TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
51. Kekacauan


__ADS_3

Aku tak akan pernah meninggalkanmu, karna namamu selalu ada di setiap helaan nafas ku


Menancap di sanubari,dan selalu kekal di dalamnya.


~Gerald Angkasa wirasena untuk Isvara kiraniadi~


***


Suasana kediaman wirasena tampak sangat ricuh, para wartawan berbondong-bondong memberikan pertanyaan pada dua orang yang kini menjadi pusat perhatian.


Sementara di sebelah sang pria ada istri sah yang kini tengah merajam ramu, sesak di dada semakin terasa saat Isvara melihat bagaimana cocoknya kedua orang itu kini, yang satu tampan, anak keluarga terpandang juga CEO perusahaan besar, yang satu lagi cantik,model terkenal dan yang paling penting dia berkelas.


Tidak seperti dirinya yang hanya remahan kerupuk yang selalu di buang, hanya parasit yang menumpang pada inangnya.


Gerald mendorong kasar tubuh sintal Laura, dia tidak perduli lagi dengan tidak perduli lagi dengan namanya yang akan tercemar.


"Apaan maksud mu itu? bilang pada mereka itu tidak benar!" Bentak Gerald setelah mendengar pernyataan sepihak wanita itu.


Laura sempat meringis, dorongan Gerald benar-benar kuat, tak menyangka Gerald akan sekasar ini padanya. Di mana Gerald-nya yang dulu sangat lembut padanya? kenapa pria ini cepat sekali berubah.


"Kamu kenapa sih sayang, aku bilang yang benar, kamu sendiri kan yang menjanjikan pernikahan padaku?" Laura berusaha untuk tetap tenang, namanya di dunia entertainment di pertaruhkan di sini.


Laura sudah melangkah sejauh ini dan itu hanya demi pria ini. Laura tak akan menyerah.


"Kau sudah gila? apa pernyataan ku kemarin tidak jelas?" Gerald tak segan berbuat kasar pada siapapun yang mencari gara-gara dengannya.


"Kita udah Putus, sadar! gak ada hubungan lagi di antara kita!" tegas pria itu.


"Enggak, enggak," Laura menggeleng cepat, "Jangan di dengarkan, sepertinya kekasih ku ini hanya sedang bercanda hahaha." Laura masih berusaha untuk tertawa di depan banyak kamera.


"Pak Gerald, kenapa anda sangat kasar dengan calon tunangan anda sendiri?"


"Kira-kira kapan kalian akan mengusungkan pesta pertunangan kalian?"


"Bagaimana perjalanan hubungan kalian, bisakah ceritakan sedikit dengan kami?"


Pertanyaan demi pertanyaan masih tetap terlontar dari paparazi meskipun mereka sudah melihat kejadian tak mengenakkan tadi. suara bising dari para wartawan itu juga jepretan kamera Membuat Gerald risih.


Sementara Isvara semakin terpojok di sana,di ingin keluar tapi tubuhnya di himpit banyak orang.


"Bisakah kau geseran dikit? saya ingin mengambil gambar pasangan ini." seorang pria yang membawa kamera di tangannya mendorong tubuh Isvara, hingga tubuh gadis itu sedikit terjungkal.

__ADS_1


"Maaf." Isvara menudunduk, entah kenapa malah yang dia yang meminta maaf?


"Aduh kau bisa keluar saja gak dari sini? Kau menghalangi!" hardik kemeramen itu. sekali lagi dia mendorong bahu Isvara dengan kasar.


Hal itu di lihat langsung di depan mata Gerald, pria itu menjadi kesal.


"Hei,apa yang kau lakukan tadi hah!" Gerald menghampiri kameramen itu dan menarik kerah bajunya.


"Beraninya kau mendorong tubuh dia?!" Gerald melotot pada kameramen itu, seketika membuat tubuh sang pria menjadi gemetar.


"M-maaf pak, tapi tubuh wanita ini menghalangi, lagipula kan dia cuma pembantu anda pak," Ucap kameramen itu memberi pembelaan.


"Sudah tau salah,kau masih bisa mengelak rupanya!" Gerald siap melayangkan tinjunya, tapi seseorang menahannya.


"Jangan kak!" Mahesa ada di sana, menghalangi kakaknya untuk tidak mencemari nama keluarga mereka.


"Apa yang kau lakukan? lepaskan!" Gerald menarik lengannya sendiri.


