
Menikahi Bos Mafia
Part 56
Ronal telah 3 kali masuk penjara, pemabuk, kejam, penjudi, doyan bergonta-ganti wanita dan banyak lagi hal yng lainya. bahkan mas Hansel pun mengiyakanya. Karena itu pula mas hansel ngotot melarangku untuk todak menerima perjodohan ini.
Dia takut jika aku nantinya akan mendapatkan perlakuan yang tak mengenakan dari kakaknya itu. Namun, sejauh ini justru aku mendapatkan perlakuan sebaliknya dari mas Ronal, malah kubilang itu terlalu manis dan romantis.
"Tetangga bilang kamu kemarin berantem dengan Mas Ronal disini cuma karena Nadira, Bener ngak mas?" Lagi-lagi kudengar obrolan Mbak Nadin yang berada di teras.
__ADS_1
Hanya suaranya saja yang terdengar oleh ku sebab dia tak menyalakan speaker handphonenya jadi aku tak tahu apa jawaban dari Mas Hansel atas pertanyaan-pertanyaan Mbak Nadin.
"Nyebelin banget sih kamu, Mas. Lantas selama ini kamu anggap aku ini apa?" tanyanya sembari terisak.
"Kalau mau move on nggak gitu caranya mas. Cuekin aja mereka. Aku nggak mau ya cuma kamu jadikan pelampiasan kekesalan atau kecemburuanmu aja. Lagipula ngapain sih kamu khawatirin Nadira. Kakakmu sendiri yang pilih dia, Mas. Sepertinya kakakmu juga sudah naksir sama Nadira jauh-jauh hari sebelum rencana perjodohan ini, jadi kurasa nggak mungkinlah dia tega main kasar atau menelantarkan Nadira nantinya. Sudahlah, tak perlu khawatir terus sama dia. Jangan-jangan kamu memang nggak niat move on ya? Masih terus mengharapkan cintanya Nadira?" Suara Mbak Nadin menjauh dari teras, namun aku masih mendengarnya dengan cukup jelas.
Padahal tiap kali berhadapan denganku Mbak Nadin selalu menakut-nakutiku tentang sosok Mas Ronal yang terkenal bengis dan kasar. Dia pun yakin hidupku akan makin sengsara jika menikah dengannya. Aneh banget Mbak Nadin, selalu saja plin-plan kalau bicara.
"Pokoknya aku nggak mau tahu ya, Mas. Sebelum pernikahan Nadira kamu harus sudah pulang kebandung. Kita bisa kok mulai hubungan dari awal. Kalau Nadira sudah bahagia dengan pilihannya, aku yakin kita juga akan bahagia jika bersama, Mas. Percaya deh, aku bisa jadi istri yang baik dan sepadan buat kamu. Lagipula selama ini kamu bilang sama aku kalau hubunganmu sama Nadira hanya sebatas sahabatkan, tapi kenapa kamu sepertinya frustasi melihat Nadira akan menikah? Gimana sih, Mas. Sebagai sahabat harusnya bahagia melihat sahabatnya menemukan pujaan hatinya, bukan sebaliknya," cecar Mbak Nadin lagi dan lagi.
__ADS_1
Aku kembali menghela napas. Tak ingin mendengar obrolan Mbak Nadin lagi, aku memilih keluar kamar dan membuat nasi goreng di dapur. Baru saja nasi gorengku matang, kudengar dering handphone di saku gamis rumahanku.
[Dira, aku di Batam. Gimana kalau kamu kuajak ke sini saja supaya tak dipaksa menikah dengan Mas Ronal? Aku bisa carikan kerja buat kamu disini, sekalian kamu kejar paket C untuk dapatkan ijazah SMA. Dan Kamu bisa kuliah lagi, Dira. Hidupmu akan lebih mapan nantinya, jika kamu memiliki pendidikan yang tinggi. Jadi, bisa bayar hutang almarhum papa dengan gajimu sendiri tanpa harus mengorbankan hidup dan masa depanmu. Ayolah, Dira. Mau ya? Aku belikan tiket pesawat kalau kamu mau, nanti aku jemput di bandara. Bagaimana?]
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Aku Bukan Rahim Cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1