Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Persetujuan


__ADS_3

Menikahi bos mafia


Part 70


Sesaat kemudian senyum tipis itu terlukis kembali di bibirnya, namun lagi-lagi dia mengalihkan pandangan saat aku menatap lurus ke arahnya.


Laki-laki itu menghela nafas panjang lalu menyandarkan punggungnya ke sofa, seentara bunda kembali menatap anak laki-lakinya. Ada bahasa mata disana yang aku sendiri tak begitu paham dengan apa maksudnya. Namun aku pura-pura tak tau dan. Pura-pura tak melihatnya.


Baiklah kalau begitu, rasanya pertanyaan-pertanyaan bunda sudah cukup menunjukan sikap Nadira dan bagai mana pandangan nadira terhadap perjodohan ini.

__ADS_1


Aku dan mas Ronal mengangguk secara bersamaan lalu aku pun kembali salah tingkah seperti biasanya. Laki-laki itu terlalu pandai menyimpan terkejutan atau pun kegerogianya, sementara aku tak bisa. Selalu bisa ditebak dari expresi maupun sikap ku yang tak biasa.


Hening. Tak ada obrolan sama sekali untuk beberapa saat lamanya. Aku diam saja begitu juga dengan mas Ronal yang masih sama-sama menunggu keputusan apa yang akan diberikan bundanya. Sesulit itu kah bunda untuk memutuskan ya atau tidak atas perjodohan ini.


Apakah tidak ada sedikitpun kebaikan ku dimatanya hingga beliau sangat begitu kesulitan untuk mengatakan iya? Atau tak adakah keburukan dariku yang langsung membuat bunda tak suka hingga memudahkanya untuk menolak ku sebagai menantunya.


"Dira, bunda setuju. Bunda bersyukur sekali memiliki calon menantu seperti mu. Pilihan Ronal memang tak salah. Kamu berbeda,Kamu istimewa, Dira. Pantas saja kalau anak garang bunda ini menjadi setengah gila karena mu. Bunda doakan semoga pernikahan kalian berdua akan selalu bahagia dunia akhirat. Saling mengasihi, menerima dan mendoakan satu sama lain. Bunda titip anak garang bunda ini sama kamu ya Dira, bunda yakin kamu akan bisa membuatnya bahagia, nadira."


"Sini sama bunda." ucap bunda kemudian dengan mata berkaca-kaca, aku kembali merebahkan kepala ku di pangkuanya.

__ADS_1


Tak peduli ada mas Ronal di sebelah wanita cantik itu. Aku sangat-sangat merindukan sosok seorang ibu. Jika boleh bermimpi, aku saat ini tak ingin lagi kembali ke rumah.


Rasanya ingin terus berada disini, mengobrol tentang banyak hal dengan bunda,memasak, tertawa, beres-beres rumah,belanja dan beragam aktivitas rumahan lainya ingin kulakukan bersama bunda. Tak salah bukan jika aku benar-benar ingin merasakkan sentuhan kasih sayangnya.


"Jangan cemburu kalau calon istrimu lebih menyyangi bunda dibandingkan dengan kamu ya." ucap bunda kemudian, aku pun tersenyum tipis dengan masih berada di atas dipangkuanya. Belaian hngatnya dipuncak hijabku membuatku menjadi candu dan sangat rindu. Rasanya aku tak ingin momen sepperti ini cepat berlalu.


"hmmm... Nggak apalah sekarang Nadira lebih menyayangi bunda. Bunda puas-puasin dulu sayang-sagangan sama calin menantu. Nanti kalau sudah sah. Ronal akan biat Nadira tergila-gila pada suaminya. Ucap laki-laki itu dengan begitu percaya dirinya.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku Bukan Rahim Cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2