TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
promo new novel (My beloved hubby)


__ADS_3

Bagaimana rasanya harus menikah dengan calon kakak ipar mu sendiri?


Itulah yang di rasakan Syera Andini yang harus menelan pil pahit di hari bahagianya ketika sang kekasih yang menjadi mempelai prianya kabur tanpa kejelasan.


Tak ingin menanggung malu membuat kedua keluarga memutuskan menikah kan Syera dengan Dewangga Arjuna dirgantara yang tak lain adalah kakak dari Danish.


Atas desakan keluarga besar membuat mereka mau tidak mau melakukan pernikahan atas dasar keterpaksaan itu.


Bagaimana caranya mereka menjalani biduk rumah tangga sementara cinta saja tidak hadir di antara mereka?


***


Bab 01


Wanita cantik dengan gaun pengantin putih gading yang menjuntai hingga ke bawah itu bergerak cemas di ruang tunggu, menatap sedih ke depan, harusnya hari ini adalah hari bahagianya, kenapa malah kemalangan yang ia dapatkan?


"Gimana ini pak Anthony, di mana Danish kenapa belum datang juga?!" kemarahan jelas tercetak di wajah teduh kebapakan itu, Pak Hans ayah dari pengantin wanita di pernikahan ini sudah muak, karena pengantin pria yang tak kunjung datang.


"Tenang pak Hans, Danish berada di mobil lain, dia pasti akan segera datang."


"Lihat, sudah jam berapa ini? akad akan segera di mulai." pak Hans tidak bisa lagi diam, 1 jam mereka menunggu, bahkan pak penghulu sudah siap di sini, juga para saksi, namun yang di nantikan tak kunjung datang.


"Sabar pah, kita tunggu lagi." wanita dengan kebaya merah marun bersanggul rapi dengan tutur kata lembut nya menenangkan sang suami.


"Gimana mau sabar mah, ini mengenai martabat keluarga kita, nasib putri kita!" ucap pak Hans dengan nada tinggi, rundingan tak lagi menjadi solusi, karena pengantin pria tak juga kunjung datang.


Pak Antony tidak bisa lagi diam, nama besarnya pun di pertaruhkan di sini, ia lalu menelpon supir yang membawa mobil Danish, namun yang dia dapatkan adalah sebuah pesan dari putranya.


[Pah, aku gak bisa nikah sekarang, aku gak siap]


Betapa syok nya dia setelah membaca pesan itu, ibu Ratna selaku ibu Danish mendekati.


"Bagaimana pah, ada kabar tentang Danish?" dia pun cemas, pak penghulu sudah tidak bisa lagi menunggu, para tamu undangan pun sudah menunggu di depan, banyak kalangan relasi juga rekan bisnis mereka yang datang di acara ini.


"Anak itu benar-benar kurang ajar!" gumam pak Antony penuh geraman.


"Kenapa pah?" Bu Ratna menanti dengan cemas apa yang akan di katakan sang suami.


"Mah, Danish kabur. Dia tidak akan datang."


"Apa?!" itu bukan suara Bu Ratna, namun pak Hans yang lebih dulu mendengar.


"Apa maksud anda dengan Danish kabur?!"


Teriakan itu terdengar hingga ke telinga Syera, gadis itu tidak bisa lagi membendung tangisnya, ternyata benar dugaannya, Danish memang tidak siap dengan pernikahan ini.


"Syer ... "

__ADS_1


Teman-temannya menatap sedih, mereka yang akan menjadi brishmad di hari pernikahan Syera, malah di sambut dengan air mata gadis itu.


"Aku harus gimana ... " Syera menangis tak peduli lagi dengan riasannya yang akan luntur.


Di luar perdebatan semakin menjadi, pak Hans yang tak ingin menanggung malu, meminta solusi pada keluarga mempelai pria atas kaburnya putra mereka.


"Gimana ini pak Anthony? kami tidak bisa di permalukan seperti ini, pokoknya cari Danish hingga ketemu, pernikahan ini tidak boleh batal."


Pak Anthony dan istrinya pun sama-sama bingung, berulang kali mereka menelpon nomor Danish, namun putra kedua mereka itu seakan lenyap di telan bumi, mobil yang seharusnya membawanya kesini pun datang seorang diri.


Hari sudah semakin meninggi, desas-desus tentang kaburnya mempelai pria sudah mulai terdengar, mereka berbisik-bisik membicarakan hal yang sedang terjadi ini.


Hingga keadaan semakin runyam, seorang pria datang, berjalan menghampiri pak Antony dan Bu Ratna.


"Mah, pah."


Mereka menengok, bukan hanya pak Antony dan Bu Ratna tapi semua orang yang ada di situ.


