Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Babak belur


__ADS_3

Menikahi bos Mafia


Part 81


Jadi kesanya tak hanya berdua saja di dalam mobil.sampai di tempat tujuan, sopir akan kembali pulang ke rumah mas Hansel dan akan menjemput kembali saat mas Hansel menelpon minta di jemput.


Mungkin memang terlihat terlalu manja atau anak mama, namun jika mas Hansel menolaknya dan bersihkeras untuk memakai mobilnya sendiri maka izin pun tak akan di terimanya. Mama mas Hansel sangat tidak suka jika anak lelakinya itu pergi jalan hanya berdua bersama ku.


Sebab itu lah dia memiliki banyak cara dan banyak alasan agar anak lelakinya itu bisa segera cepat pulang. Hinga akhirnya mas Hansel memberontak dan sering kali datang dengan mengendarai sepeda motornya sendiri.


"Apa kamu kedinginan,Dira? Tanya pak Udin tiba-tiba.

__ADS_1


"Lumayan pak, tadi lupa juga bawa jaket." balas ku kemudian


Aku benar-benar tak nyaman dengan keadaan saat ini yang terpaksa harus keluar di malam yang dingin seperti ini. Namun pak Udin bilang keadaanya cukup penting. Hingga bunda terpaksa meminta ku untuk datang kerumahnya saat ini juga padahal besok adalah acara pernikahan ku dengan mas ronal digelar. Ada apa sebenarnya?


"Memangnya ada apa sih pak? Apa Kakak beradik itu berantem lagi?" Tanya ku penasaran, namun lagi-lagi pak Udin hanya mengatakan kepada ku untuk bersabar dan melihat sendiri keadaanya setelah sampai di rumah bunda nanti.


Setelah beberapa menit di jalan raya, aku dan pak Udin telah sampai di depan rumah bunda. Ini kedua kalinya aku berkunjung ke rumah bunda yang asri dan sepi. Namun kali ini sepertinya berbeda karena mobil tuan Martin yang sering dipakai oleh mama mas Hansel pun sudah terparkir di halaman rumah bunda.


Suara ribut pun cukup jelas terdengar di telinga ku membuat ku semakin berdebar seakan ketakutan, apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana?.


"Mas Hansel dan mas Ronal bertengkar gara-gara kamu, Dira." pak udin pun akhirnya angkat suara saat mengantarku memasuki gerbang rumah bunda hingga teras.

__ADS_1


"Itu nadira sudah datang. Kalian berdua diam dan duduklah, jangan saling pukul." suara bunda terdengar dari tempat ku berdiri saat ini. Aku yang sembari mengetuk pintu yang terbuka lebar.


"Jangan terlalu bo*oh Sel, ngapain kamu memperebutkan perempuan seperti dia?" Lagi-lagi suara itu membuatku semakin menciut.


"Banyak wanita di Ibu kota yang sangat cantik, menawan dan juga jelas bebet bobotnya , lihatlah dunia luar sana, jangan terus-terusan menatapi nasib mu sendiri hanya karena penolakan dari perempuan yang semacam dia." Ibu mas Hansel menunjuk ke arah ku dan bunda yang ada di ambang pintu utam.


"Ayo masuk lah Dira! Maaf ya bunda telah memaksa mu untuk datak kesini malam-malam begini. Bunda tak tau hatus melakukan apa lagi selain meminta pak Udin untuk memanggil mu datang ke sini, lihat saja mereka berdua sudah babak belur begitu." ucap bunda sembari menunjuk ke dua anak lelaki di ruang keluarga itu dengan menggunakan dagunya.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku Bukan Rahim Cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2