sangat cantik." Bisik Gerald kali ini dengan mengecup lembut pipi kirinya.
-I don't deserve this, darling, you look perfect to night-
"Aku tak layak untuk ini, sayang, kau terlihat sempurna malam ini," ucap Gerald menatap kedua bola matanya lekat.
Bersamaan dengan ucapan Gerald,lagu berhenti, dansa mereka pun berhenti. Ntah kenapa Isvara hanya diam setelahnya.
Ia masih tidak menyangka dengan semua ini. Gerald menerjemahkan lagu kesukaannya, memeluknya, mencium pipinya.
Seolah-olah lagu itu memang menggambarkan perasaan Gerald saat ini untuknya.
"Aku tahu Isvara, ini terlalu mendadak untuk mu," Gerald mengambil kedua tangannya, mengenggamnya dengan sangat erat.
Sementara di sana, ada seorang wanita dengan mini dress yang membuat belahan dadanya terekspos, melihat semua itu, Laura menatap penuh amarah kedua insan yang kini sedang memandang satu sama lain.
kenapa? kenapa Gerald melakukan semua ini? seharusnya dirinya yang ada di sana bukan Isvara si kampungan itu.
Dengan kaki yang di hentakkan karna kesal setengah mati, Laura menghampiri kedua orang itu.
"Aku--" mendadak suara Gerald terhenti, tenggorokannya Seperti tercekat. untuk mengungkapkan perasaannya saja rasanya sungguh berat.
Sementara Isvara dengan hati berdebar menunggu apa yang akan di ucapkan Gerald.
"Aku menci--"
"Gerald!" satu seruan itu mengagetkan keduanya. membuat perkataan Gerald lagi-lagi terpotong.
Laura dengan kasarnya menubruk mereka berdua memisahkan tangan keduanya.Isvara terkejut begitupun dengan Gerald.
"Ngapain kamu sama si Upik abu ini dansa-dansa gak jelas kaya gitu?!" hardiknya menatap tajam pada Isvara.
"Laura ngapain kamu disini? lepaskan tanganmu!" Gerald yang tak ingin di sentuh wanita itu, menghentakkan tangan Laura di lengannya.
"Gerald!" kali ini Laura hampir menangis. mereka kini menjadi tontonan para tamu yang ada di sana.
"Kamu kenapa berubah sih? ini semua pasti Karna si kampungan ini, kamu di apain aja sama dia selama ini?" tunjuknya pada Isvara.
Isvara yang sakit hati lebih memilih untuk meninggalkan area pesta, mata indahnya sudah berkaca-kaca. Gerald hendak menyusulnya namun tangannya di hentikan oleh Laura.
"Kamu mau ngapain? mau nyusul dia?"
"Lepaskan!" Gerald menarik tangannya, membuat Laura tersentak.
"Lo udah gak penting lagi Laura, Sekarang kita putus!"
__ADS_1
Duarr! seperti ada yang menghantam, Laura seketika lemas dengan pernyataan yang keluar dari mulut pria itu.
Sedangkan Gerald sudah menjauh darinya dan lebih memilih mengejar Isvara.