Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Memohon


__ADS_3

Menikahi bos mafia


"Saya nikah dan kawinkan Nadira Salsabila Putri bin Muhamad Iskandar dengan Ronal Putra Martinus bin Martinus dengan mas kawin 50 gram emas dan satu unit mobil Toyota Alphard dibayar tunai."


Aku cukup terkejut mendengar mas kawin yang di berikan mas Ronal untuk ku. Kenapa harus sebanyak itu? Emas 50 gram dan satu unit mobil? Aku menoleh ke arah bunda perempuan dengan hijab coklat muda itu hanya mengangguk pelan lalu sebua senyum terlukis di wajahnya yang cantik seakan mengiyakan apa yang ku dengar barusan.


Perlahan ku rasakan tangan bunda mengenggam tangan ku dengan erat. Rasa nyaman dan tenang seakan menjalar di dalam hati apa lagi saat aku menatap matanya yang teduh dan memancarkan sebuah ketulusan.


"Saya terima nikah dan kawinya Nadira...."

__ADS_1


"Dira" sebuah panggilan kembali mengagetkan ku bukan hanya aku saja tapi mas Ronal bahkan semua para tamu yang hadir mendadak menoleh ke arah pintu masuk. Disana sudah ada mas Hansel yang sedang berdiri dengan penampilan lusuhnya, sedang menatap ku tak berkedip hingga beberapa saat lamanya.


Tak berani menatap lebih lama, aku pun menundukan kepala seketika. Ku rasakan genggaman bunda seakan semakin erat. Kekhawatiran dan ke takutan pun muncul kembali di dalam dada. Apa lagi yang akan di lakukan oleh mas Hansel sekarang? Mungkin kah dia masih tak terima dengan keputusan ku semalam? Apa dia masih berniat untuk mengaggalkan pernikahan ku dengan mas Ronal


Mas ronal menoleh ke belakang, aku hanya terdiam saja tak bisa berkata apa-apa bunda pun hanya terdiam, sementara bu Sinta buru-buru beranjak dari kursi lalu berjalan cepat ke arah mas Hansel yang masih tegak mematung di ambang pintu masuk .


"Hansel mama kan suda bilang kamu nggak usah datang, kalau cuma buat malu. Ayo pulang sekarang." sentak bu sinta kemudian, yang menimbulkan bisik-bisik Dan risu para tamu yang datang.


Teringat kembali memang sejak kemarin aku sengaja tak membaca pesan-pesan dari mas Hansel apa lagi untuk membalasnya. Semua itu bukan tanpa alasan, aku hanya tak ingin pusing dan terlalu banyak fikiran tentang pernikahan ini jika aku membaca curahan hatinya. Tak ingin lagi ragu atas keputusan yang telah aku ambil.

__ADS_1


"Dira, tolong bacalah pesan-pesan ku sebelum akad ini di gelar." ucap laki-laki itu lagi. Begitu memohon kepada ku, namun aku hanya menggeleng kepala ku pelan.


Mas Ronal membalikan badan dan menatap ku dengan lekat, seperti menaru kecurigaan apa yang terjadi sebenarnya. Mungkin kah dia mencurigai aku masih berbalas pesan dengan mas Hansel?


"Dira, please. Baca lah sekarang ya. Pintanya dengan sangat memohon.


Tak ingin membuat keributan Tuan Martin pun mmenghela nafas panjang lalu memundurkan kursinya dengan kasar. Sepertinya beliau benar-benar sudah marah sekarang. Ya allah apa lagi yang akan terjadi setelah ini. Aku benar-benar ketakutan.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku bukan rahim cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2