
Menikahi Bos Mafia
Part 76
Mbak Susi membantu ku make-up di dalam kamar, perempuan paras cantik dan berlesung pipi di kedua pipinya itu terus saja memuji kecantikan ku detik ini. Mungkin karena aku tak pernah berdan-dan dari dulu makanya saat aku di dan-dan sedikit membuat mata orang jadi pangling melihat ku. Kalau kata orang jawa sering menyebutnya mangklingi gitu.
"Dira, tapi kamu nggak papa kan nikah sama laki-laki seperti mas Ronal itu?" tanya mbak Susi lirih saat sedang memakaikan hijab berwarna peach itu di kepala ku.
__ADS_1
"Seperti itu gimana sih maksud, mbak?" tanya ku santai masih dengan memandang di depan cermin agak besar yang ku beli seminggu lalu di pasar.
"Iya seperti itu, masak iya kamu nggak tau kabar tentang dia yang beredar selama ini Dir? Sebenarnya aku sangat khawatir kamu kenapa-napa kalau nikah sama dia, Dira. Cuma yah apa buleh buat, aku nggak bisa berbuat apapun untuk membantu mu. Apalagi soal hutang piutang almarhum papa kamu, maaf ya Dira. Aku tak bermaksud gimana-gimana, ini hanya sedikit perasaan yang ada di dalam hati ku saja." ucap mbak Susi sembari menatap lekat pada ku.
Aku tau mbak Susi tak pernah berdusta pada ku, selama ini dialah salah satu tetangga yang cukup perhatian dan juga peduli dengan ku. Setelah beberapa bulan kepergian papa dulu, dia bahkan sering sekali memberikan ku sesuatu yang berguna bahkan jika aku tidak mempunyai lauk apapun untuk di makan karena sudah di habiskan oleh mama dan mbak Nadin.
Tapi tiap kali aku mengomel pada mbak Nadin. Mama pasti selalu membela anak kesayanganya itu. Meminta ku untuk mengalah dengan mbak Nadin dan harus makan seadanya. Bahkan aku sudah terlalu sering makan nasi dengan berkuah air putih tanpa lauk dan sayur apapun. Mengingat momen-momen seperti itu kembali mataku berkaca-kaca, tanpa ku rasa bulir bening telah jatuh di dua belah pipiku. Betapa menyedihkanya hidup ku waktu itu. Walau sudah bekerja pun tetap saja aku tak dapat menikmati hasil jerih payaku.
__ADS_1
"Mbak, mas Ronal itu nggak seperti apa yang difikirkan banyak orang kok. Pokoknya mbak Susi tenang saja, insyaallah dia akan berusaha membahagiakan ku mbak. Aku akan menemukan keluarga baru yang sangat menyayangi ku, menghargai ku, dan juga menerima ku apa adanya disana nanti." balasku kemudian, berusaha untuk meyakinkan perempuan yang berusia tak jauh di atasku itu, agar tak terlalu mencemaskan ku.
"Oh ya, apakah benar itu Dira? Apa preman itu sudah berubah? Tapi kalau soal dia bolak balik masuk jeruji besi itu nyata Dira, itu berita benar bukan cuma omong kosong belakang, dan soal minum-minuman, berjudi itu juga soalnya aku pernah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri." Sambung mbak Susi lagi.
"Insya allah dia akan berusaha berubah dan berbuat lebih baik lagi mbak. Yang terpenting sekarang Mbak Susi doain aja aku supaya aku bisah hidup bahagia denganya setelah pernikahan ini ya mbak. Oh ya doain juga agar besok acara akadnya berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan sedikit pun."
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul aku bukan rahim cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..