Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Gerogi


__ADS_3

Menikahi bos mafia


Part 73


Aku benar-benar sangat salah tingkah dibuatnya. Tau akan jadi begini tadinya aku ikuti perinta bunda dan bi jum saja untuk tetap duduk manis di tempat ku. Ternyata hanya sekedar berdiri di sampingnya saja sudah membuat kaki ku terasa lemas dan gemetaran.


Segitu salah tingkahnya kah aku saat berdekatan dengan dirinya. Ku rasa dia pun mengalami hal yang sama seperti ku. Dia hanya bergeming tak bergerak sedikit pun saat aku menuangkan air putih itu ke dalam gelasnya. Aku yakin debaran di dadanya juga nyaris sama seperti diriku. Dak-dig-duukkk, tak karuan rasanya.


"Dira..." panggil bunda, seketika membuatku langsung menoleh ke arahnya. Senyuman yang sangat manis itu kembali terukir di bibirnya.


"Iya, bunda! Ada apa?" tanya ku dengan rasa tak bersalah.

__ADS_1


"Itu... tumpah, coba kamu lihat." katanya seraya menahan tawanya. Bi jum yang melihat aksi konyol ku pun tak bisa menahan tawanya. Wanita itu terkikih saat melihat air di teko kecil ku telah membasahi meja karena gelasnya sudah kepenuhan.


Aduh...malunya tak ketulungan. Berasa bukan menjadi calon menantu idaman kalau sangat teledor begini. Baru tuang air putih saja sudah gagal apa lagi melakukan pekerjaan lainya.


Mas Ronal juga, bukanya kasih tau malah garuk-garuk kepalanya sembari menahan tawanya sama seperti bunda. Benar-benar tidak bisa di ajak kerja sama. Kekonyolan ini terjadi karena aku sibuk dengan menata hati, bukanya menata air dalam gelas yang baru kuisi.


"Sudah, sini biar bibi saja, neng. Nanti gerogi lagi loh. Mau ngelap meja malah buat ngelap pipi." kejahilan bi Jum malah lebih para di bandingkan pak Udin.


Bi Jum benar, mas Ronal memang sangat menyukai soto. Sempat ku lihat dia sangat begitu lahap saat menikmati soto yang ada dipiringnya. Bunda pun sama begitu lahapnya, meski ku akui semua masakan ini sangak enak dan nikmat. Tapi aku cukup tau diri untuk mengambilnya sedikit saja.


Tak enak jika ikut lahap seperti tuan rumah, sementara aku hanya tamu yang baru pertama kalinya bertamu ke rumah ini. Nggak mungkin memberikan citra yang buruk di pertemuan pertama kalinya bukan? Cukup satu saja kesalahan yang ku buat tadi. Aku tak ingin memermalukan diri sendiri di hadapan calon mertua dan calon suami ku.

__ADS_1


"Ayo nambah lagi nak Dira, jangan malu-malu, semua ini masakan bi Jum, nanti kamu bisa belanjar juga sama bibi soal masak-memasak makanan kesukaan calon suami mu ya." ucap bunda kemudian, aku pun mengangguk pelan.


"Enak kan masakan bi Jum?" bunda kembali bertanya setelah meneguk air dari gelasnya.


"Iya bun sangat enak sekali, semuanya sanagat terasa pas dilidah, Dira suka bun sama masakan bi Jum." jawab ku dengan senyum tipis. Dan lagi-lagi bunda mengusap lembut lengan tanganku.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku bukan rahim cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2