Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Apa yang terjadi


__ADS_3

Menikahi bos mafia


Part 80


Sudahlah sebaik apapun kita, tetap masih ada juga orang yang tak suka, jadi nggak perlu pusing dengan anggapan banyak orang. Yang penting sekarang aku mengurusi hidup ku sendiri. Aku ingin menikah dan hidup bahagia dengan keluarga yang menerima ku apa adanya.


Acara makan-makan pun sudah selesai, beberapa tamu dan tetangga pun sudah ada yang pulang dengan membawa oleh-oleh nasi kotak, lauk dan ada buah-buahan didalamnya.namun beberapa tetangga dekat masih asyik ngobrol diruang keluarga. Saat aku beranjak ke kamar, ku lihat pak udin setengah berlari ke arah ku. Nafasnya terdengar masih ngos-ngosan, bahkan dia sampai berjongkok segala untuk menetralkan nafasnya.


"Ada apa pak? Kenapa bapak ngos-ngosan begitu? Apa yang terjadi?" tanyaku yang mulai panik karenanya, tak mungkin pak udin kesini jika tak ada sesuatu yang terjadi. Hati ini mrasanya mulai kembali berdebar-debar. Beberapa tamu pun ikut berkerumunan di sampingku karena penasaran apa yang akan disampaikan oleh pak udin kali ini.

__ADS_1


Kedua bola mataku membulat sempurna saat mendengar cerita dari pak Udin barusan. Istighifar pun mulai terdengar dari mulut para tamu. Tak ingin membuang waktu, aku pun buru-buru mengganti pakaian ku dan mengambil tas selempang lalu memasukan handpone itu kedalamnya. Aku mengikuti pak Udin menuju ke motornya.


"Dira hati-hati." beberapa tetangga pun memberikan sedikit pesan pada ku saat aku akan pergi dengan pak Udin. Kasak-kusuk kembali terdengar dirumah ku yang sederhana itu. Namun aku menoleh kebelakang lagi, terus mengikuti langkah pak Udin hingga duduk diatas motor belakangnya.


''maaf kalau harus mengajak mu keluar malam-malam begini, Dira." soalnya bunda minta kamu datang sekarang juga supaya urusanya cepat selesai. Tadinya bunda suruh bawa mobil untuk jemput kamu, cuma nanti takutnya bolak-balik. Bapak harus keruma mas Ronal dulu ambil mobilnya, jadi ribet kan." makanya pake motor ini, soalnya dari rumah langsung kesini biar lebih cepet." jelas pak Udin panjang lebar saat aku telah duduk di belakangnya.


Aku pun tak mempermasalahkanya pak Udin harus kerumah bunda dulu memang sangat ribet sekali, lagi pula bisa makin ke malaman karena kelamaan di jalan.


Mungkin terdengar sangat hebat karena mama sosok orang tua yang peduli dengan pergaulan anaknya di luar. Namun itu hanya berlaku pada ku, saat di ajak jalan oleh mas Hansel.

__ADS_1


Sedangkan mbak Nadin bisa pulang sampai jam sembilan atau setengah sepuluh malam. Alasanya mbak Nadin suda terbiasa pulang malam karena pekerjaanya, jadi tak masalah Sekalipun keluar sama teman dan pulang telat juga.


Bisa dibilang aneh, tapi mau bagaimana lagi.


Memang seperti itulah peraturan yang di buat oleh mama untuk ku. Namun dengan peraturan seperti itu justru membuatku cukup senag karena aku pun tak nyaman jika masih ada aktivitas di luar rumah sampai larut malam.


Detik ini pun aku tau, tak pantas memang berboncengan seperti ini dengan lelaki non mahram apa lagi malam-malam seperti ini. Biasanya saat sama mas Hansel, selalu ada supir yang mengantar jemput ku.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul aku bukan rahim cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2