
Menikahi Bos Mafia
"Ini sudah malam udaranya sangat dingin, nanti juga akan terbiasa pakailah, kamu pasti kedinginan kan keluar malam-malam Nggak pakai jaket pula." jelasnya panjang lebar
"Nggak dingin kok mas, ini sudah biasa-biasa saja." aku mencoba tersenyum untuk meyakinkanya. Mas Ronal kembali menghela nafas panjang. Aku fikir dia tak akan lagi memintaku untuk menerima jaket itu, tapi ternyata dugaan ku salah.
"Pakailah atau kamu sengaja menolak supaya besok kamu tak enak badan dan akan mengganggu malam pertama kita?" kedua mata ku membulat lebar saat mendengarkan kata-katanya itu.
Mendengar kata malam pertama, seketika fikiran ku menjadi kacau. Bunda pun seketika menyubit kembali pinggang anak lelakinya itu.
__ADS_1
"sudah, sudah... Sudah bunda bilang jangan terus-terusan menggoda Nadira. Kamu ini Nal nggak denger ya." jawab bunda seraya mengambil sweater dari tangan anak lelakinya itu, lalu memintaku untuk memakainya.
"Ayo di pakai, dira. Udah dia memang begitu, tak terbiasa dengan penolakan, nanti malah makin ngelantur kata-katanya kalau kamu nggak mau ngikuti kemauanya. Lagi pula ini dia belikan memang khusus untuk kamu, Lihat ini disini sudah terukir nama kamu." bunda memperlihatkan sebuah tulisan yang terukir berwarna hitam di bagian belakang sweater itu.
Milik Ronal, begitulah dua kata itu tertulis disana, membuat seketika jantung ku kembali berdebar tak karuan begitu kencang. Senyuman tipis pun kembali terlukis di sudut bibir . Terima kasih karena telah membuat ku berbunga-bunga seperti ini, terima kasih juga karena sudah mengubah warna di hidup ku yang sebelumnya sangat kelabu kini berangsur-angsur penuh dengan warna cerah.
Setelah memakai sweater pemberianya, aku pun meminum teh yang di buatnya untuk ku. Aku nggak mau lagi mendengar kata-kata mujarab yang akan membuat jantung ku berdegub sangat kencang karena kata-katanya itu. Aku sangat malu sama bunda saat bunda melihat wajahku terus memerah karena selalu di goda anak semata wayangnya itu.
"Mas, kita berdu--"
__ADS_1
"Sama bi Jum, tenang aja nggak akan berduaan di dalam mobil. Bulai besok aja berduaannya ya" detik ini aku segera mengalihkan pandangan ku.
"Ronallllll." bunda lagi-lagi berteriak seraya matanya memelotot kecil ke arah mas Ronal lalu mengeleng-geleng kepalanya pelan. Laki-laki itu lagi-lagi terkekeh geli saat melihat ke arah ku.
Dasar laki-laki, sekarang mulai terlihat sikapnya yang memang suka jahil dan selalu suka menggoda. Jangan-jangan dia memang terbiasa suka menggoda banyak perempuan. Iiihhhh menyebalkan.
Seperti yang mas Ronal katakan, bi Jum juga ikut mengantarku sampai ke rumah. Aku pun kembali mendapatkan kejahilan dari perempuan paruh baya itu. Kini aku di hadapkan dengan orang-orang yang suka jahil tak hanya pak Udin dan bi Jum, ternyata mas Ronal jauh lebih jahil di bandingkan dengan mereka ber dua.
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku Bukan Rahim Cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..