
Menikahi Bos mafia
Part 75
Sejak mendengar langsung ancaman dari mas Ronal waktu itu, sekarang mbak Nadin nggak berani menganggu ku lagi. Dan lucunya setiap kali dia mau usil dengan ku, aku ancam lagi dan lagi membuatnya menjadi semakin kesal pada ku dan menjad uring-uringan sendiri. Aku merasa puas sekali melihatnya seprti itu. Biar dia bisa belajar untuk menghargai orang lain dan tak selalu semena-mena terhadap orang lain.
Persyaratan-persyaratan menikah sudah di urus semua oleh mas Ronal dan semuanya sudah beres, dan besok adalah hari pernikahan ku dengannya. Acara yang ku inginkan di gelar dengan sederhana saja di rumah ku. Sementara hari ini akan diadakan pengajian sederhana dirumah. Ibu telah menyewa tenda dan juga kursi-kursi untuk tamu dengan pak Bondan dan kini semua sudah terpasang dan tersusun rapi di depan rumah.
__ADS_1
Rumah peninggalan almaruh papa ini memang tak begitu terlalu luas. Hanya ada dua kamar sebenarnya, untuk ibu dan mbak Nadin. Sementara aku dibuatkan kamar lain di belakang dekat dapir.
Yah.. Kamar kecil yang biasanya menjadi tempat ku melepas lelah dan gundah. Dulu aku sempat iri saat melihat kamar mbak Nadin yang lebih besar,luas dan juga banyak boneka dan pernak kernik yang indah, sementara kamar ku hanya ada sepasang banta dengan kasur kecil didalamnya, lemari bekas mbak Nadin pun melengkapi kesederhanaan kamar ini.
Aku sempat protes pada papa saat itu, namun papa selalu bilang untuk mengalah saja. Tak bagus jika selalu bertengkar sama saudara sendiri apalagi hanya gara-gara lemari. Papa juga berjanji akan bekerja lebih giat lagi sebagai pedagang keliling agar bisa membeli kebutuhan, boneka dan juga lemari baru untuk ku.
Dan janji itu telah terlunasi seminggu sebelum kepergian papa. Papa memintaku untuk membuka celengan kaleng dari lemari kecil yang ada kolong tempat tidurnya untuk membeli keerluan ku, lemari baru dan juga boneka kesukaan ku. Rasa haru dan tangis tak terbendungkan saat papa mengatakanya di telinga ku.
__ADS_1
Setiap mengingat doa-doa itu mataku mulai berkaca-kaca. Andaikan papa masih ada, aku yakin pasti papa akan ikut bahagia karena anak perempuanya telah mendapatkan calon suami dan calon mertua yang mau menerima dia apa adanya, perhatian dan juga tulus terhadapnya.
Papa juga pasti meminta mas Ronal untuk berjanji di depanya untuk menjaga dan mencintaiku hingga akhir menutup mata. Aku tau bagaimana papa karena selama ini aku memang sangat dekat dengannya.
Hanya papa saja yang selalu menyayangi dan memperhatikan ku selama ini sebab entah mengapa sejak dulu mama tak pernah menganggap ku ada. Bahkan sampai detik ini pun aku belum tau apa alasan yang membuat mama sangat pilih kasih seperti itu.
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku Bukan Rahim Cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..