
Menikahi Bos Mafia
Part 55
"Sudah cukup ya mbak, kamu ngak bisa terus-terusan seenaknya semena-mena terhadap ku seperti ini. Jika kamu terus-terusan begini terhadapku, jangan salahkan aku jika bermain kasar terhadapmu." Ancamku lagi namu hanya dijawab dengan tawa oleh mbak Nadin di depan ku.
"Berani?" tantangnya.
"kenapa enggak? Bukanya kamu sendiri yang bilang kalo Mas Ronal itu sangat menyeramkan bahkan terbiasa mendekam di jeruji besi?" Mbak Nadin cukup kaget dengan pertanyaanku. Dia pasti tak menyangka jika aku membawa nama mas Ronal saat berdebat denganya.
"Ngapain kamu bawa-bawa nama preman itu segala? Dia ngak ada urusanya dengan kita!" balasnya dengan sedikit gugup. Aku cukup tau itu, buktinya dia mengangkat kaki kananya dari atas kirm siangku itu.
__ADS_1
"Jelas ada hubunganya dong dengan mas Ronal, mas Ronal bilang jika ada ada orang yang menganggu ku itu berarti aan berurusan denganya dan dia juga yang akan menghajarnya." Ucapku dengan senyum tipis lalu duduk dikursi yang berada disamping jendela dengan masih mengenakan baju gamis peach ungu ku itu.
"Gila, calon suami mu memang sudah gila." gerutunya dengan kesal.
"Biar saja dia gila, yang penting dia sangat romantis. Bahkan dia membelikanku gamis mahal dan kebaya yang jauh lebih mahal yang ada dibutik tantenya. Skin care itu pun dia yang membelikanya untuku, Mbak. tanpa menanyakanya kepadaku terlebih dahulu. Dia bilang dia adalah penggemar rahasiaku makanya dia banyak tahu tentangku, oh ya kebaya untuk acara akad nikahnya berwarna peach pink, dia yang memilihkanya untuk ku dan pilihanya ternyata pas banget dengan warna favoritku. Sepatunya pun senada dengan warna kebayanya. Cantik sekali pokoknya." ucapku kemudian yang membuat mbak Nadin semakin membulatkan kedua bola matanya.
Aku tahu dia selalu cemburu dan iri melihat ku bahagia. Seperti saat ini, kulihat expresi yang tampak berbeda diwajahnya. Berulang kali melihat baju gamis peach pink yang sudah dilepaskanya setelah mendengar ancaman ku tadi.
"Kurasa dua tiga kali lipat dari ini karena itu untuk dipakai saat acara inti kan? Tentunya harus lebih bagus dibandingkan dengan ini." Lagi-lagi aku dengan sengaja menggodanya, mbak nadin terlihat tampak semakin kesal lalu melempar gamisku yang dipegangnya keatas ranjang.
"Eh, Mbak!" aku setengah berteriak.
__ADS_1
Buru-buru mbak nadin segera merapikanya kembali, saat aku menyebutkan nama mas Ronal. Dia benar-benar ketakutan dengan ancaman ku barusan. Baguslah kalo gitu kan dia ngak akan sibuk menggangguku lagi dan lagi. Hidup ku akn lebih tenang sekarang.
"Kamu kebatam mas?, ngapain kamu kesana coba, kan sebentar lagi nadira akan menikah. Memangnya kamu ngak mau datang diacara pernikahanya nanti?" ku dengar dari kamar mbak nadin sedang menelpon seseorang yang ku yakini itu adalah mas Hansel.
Pernikahan ku dengan mas Ronap akan diadakan kurang dari satu minggu lagi, Rasanya benar-benar deg-degan tak karuan. Banyak hal yang masi belum bisa aku pahami dan tentunya membinggungkan bagiku, tapi aku telan saja semuanya sendiri karena tak mungkin aku menanyakannya kepadanya tentang kabar yang beredaran tentangnya diluar sana selama ini.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1