
Menikahi bos mafia
Part 67
Deg.. Aku kembali menelan saliva. Kebingungan mulai merajai otak. Sungguh, aku agak sedikit binggung menjawab pertanyaan Bunda, pertanyaan yang sedaritadi ku khawatirkan akhirnya tak luput juga dari bibirnya. Bunda benar-benar sudah menguliti perasaan ku dari dalam hingga ke luarnya.
"Bunda Tahu bagai mana Sinta karena kami memang pernah tinggal seatap beberapa tahun lamanya. Bunda hafal betul bagaimana karakternya, Dira. Tapi bunda hanya ingin tau tentangbperasaan mu saja, Dira. Apa kamu juga mencintai Hansel? Bagaimana jika akhirnya Sinta setuju dengan hubungan kalian berdua?" Bunda mengulang Kembali pertanyaanya.
Aku terdiam beberapa saat, memutar otak agar mendapatkan jawaban yang tepat. Setidaknya tak menyinggung perasaanya maupun menyudutkan madunya. Walau bagaimana pun aku harus menghormati dan menghargai keputusan ibu Sinta yang memang tak menyukai ku sejak awal aku tak bisa menyudutkanya begitu saja.
__ADS_1
"Bunda, sejak awal mas Hansel bilang hubungan kami hanya sebatas sahabat dekat saja tak lebih, makanya saya juga menjunjung. Penuh hubungan itu. Hanya sebatas sahabat, tak bisa lebih. Tapi setiap orang memiliki perasaanya sendiri kan bunda? Begitu pula dengan saya, sekali pun sudah meyakinkan hati untuk sekedar berstatus sebagai sahabat, nyatanya ada perasaan lain yang menyelimuti di hati iniada perasaan sayang yang perlahan tertanam, sebab jujur saya memang hanya memiliki sahabat mas Hansel seorang. Banyak hal yang saya ceritakan padanya dan begitu juga dia. Mungkin dari kebersamaan itulah menimbulkan rasa sayang yang tak semestinya itu."
Lagi-lagi aku menjeda pembicaraan, mengumpulkan banyak keberanian untuk jujur tentang semuanya pada Bunda. Terserah jika nanti Bunda memutuskan lain atas perjodohan ku dan mas Ronal. Aku tak ambil pusing, yng penting tak ada dusta di antara kita.
"Sebelumnya mas Hansel tak pernah mengatakan rasa cinta, bunda. Dia mengatakanya baru akhir-akhir ini saja saat aku dan mas Ronal di jodohkan. Ketika saya mulai mengagumi sosok mas Ronalyang berbeda menurut dari pandangan orang-orang. Dia telah terlambat bunda, jadi meski bu Sinta menyetujui hubungan saya dengan anaknya, tetap saja saya tak akan mengingkari janji untuk melanjutkan perjodohan ini."
ku helakan nafas panjang, tak berani mendongakan kepala, sedari tadi aku terus menundukan kepala sembari memainkan ujung hijab ku. Cemas, ragu, gugup dan takut seolah tercampur menjadi satu.
Biarlah, jika memang allah menakdirkan ku bersama mas Ronal, aku yakin ada begitu banyak jalan untuk memepersatukan ku denganya. Jika tidak, Insya allah memberikan jodoh kepada aku dan dia yang lebih baik.
__ADS_1
Kurasakan usapan lembut di lengan sebelah kanana ku, saat mendonga telrlihat bunda kembali tersenyum. Aku tak paham , apa belau akan menyetujuiku atau malah menolak ku sebagai calon menantu.
"Bun... Sudah interogasinya?" sebuah pertanyaan dari arah pintu seketika aku menoleh ke arahnya. Aku semakin guguk saat aku tak sengaja bertatapan dengan mas Ronal yang sudah berdiri didekat pintu.
"Sudah" balas bunda singkat, tak ada kata lain setelahnya.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa aku bukan rahim cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..