Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Doa


__ADS_3

menikahi bos mafia


Part 68


Aku semakin binggung, bagaimana status kehadiran ku saat ini, di tolak atau tetap di setujui, aku pun tak tahu.


"Bagaimana keputusan Bunda sekarang? Semakin yakin atau malah justru sebaliknya?" mas Ronal kembali bertanya lalu mendekati dan duduk disofa di samping kursi roda bundanya.


Kini bunda berada diantara aku dan dia, hati ku berdebar kembali, menantikan apa jawaban bunda selanjutnya. Mungkinkah perjodohan ini akan tetap berlanjut, atau justru sebaliknya? Entahlah aku tak tahu. Sebab sampai detik ini, aku belum juga mendapatkan jawabanya.


"Bunda meridhoi perjodohan ini atau enggak, Bun? Tanya mas Ronal lagi, lalu bunda menatap ku dan mas Ronal bergantian, yang semakin membuat jantungku berdegup kencang.

__ADS_1


"Kalau nggak, kamu nggak marah sama Bunda kan Nal?" Aku sedikit terkejut saat mendengar jawaban bunda barusan.


Ku persiapkan hati agar bisa mengontrol diri ku, agar tak memperlihatkan keterkejutan ku nanti. Jika Bunda mas Ronal itu memang tidak ingin melanjutkan perjodohan ini. Sudahlah, mungkin memang tak ada jodoh harus bagaimana lagi.


Duh kenapa pula dengan batin ku ini? Kenapa aku seolah tidak ikhlas jika wanita disamping ku ini mengatakan tidak. Bukankah harusnya aku senang dengan keputusanya karena aku bisa dari perjodohan yang sempat kutolak ini.


Aku juga tak harus membayar hutang Papa karena bukan aku yang menolak kesepakatanya melainkan bunda mas Ronal sendiri yang menolaknya.


"Seperti yang Ronal bilang kemarin kan, Bunda. Ronal akan mengikuti apapun keputasan Bunda. Tak apa bila memang bunda kurang setuju, Ronal akan berusaha untuk ikhlas meski sedikit terasa kecewa. Mungkin itu memang terbaik untuk Ronal dan Nadira." balas mas Ronal kemudian, jawabany yang semakin membuat ku tak tenang. Ku lirik bunda yang terlihat sedang tersenyum tipis lalu mengusap pelan pundak anak lelakinya itu.


"Kamu memang anak terhebat bunda." ucapnya, aku melihat cinta dan ketulusan terpancar dari kedua bola mata mereka. Bunda dan anaknya yang saling mengasihi satu sama lain. Pemandangan indah yang selama ini seolah selaksa mimpi sebab aku tak pernah merasakanya hingga sampai aku sedewasa ini.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, bunda beralih menatap pada ku, kedua telapak tanganya menggenggam ku dengan erat. Mengunci tangan ku diatas pangkuanya.


Ya allah, detik ini aku benar-benar ingin menangis. Baru saja aku bermimpi mendapatkan cinta dan kasih sayang dari seorang ibu. Mungkin kah secepat itu pula kau merampasnya dari ku.


Aku tau, tak ada hak ku untuk melarang mu. Namu jika boleh aku meminta, seandainya mas Ronal memang bukan jodoh ku, kirimkan lah ibu mertua yang lembut hatinya dan menyayangi ku apa adanya, sebab rasanya sangat begitu mustahil menunggu perubahan sikap mama pada ku, kecuali kau yang berkenan- membolak balikkan hatinya.


Terlalu lama aku mengharapkan cinta darinya, terlalu sering aku mengibah perhatianya, sudah cukup banyak aku mengalah dan menuruti semua kemauanya. Namun hasilnya tetaplah sama. Seolah sia-sia belakang, mama tetap saja tak menganggap ku ada.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa aku bukan rahim cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2