"Dewa!" pak Antony menghampiri, "kamu ada di sini?"


Melihat tatapan orang-orang ada di sana membuat pria maskulin itu menunduk ragu.


"Tentu, ini adalah pernikahan adikku, mana mungkin aku tidak datang."


Dewangga Arjuna, adalah kakak dari Danish Wijaya, awalnya Dewa sedang berada di Singapura, jadi pak Antony tidak mengira putranya akan datang.


Semua orang berduyun-duyun menghampiri membuat Dewa berkerut heran, dan bukankah ini acara pernikahan, dimana mempelai pengantin nya?


"Pak Antony bukan saatnya menyambut putra anda, yang saatnya anda pikirkan adalah solusi untuk semua ini?" pak menekankan kata-katanya.


Dewa semakin bingung. "Ada apa ini pah?"


Pak Antony menarik nafas pelan, "Kami sedang mencari solusi karena adik mu yang lari dari pernikahan nya."


Lalu beberapa saat kemudian ia tersadar, menatap Dewa lekat. "Pak Hans, bagaimana jika Dewa putra pertama saya yang menjadi pengantin prianya, menggantikan Danish yang kabur.


*


*


*


Ini gila, batin Syera, ia mendengar langsung ide dari calon ayah mertua nya karena ruangan dan tempat mereka berdiskusi sangat dekat, langsung keluar dengan penolakan keras.


"Tidak mau!"


"Tidak mau!"

__ADS_1


Seru mereka Berbarengan, Dewa dan Syera saling menoleh, menyadari keberadaan masing-masing. Wajah kedua belah pihak tercengang barang sejenak mendengar usulan yang di utarakan pak Antony.


"Bagaimana bisa kalian memutuskan ini, bahkan aku dan pria ini tidak saling mengenal," Syera menyeruakan ketidaksetujuannya, tiga tahun berpacaran dengan Danish ia bahkan baru tahu jika pria itu memiliki seorang kakak laki-laki, padahal hubungan nya sangat dekat dengan keluarga Danish tapi bahkan mamah Ratna tidak pernah bicara tentang putra pertamanya itu.


"Tapi coba pikirkan sayang, ini demi martabat keluarga kita." pak Hans berkata lembut pada putrinya.


"Pah." Syera menggeleng dengan air mata yang kembali meleleh.


"Sayang, dengarkan papah ya?"


"Mah." Syera menggeleng lemah menatap sedih wanita yang telah melahirkannya itu.


"Dewa, kamu mau kan menggantikan adik mu?" sementara pak Antony mencoba bicara dengan putranya.


"Tapi pah, pernikahan bukanlah hal yang bisa di permainkan."


"Tapi ini bukan permainan, adik mu kabur entah kemana, sekarang keadaan sedang kacau, kita tidak mungkin pulang membawa malu." Kini bu Ratna yang giliran berbicara.


"Cobalah pahami situasi, kami tahu ini mendadak untuk mu, tapi hanya kamu yang bisa kami andalkan." pak Antony menepuk-nepuk punggung Dewa.


"Mah, mana mungkin aku menikah dengan calon kakak ipar ku sendiri? kalau seperti ini lebih baik di batalkan saja."


"Tidak bisa sayang, di luar para tamu sudah menunggu, ada banyak rekan bisnis papah mu, tidak mungkin kita membuat malu nama keluarga, turuti kata papah mu ya?"


Syera menggeleng dengan air mata yang jatuh hingga ke leher jenjangnya yang putih.


"Tapi ini paksaan namanya." Syera semakin terisak.


Ingin rasanya ia mengutuk Danish saat ini juga, memang salahnya mendesak pria itu untuk menikahinya sekarang juga, dia sudah tahu ada keraguan yang selalu Danish tampilkan jika dia membahas tentang pernikahan, tapi bukan salahnya, bukan kah setiap wanita butuh kepastian?


Mamah menggeleng seraya mengenggam punggung tangannya. "Tapi kita tidak punya pilihan."


"Syera, suka tidak suka, mau tidak mau kamu harus menikah dengan nak Dewa, ini perintah papah!" tegas pak Hans.


*


*


*


"Saya terima nikahnya Syera andini binti Hans andara dengan maskawin tersebut di bayar tunai," ucap Dewa dalam sekali tarikan nafas, tanpa beban di depan pak penghulu.


"Sah." teriak para saksi.


Pada akhirnya semua telah terjadi, Syera dan Dewa menyerah pada situasi yang mendesak mereka, di tengah euforia yang terjadi, mereka saling diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing tentang pernikahan atas dasar paksaan yang baru saja terjadi.


Bagaimana mereka bisa menjalani ikatan suci ini, jika cinta saja tidak hadir di tengah mereka?

__ADS_1



__ADS_2