Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Percaya diri


__ADS_3

Menikahi Bos Mafia


Part 38


Beruntung tadi Bibi sempat melihat Mas Ronal, dengan begitu Mama lebih yakin dengan alasanku melarang Mbak Nadin membawa motor itu. Biar saja dia naik ojek seperti biasanya. Lagipula, misalkan dia nggak ngojek, tetap saja nggak bisa berhemat.


"Besok aja deh aku minjamnya, Dira. Sehari doang nggak apa-apa. Lagian kamu mau kemana sih besok? Sudah mau menikah Dira, pamali keluar jauh-jauh. Takut kenapa-kenapa," ucap Mbak Nadin menakut-nakutiku.

__ADS_1


"Wajar Nadira ingin pakai motornya, Nat. Itu kan motor baru hadiah dari Tuan Martin karena dia mau menikah dengan anaknya Tuan Martin, masa kamu yang pakai sih? Kalau kamu mau menikah dengan preman itu, kamu pasti juga akan dikasih motor baru seperti Nadira," sahut yang lain membuat Mbak Nadin semakin diliputi amarah.


"Anaknya Tuan Martin kan ada dua. Ngapain juga aku nikah sama preman yang mantan narapidana, kalau Hansel saja yang nyaris sempurna itu mau sama aku. Hansel itu sudah ganteng, baik, perhatian, mapan pula. Pokoknya laki-laki idaman wanita banget deh. Aku merasa sangat beruntung bisa dekat sama dia, aku yakin setelah melihat Nadira dan kakaknya menikah, dia juga nggak akan butuh waktu lama untuk melamarku." Mbak Nadin begitu percaya diri mengatakan semuanya di depan para tetangga.


Tak tahukah dia jika mulut beberapa tetangga di sini tak bisa dipercaya? Aku yakin nanti ada yang lapor soal ini sama mamanya Mas Hansel. Ribet. Aku aja takut melihat wanita tengah baya itu tiap kali tak sengaja bertatap muka.


Aku merasa tatapannya terlalu sinis dan ketus seolah aku yang mendekati atau merayu anaknya. Sekalipun sudah berulang kali Mas Hansel jelaskan padanya jika hubungan kami hanya berteman bahkan dia juga selalu bilang pada mamanya tak pernah tertarik sedikitpun padaku, tapi tetap saja mama Mas Hansel tak pernah ramah.

__ADS_1


Aku jadi penasaran apakah bundanya Mas Ronal akan melakukan hal yang sama padaku atau sebaliknya. Jujur saja, selama bekerja di toko Tuan Martin tak lebih dari lima kali aku bertemu dengan ibu Ratna. Apalagi setelah dia dinyatakan stroke dan harus duduk di kursi roda sejak Mas Ronal di penjara, nyaris tak pernah melihat lagi bagaimana sosoknya.


Namun entah mengapa dalam hati aku percaya jika dia berbeda. Tak sama dengan madunya itu. Paling tidak, aku sudah cukup tenang sebab Tuan Martin bilang jika ibu Ranti menyetujui pernikahanku dengan Mas Ronal. Dengan begitu tak ada penolakan dan cibiran dari mertua saat aku masuk dan menjadi anggota baru di rumah mereka.


"Memangnya Hansel beneran mau sama kamu, Nat? Bukannya dari dulu dia dekat sama Nadria?" tanya salah satu tetangga. Aku tak terlalu hafal suara siapa sebab kini di halaman rumah masih cukup banyak tetangga yang berkerumun.


"Hansel bilang mereka cuma berteman doang kok. Lagipula wajarlah kalau cuma temenan, mana mau Hansel nikah sama Nadira yang nggak tahu fashion dan cuma lulusan SD begitu.

__ADS_1


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


__ADS_2