
Aku Bukan Rahim Cadangan
"Bagai mana para saksi-saksi? Sah? Pak penghulu menoleh ke arah kanan dan kiri di mana para saksi-saksi berada. Dan mereka pun menganggukan kepala pelan.
"Saaahhhh..."
"Alhamdulillah...masyaallah..."
kata ucapan syukur diucapkan dan menggema di ruangan yang cukup besar ini. Ada rasa kelegaan yang terlihat pada wajah-wajah para tamu undangan. Tak terkecuali tuan Martin yang kini juga sudah menjadi papa ku.
Bunda pun menghela nafas panjang seraya mengucapkan syukurnya, wanita cantik itu pun kembali memeluku dengan hangat. Akhirnya ketegangan yang dari tadi sempat terjadi berakhir dengan satu kata yang begitu melegakan.
__ADS_1
Sah...sah...sah... Satu kata itulah yang kini masih mengisih benak ku, aku tersenyum sendiri saat mengingat sebuah kekonyolan yang di lakukan laki-laki itu tadi, laki-laki yang kini telah menjadi suami dan sekaligus imam ku. Ya allah, alhamdulillah sekarang status ku sudah berubah, tak lagi sendiri melainkan menjadi seorang istri.
Pak penghulu pun meminta ku untuk duduk berdamingan di samping mas Ronal, mas runal pun menarik kursi yang ada di sampingnya ke belakang agar aku bisa lebih mudah untuk mendudukinya.
Setelah aku mendudukinya, tiba-tiba laki-laki di sebelah ku itu mengulurkan tanganya sembari mengangkat-angkat kedua alisnya.
Aku pun sedikit gemetar, lalu aku pun mencium punggung tanganya dan dengan cepat ia pun mencium puncak kepalaku, tanpa meminta izin dulu, dasar main nyosor aja tu bibir, menyebalkan.
Buru-buru ku lepas tanganya lalu kembali menghadap pak penghulu yang masih sibuk menata berkas-berkas dan surat-surat nikah kami, setelah tanda tangan selesai dan doa untuk sepasang mempelai.
Doa-doa pun dipanjatkan untuk pernikahan ku ini. Sebuah ikatan suci yang ku harap sekali seumur hidup, ada banyak harapan-harapan yang ku buat saat ini, aku sangat yakin Allah maha pemurah. Dia akan. Memberikan yang terbaik untuk hidup ku.
__ADS_1
Akad nikah pun selesai. Kelegaan terpancar di wajah-wajah mereka dan terdengar pula ucapan-ucapan yang keluar dari bibir mereka yang ikut menyaksikan acara yang sepesial hari ini. Acara yang begitu mendebarkan dan cukup menegangkan tadi akhirnya berakhir dengan indah.
kini mas Ronal telah berdiri di samping ku. Kemudian dia menatap lenganya lalu beralih menatapku. Tak ada kata yang terucap, namun aku tau apa yang di harapnya mungkin karena kelamaan berfikir membuat dia berinisiatif sendiri mengambil tangan ku untuk memegang lenganya menuju pelaminan.
Sungguh aku tak berani untuk menatap wajahnya saat ini, rasanya keringat dingin pun telah membasahi seluruh tubuh, jangan ditanyakan lagi bagai mana rasa debaran di dalam dada ku, rasanya seakan melompat-lompat di atas ketinggian yang sangat begitu tinggi.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1