Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Tahu warna Favoritke


__ADS_3

Menikahi Bos Mafia


Part 50


Seperempat jam kemudian, sopir menghentikan mobilnya tepat didepan butik yang kami tuju, yang disebutkan oleh mas Ronal tadi. Papan nama yang bertuliskan kejora butik terpampang jelas diatas pintu masuk butik. Aneka jenis kebaya yang cantik dan menawan terlihat jelas dari luar.


Mas Ronal kembali membukakan pintu untuku dan mengajaku memasuki butik 3 lantai itu. Sungguh, selama dua pulu tahun hidup didunia ini aku baru pertama kalinya memasuki butik semewah dan semegah ini. kebayak-kebayak serta gaun-gaun pesta yang terpajang pun ku yakini harganya tak begitu ramah untuk kantong orang-orang menengah kebawah seperti diriku.


Modelnya yang sangat begitu cantik, aksesorisnya yang mewah dan menawan, serta kerlip payetan-payetan atau swarovskinya membuat gaun gaun itu semakin tampak elegan dan berkelas. Aku bahkan tak berani untuk menyentunya, hanya melihatnya dari jarak sekian senti saja.


Oh..Ronal, kamu sudah datang. Seorang Wanita yang mungkin berusia empat puluh tahunan itu menyambut mas Ronal dengan pelukan hangat.


Iya tante, ini Nadira tante yang diceritakan papa untuk fiting kebayak, ucap laki-laki itu yang memperkenalkan ku pada tantenya. Tante Tania yang tak lain adalah adik sematawayang dari Tuan Martin.

__ADS_1


Aku sering mendengarkan namanya disebut saat Tuan Martin menelponya. Namun jarang melihatnya karena beliau sibuk, dan sepertinya juga jarang berkunjung kerumah Tuan Martin yang rumahnya tak terlalu jauh jaraknya dari toko tempat ku bekerja.


"Oh iya. Nadira saya tante Tania." Ucapnya dengan ramah


"Mas Martin sering menceritaknmu pada tante. Sejak dulu kamu memang tak berubah, tetap manis dan sopan." puji wanita dengan dandanan modis itu sembari memegang dan mengusap tanganku perlahan.


Dia menatap keponakanya lalu mengedipkan salah satu matanya. Aku sendiri tak tahu isyarat apa itu. Hanya saja aku tetap mengikuti mereka kelantai atas.


"Pilihkan yang ter cantik dan terbaik buat Nadira ya Tan." ucap mas Ronal telah duduk manis disofa tengah ruangan. Sementara aku masih berdiri ditengah-tengah ruangan. Pandangan ku tertuju pada jendela yang Terlihat pemandangan diluar yang sangat teramat cantik, sebab disebrang butik tante tania ada sebuah taman yang tak terlalu luas dan dipenuhi berbagai macam aneka bunga-bunga yang cantik.


"Kenapa?.. Cantik loh ini. Paling laris di butik tante," ucap tante Tania seolah tak terima penolakan dari keponakanya yang tanpa alasan itu.


"Bagaimana bawahnya terlalu terbuka, Tante. Sekalipun memakai daleman, akan tetap terlihat kaki jenjangnya."

__ADS_1


Setelah tahu alasan mas Ronal, tante Tania baru menganggukan kepalanya lalu meringis kecil kearahku, yang belum beranjak dari tengah-tengah ruangan.


"kebayak yang syar'i tante, ada kan?"


kembali mas Ronal memberikan pilihanya.


"Oh...tentu ada dong, mau warna apa?"


"Nadira suka warna pich pink."


Deg lagi-lagi aku kaget mendengar ucapan Mas Ronal, kebapa laki-laki itu bisa tahu warna favoritku? aku melirik dia yang masih cuek, dingin dan tenang. Dia yang masih duduk disofa sembari memindai beberapa kebayak yang ada disampingnya.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Aku bukan Rahim Cadanga gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2