Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Jadi rebutan


__ADS_3

Menikahi bos Mafia


Part 82


"Maaf, aku takut bunda." jawab ku lirih yang setengah gemetaran. Aku bahkan tak berani menatap wajah mama mas Hansel yang terlihat sangat begitu murka.


"Jangan takut sayang, ada bunda disini yang akn selalu mendukung mu, di sini kamu tak bersalah nak." balas bunda lagi, lalu mengajak ku untuk masuk ke ruang keluarga dimana yang sudah ada dua anak lelakinya, mama mas Hansel dan tuan Martin yang terlihat sangat lebih tenang.


"Kamu...ya..."Mama mas Hansel nyaris saja menarik lengan ku pada saat aku akan melewatinya dan duduk disebelah kursi roda bunda.


"Sinta! Kamu jangan semena-mena dengan calon menantu ku."sentak bunda membela ku, aku sangat-sangat terharu mendapatkan sebutan calon menantunya. Entah kenapa aku semakin nyaman saat berada disampingnya kami baru saja dua kali bertemu.

__ADS_1


Mas Ronal dan Mas Hansel masi sama-sama menundukan kepala dan hanya diam tak berbicara apa pun. Keduanya sama-sama babak belur, aku tak paham mengapa mereka berdua bisa sampai seperti itu. Apa mas Hansel masih tak terima dengan keputusan ku yang lebih memilih untuk melanjutkan pernikahan ini?


"Dira, sebelumnya kami minta maaf sudah meminta mu untuk datang malam-malam begini. Tapi mungkin ini lah satu-satunya cara agar dua anak lelaki ini tak saling baku hantam lagi." ucap tuan Martin sembari menatap ku lekat, aku mengangguk saja.


"Saya tau kamu dan Hansel sudah sejak lama Bersahabat dekat, saya juga sudah tau hubungan kalian sudah sangat dekat sekali, tapi jika saya bertanya Hansel berulang kali bilang hubungan kalian hanya sebatas Sahabat. Itulah salah satunya alasan saya tak menjodohkan kalian berdua dan lebih memilih untuk menjodohkan kamu dengan Ronal. Tapi setelah perjodohan terjadi dan semua berkas-berkas pernikahan lengkap Hansel baru mengatakan perasaanya dan ketidak relaanya jika kamu menikah dengan kakaknya, karena dia sangat yakin kamu juga sangat-sangat mencintainya. Karena itulah sekarang saya ada disini dan bertanya sama kamu, Dira. Apa itu benar, kamu juga menyukai Hansel?" pertanyaan tuan Martin kembali membuat ku tercekat.


Aku bungung, apa yang harus aku katakan sekarang? Telapak tanganku pun seakan bergetar dan mulai terasa sangat dingin. saat ini aku benar-benar sangat takut, apa lagi saat melihat tatapan bu sinta yang sangat menyeramkan bagi ku.


Tuan martin menghela nafas setelah mengucapkan kalimat panjangnya. Laki-laki berwajah teduh itu pun meminta ke pada kedua anak lelakinya itu untuk mendongak agar aku dapat melihat kedua mata mereka.


"Sekarang mereka berdua berebut ingin menjadi suami mu, Dira. Pililah salah satu dari mereka sebelum acara akad nikah digelar besok pagi." ucap laki-laki itu lagi sembari mengusap lembut lengan istri mudanya.

__ADS_1


"Pa, apa-apaan ini, mama nggak mau punya menantu seperti dia." sentak bu Sinta dengan sangat begitu lantangnya sembari menunjuk ke arah ku lagi. Di sisi lain bunda justru buru-buru merangkul ku dan segera membawa ku ke pangkuanya.


Kedua anak tuan Martin itu pun sama-sama terkejut saat mendongak lalu menatap ku untuk beberapa saat.


"Nadira!" mereka menyebut nama ku nyaris bersamaan.


"Cantik sekali ya calon menantu bunda Nal?"ucap bunda sembari menyeka bulir air mata yang terjatuh di pipi ku.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku bukan Rahim cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2