Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Mati rasa


__ADS_3

Menikahi Bos Mafia


Part 39


Dia bisa bikin Hansel malu kalau kumpul dengan teman-teman kuliahnya atau tak sengaja bertemu dengan mitra bisnisnya. Kalau sama aku jelas auranya berbeda. Meski soal status sosial aku bukan levelnya, tapi setidaknya saat di luar rumah aku tak malu-maluin jika diajak jalan. Bisa mengimbangi dia juga kalau ngobrol sama teman-temannya."


"Memangnya Hansel beneran mau sama kamu, Nat? Bukannya dari dulu dia dekat sama Nadira?" tanya salah satu tetangga. Aku tak terlalu hafal suara siapa sebab kini di halaman rumah masih cukup banyak tetangga yang berkerumun.

__ADS_1


"Hansel bilang mereka cuma berteman doang kok. Lagipula wajarlah kalau cuma hanya temenan, mana mau Hansel nikah sama Nadira yang nggak tahu fashion dan cuma lulusan SD begitu. Dia bisa bikin Hasel malu nanti jika kumpul dengan teman-teman kuliahnya atau tak sengaja bertemu dengan mitra bisnisnya dijalan. Kalau sama aku jelas auranya sangat berbeda. Meski soal statas sosial aku bukan levelnya, tapi setidaknya saat di luar rumah aku tak malu-maluin jika diajak Hasel jalan. Bisa mengimbangi dia juga kalau ngobrol sama teman-temannya."


Mbak Nadin kembali membanggakan dirinya sendiri. Dia melirikku dengan sinis, kembali merasa jauh lebih tinggi di atasku. Mama yang seharusnya bisa meredam semuanya justru menganggukkan kepala mendengar penjelasan anak sulung kesayanganya itu.


Seolah tak pernah menganggapku ada atau mungkin mengira jika aku perempuan yang mati rasa. Mungkin Mama pikir aku tak memiliki sakit hati atau terluka saking terbiasanya mendapatkan cacian yang sama dari mereka berdua.


"Bu Sinta sama Bu Ratna itu beda loh, Nat. Meski mereka sama-sama istri Tuan Martin, tapi Ibu Ratna itu jauh lebih ramah dan sopan dengan semua orang. sangat berbeda dengan Ibu Sinta. Kamu nggak bisa seyakin ini bakal direstui menjadi menantu Tuan Martin. Bu Sinta itu lebih mengedepankan bibit, bebet dan bobotnya saat memilih calon mantu. Bukan orang sembarangan lah intinya. Aku sendiri dengar begitu saat dulu ada acara syukuran rumah barunya. Jadi, pokoknya berhati-hati dan jangan terlalu meninggi takutnya nanti kamu patah hati," ucap Mbak Lina jujur disertai anggukan beberapa tetangga lainya.

__ADS_1


Jadi, selama ini Mbak Nadin yang berusaha mendekati Mas Hansel? Atau memang Mas Hansel sendiri yang berusaha dekat dengan Mbak Nadin karena dia memang jauh lebih cocok bersamanya dibandingkan aku?


Ah, entahlah. Tak ingin berpikir macam-macam, kutinggalkan Mbak Nadin, Mama dan beberapa tetangga yang masih berkerumun di halaman membicarakan keluarga Tuan Martin dan motor baruku.


Jarum jam nyaris menunjuk angka lima. Aku belum shalat ashar. Buru-buru aku mengambil wudhu untuk menjalankan kewajiban. Shalat empat rakaat sudah kulakukan, rasanya hati jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Aku Bukan Rahim Cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2