Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Acara Akad


__ADS_3

Menikahi Bos Mafia


"Bunda..." aku memanggil bunda lirih saat melihat tatapan menyala Tuan Martin pada Anak dan istri mudanya yang masih saja ribut di samping pintu utama.


"Pulanglah sekarang juga kalau kalian disini hanya membuat keributan saja." bentak tuan Martin kemudian, kedua tanganya mengepal aku takut sekali jika mas Hansel akan menerima pukulan tangan dari tuan Martin papanya sendiri. Aku tak tega melihatnya seperti itu, hanya karena aku.


Mas Ronal kembali menatap ku, namun aku tetap menggelengkan kepala pelan. Keputusan ku sudah bulat untuk menerima pernikahan ini, nggak mungkin akumembatalkan semuanya begitu saja. Aku menghargai diri ku dan juga janjiku sendiri.


Bug...bag...buk... Seperti apa yang ku takutkan, akhirnya Tuan Martin pun memukul lengan mas Hansel setelah perdebatan panjang di antara mereka. Mas hansel tetap saja keras kepala dan ingin membatalkan akad nikah ini karena dia sangat yakin jika aku terpaksa menyetujui pernikahan ini dan dia juga yakin jika cinta ku hanya dia seorang bukan mas Ronal.

__ADS_1


Suasana pun semakin runyam, mas Ronal menarik papa yang sedikit menjauh sementara bu Sinta sudah menangis seraya berteriak histeris karena melihat anak semata wayangnya menerima pukulan dari papanya.


"Sungguh tega kamu, pa. Hanya karena anak miskin dan juga anak brandalmu itu, kamu sampai tega menyakiti anak mu sendiri." omel bu sinta lagi seraya membantu mas Hansel yang telah ambruk disamping pintu setelah menerima beberapa kali pukulan dari papanya sendiri.


"Kamu jangan selalu memanjakan dia, ma. Ini sudah sangat keterlaluan, bukanya semalam dia sudah mendengar sendiri keputusan yang telah di buat oleh Nadira? Kenapa sekarang datang dan nekat bikin ulah lagi? Biarkan Ronal menikah dengan Nadira, dia masih bisa mendapatkan perempuan lain diluar sana." bentak Tuan Martin lagi. Nafasnya terengah-engah karena menahan emosi dan malu karena acara sakral ini telah sedikit ternodai oleh ulah mas Hansel.


"Pulang sel, ayo kita pulang sekarang." paksa bu sinta seraya menarik lengan anaknya, mas Hansel masih saja menolak namun lagi-lagi mamanya terus mengoceh dan mengumpat memaki ku dan membuat laki-laki itu akhirnya menyerah. Dia pun mengikuti kemauan mamanya untuk pulang.


Maaf kan aku mas. Maaf jika aku telah membuat mu menjadi seperti ini. Aku tak sengaja merencanakan semuanya untuk balas dendam. Hanya saja, mungkin inilah yang terbaik untuk kita semua. Aku yakin jika kamu akan mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari pada aku, suatu saat nanti. Percaya lah.

__ADS_1


Batin ku terus saja berkata-kata. Aku memang menolaknya namun tak munafik jika aku juga merasakan sakit dihati saat melihatnya seperti ini. Aku tak tega, namun lebih tak tega lagi saat melihat tatapan mas Ronal yang berbeda. Tak seperti biasanya yang begitu membara. Kini kulihat ada tatapan kepasraan disana. Apakah dia takut jika aku akan berubah fikiran setelah kejadian ini?


"Handponenya kamu bawa?" tanya laki-laki itu setelah melangkah berjalan cepat ke arah ku. Tak berani menatapnya, aku pun mengangguk saja lalu segera mengambil handpone itu dari tas kecil yang ku bawa.


Mas Ronal pun mengambil handpone itu dari tangan ku, lalu membaca semua pesan yang terkirim di sana. Aku sangat yakin dia telah membaca semua pesan-pesan yang dikirimkan oleh mas Hansel yang entah apa itu isinya. Aku pun tak tahu karena aku belum sama sekali membuka atau pun membacanya. Tanpa berkata mas Ronal hanya menghela nafas lalu mengembalikan handpone itu ke pada ku.


"Mau dilanjutkan apa di stop akad ini sebelum semuanya terlambat." ucapnya dengan tegas. Sungguh tak seperti biasanya yang begitu lembut dan membuatku tenang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa isi pesan-pesan yang dikirimkan oleh mas Hansel tadi?


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku bukan Rahim Cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2