Pandangan Mahesa jatuh pada Isvara, "Lebih baik kamu masuk ke dalam, biar aku yang akan menangani ini."


Isvara mengangguk pelan, dia masih terserang kaget langsung melangkahkan kakinya dengan gemetar, semua orang yang berdesakan memberi jalan untuknya lewat.


***


Laura yang kesal menghentakkan kakinya. "Mahesa kamu apa-apaan sih? kenapa kamu mengusir mereka semua?!"


"Lo yang apa-apaan!" Mahesa tiba-tiba membentak. membuat Laura tersentak.


"Lo tau gak sih yang lo lakuin itu kekanakan banget? Lo sengaja mau mencemarkan nama baik keluarga ini?"


"Apasih Jangan geer, urusan aku kan sama Gerald, bukan sama keluarga ini!" mereka bersitegang.


"Gue tau, tapi dengan lo ngundang paparazi ke sini sama aja lo mencemarkan nama baik keluarga wirasena karna ini rumah kita!"


"Lagian keluarga ini juga gak mau berurusan sama lo!" hardik Mahesa.


"Kok kamu ngomongnya kasar banget sih? dulu kamu ngomongnya gak kaya gini ke aku, apa semua ini gara-gara Isvara? dia yang ngerubah kamu juga?!"


"Jangan libatin Isvara di sini, dia gadis baik-baik, gak kaya lo yang ratu drama!"


"Mahesa!" Laura merasa sakit hati, sudah ada genangan air di pelupuk matanya.

__ADS_1


"Apa?" Mahesa kembali menantang, tidak biasanya dia seperti, di luar dia terkenal sangat kalem dan penyabar dalam menyikapi masalah, namun dalam kasus ini ntah kenapa dia tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Aku kira kamu dulu suka sama aku lo Sa, kamu yang ngejaga aku kalau Gerald gak bisa beri aku waktu, kamu baik, kamu pengertian,tapi kenapa sekarang kamu berubah?"


Mahesa mendengus. "Gue ngejaga lo? kayanya Lo salah paham sama kebaikan gue dulu, lagipula gue ngejaga lo karna permintaan Samuel doang."


"Apa?!" Laura tercengang.


"Lo sadar gak sih selama ini lo udah nyampakkin pria yang tulus sama lo?"


Mahesa lalu melihat seseorang datang. "Lihat, Gerald udah dateng. orang yang berurusan sama lo."


Gerald mendekat, saat mereka berpapasan Mahesa menatapnya sebentar lalu kembali menatap Laura,dan seterusnya pergi.


"Gerald, sayang?" tatapan Laura melemah padanya, Laura memegang lengannya.


Tapi Gerald dengan segera menepis, " Lo tau gak apa yang lo lakuin itu udah keterlaluan?!"


"Sayang, jangan kaya Mahesa please?" Laura memelas. "Masa semua pria yang dekat sama aku ngomongnya Sekarang kasar, Samuel, Mahesa, Brandon? tapi setidaknya kamu jangan "


Gerald mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, kali ini dia akan mencoba untuk sabar.


"Cuma satu permintaan ku, kamu pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi!"


"Gerald, kamu ngusir aku?" Laura sudah akan menangis.


"Dan satu lagi bikin pernyataan di depan publik kalau yang kau bilang tadi itu tidak benar dan beritahu jika hubungan kita sudah berakhir!"


"Gak, gak, aku gak mau Ger. kita masih pacaran, kita masih sepasang kekasih." Laura bersikukuh.


"Gak!" tegas Gerald. "Kita sudah berpisah dan aku sudah mempunyai istri!"


"Gak, gak. Aku gak mau Gerald! aku gak mau berpisah dari kamu!" Laura berjongkok dan memegang kaki pria itu.


Gerald meringis, kenapa dengan wanita yang di kenalnya selama enam tahun ini? Laura Begitu merendahkan harga dirinya.


Gerald ikut berjongkok, menarik kakinya. lalu memegang bahu Laura. tak bisa di pungkiri hatinya sedikit tersentak saat melihat Laura seperti.


"Lau, sadarlah, hubungan yang kita jalani kemarin di dasari bukan karna cinta.


"Dan sekarang aku telah menemukan gadis yang aku cintai, dan kau pun harus sama, jadi lupakan aku dan temukan juga cintamu."

__ADS_1


__ADS_2