
Menikahi bos Mafia
Aku dan mas Ronal melangakah perlahan-lahan menuju ke pelaminan, pelaminan itu bernuansa peach pink dengan campuran warna yang sangat indah dan cantik. Dan dilengkapi dengan kursi pengantin yang warnanya senada, satu buket mawar merah yang di kombinasikan dengan bungga babby bred putih telah tergeletak di tengah" kursih pengantin.
Aku sedikit menahan rasa sakit memakai high hels. Dan pada akhirnya kami pun sampai di kursi pengantin, diambilnya satu ikat buket bunga mawar merah itu lalu diberikanya padaku.
"I--ini buat aku?" Tanya ku dengan sedikit terbata.
"Bukan, ini buat bi Jum." sahutnya asal.
"Ihhh...."
"Lagian, salah sendiri ngapain pake nanya." jawabnya.
__ADS_1
"Kalau nggak bertanya kan sesat dijalan nanti." balasku yang tak mau kalah
''Aku suka kok tersesat" Aku pun mendongak, apa sih maksudnya. Laki-laki yang sudah sah bersetatus menjadi suami ku itu pun menundukan kepalanya untuk mensejajarkan pandangan matanya pada ku, seraya berbisik kecil ditelinga ku.
"Aku suka tersesat di dalam hati mu selamanya." ucapnya lalu kembali menegakan lagi kepalanya.
Detik ini ku yakini jika wajah ku telah memerah karena menahan malu. Dasar jahil, bisa-bisanya dia sudah meluncurkan gombalanya di depanku. Seolah-olah tak peduli dengan ratusan asang mata tamu yang semakim lama semakin banyak yang hadir di acara resepsi pernikahan kami.
Acara terakhir adalah sesi foto-foto, ku lirik mas Ronal yang mulai bisa tersenyum di hadapan banyak orang. Wajahnya yang dulu terlihat sangat begitu garang, entah mengapa kini telah memudar. saat ini aku melihat ketulusan di wajah tampanya. Tak sadar aku pun tepergok memandang wajahnya sekian menit, mas ronal pun kembali berbisik pada ku.
"Sabar ya sayang kita tunggu acara selesai dulu." bisiknya sembari terkekeh, menyebalkan sekali. Apa coba maksudnya mengatakan hal semacam itu.
Di jam-jam terakhir acara, ku lihat.seorang perempuan dengan pakaian seksynya naik ke pelaminan. Dia menatapku beberapa menit lamanya lalu tersenyum tipis. Senyum yang kurasa sedikit dipaksakan lalu berusaha menyalami dan cipika cipiki pada mas Ronal namun laki-laki yang berdiri di sebelahku itu menolak dan menghindar secara halus.
__ADS_1
Aku menoleh sekilas lalu mengalihkan pandangan. Entah mengapa mata ku mulai memanas saat melihat mereka berdua, mungkinkah perempuan cantik dan seksy ini adalah mantan kekasih mas Ronal? Mengapa batin ini merasakan perih sekarang. Membayangkan bagai mana mereka dulu berpacaran membuat kedua mata ku berkaca-kaca.
"Ronal... Plisss deh, kamu putusi aku hanya karena demi bocah ini?" ucap wanita itu dengan sedikit manja. Benar-benar menyebalkan sekali.
"Please Dona. Turun dari sini dan pulanglah." ucap mas Ronal lagi untuk kedua kalinya.
"Gimana aku mau pulang mas, jika kamu sudah mengambil hati dan juga keper*wananku. Tega sekali kamu mas mencampakan ku setelah kamu mendapatkan semuanya dariku." ucapan wanita itu sepertinya sengaja ia katakan dengan suara sedikit besar agar aku dapat mendengar ucapanya.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1