Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Skin Care


__ADS_3

Menikahi Bos Mafia


Detik ini pun aku kembali merindukan sosok mama yang bahkan seingatku tak pernah sekalipun memberikan pelukan hangat seperti ini. Aku seakan hanya sebatang kara yang hanya diinginkan tenaganya saja.


"Tenang saja. Nanti ku belikan skin care tiap bulan untukmu." Balas mas Ronal dengan santainya dan tante Tania pun kembali mencibir. Dia memang senang bergurau dan menggoda keponakanya yang berwajah garang itu


"Kamu ngintipi dia sejak kapan, Nal? Sampai bisa tahu pakai skin care yang biasa dibelinya tiga tahun lalu segala?" Dengan menatapnya Tante Tania menggoda kepoonakanya.


"Bukan mengintip tante, sekedar secret admirer."


Mas Ronal kembali memakai topi hoodieynya lalu melangka menuruni tangga, meninggalkan ku dan tantenya dilantai atas begitu saja.


Jawaban mas Ronal tadi kembali membuat wajahku bersemuh merah. Apa lagi saat tante Tania beralih menggodaku, wanita cantik itu kembali menjawil daguku. Aku tak berani mendongakan kepala, aku hanya menundukan kepalaku karena malu.

__ADS_1


"Cieee, calon pengantin. Berdebar-debar rasanya ya ada pengagum rahasiamu disini.


🌸🌸🌸


Aku baru saja keluar dari kamar mandi, sudah kudengar kehebohan dari kamar. Seperti biasa mbak Nadin penasaran memeriksa dan mengacak-acak isi lemariku. Bahkan saat ini dia sudah melemparkan satu per satu skin care yang dibelikan oleh mas Ronal padahal semua masih baru dan belum ada satupun aku memakainya.


Dan dia oun mengacak-acak asal bajuku yang tersimpan disana. Termasuk gamis pich unggu untuk acara pengajian itu. Tanpa izin dia lalu mencobanya dan melihat penampilanya sendiri di depan cermin dan berlenggak lenggok layaknya seorang model sembari tersenyum lebar.


Tak bisa ku bayangkan betapa kecewanya mas Ronal jika tahu barang yang dibelikanya dengan harga yang ku yakini mahal itu hancur seketika bahkan disaat acara belum dilaksanakan.


Tak hanya itu saja, mbak NAdin mengintrogasiku dengan banyak berbagai pertamyaan. Dia menanyakan tentang kehebohan mas Ronal dan mas Hansel tadi pagi hingga menanyakan dimana aku fitting kebayak dan membeli gamis secantik itu beserta harganya.


"Dimana Dira?" sentak mbak Nadin membuatku tersentak kaget.

__ADS_1


"Ngapain tanya-tanya. tata kembali mbak, aku gak mau tahu semua harus rapi kembali seperti semula." ucapku sembari menunjuk barang-barangku yang tercecer dilantai dan di ranjang.


"Oh, berani kamu nyuruh-nyuruh aku? Sentak mbak Nadin seraya menepis tanganku dengan kasar.


"Kenapa ngak berani? Aku bukan babumu dan kamu juga bukan seorang ratu." balasku lagi sembari menatapnya dengan tajam. Mbak Nadin hanya tertawa lalu pergi sambil mencibirku.


"Kamu memang babu dirumah ini, masa masih gak sadar juga. Memangnya kamu pikir kamu itu siapa hah?, adikku? Idihh, aku ngak sudih punya adik sejelek dan sebodoh ku tau!" Tiba-tiba mbak Nadin mendorongku dengan kasar lalu duduk santai di tepi ranjang dan seakan tak peduli dengan barang-barangku yang berhamburan, malah dia dengan sengajanya menindih krim siangku dengan kaki kananya itu.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2