
Menikahi Bos Mafia
Part 53
Aku tak berani menghabiskan uang itu karena takut mama membutuhkan uang sewaktu-waktu. Apalagi jika sekadar untuk membeli sepaket skin care. Cukup sabun muka saja yang kubeli secara rutin dan itu tak terlalu berefek pada kulitku.
Detik ini aku hanya terdiam. Sesekali aku melirik Mas Ronal yang tetap seperti biasanya. Dingin, tenang dan tak ada niat untuk bicara apapun. Namun kulirik dari ekor mataku, sesekali dia juga menatapku. Cukup lama, hingga akhirnya dia kembali mengalihkan pandangan.
Derap langkah kaki Tante Tania terdengar yang menaiki tangga. Suaranya yang memanggil salah satu nama karyawannya pun cukup keras terdengar. Setelah sampai di lantai atas, senyum manisnya mengembang. Tante Tania datang membawa satu kotak sepatu dan sebuah paper bag.
"Ini skin care yang dibeli Ronal di mall kemarin, Dira," ucap Tante Tania sembari menyodorkan paper bagnya untukku.
__ADS_1
Kubuka paper bag itu. Alagkah terkejutnya aku saat melihat isi di dalamnya. Skin care itu persis dengan yang biasa kubeli. Merk yang cocok untuk kulitku. Kok bisa? Kenapa Mas Ronal bisa tahu aku memakai skin care merk ini padahal nyaris dua tahun aku sudah tak memakainya lagi, hanya sabun mukanya saja yang sanggup kubeli.
Laki-laki itu benar-benar aneh bin ajaib. Siapa dia sebenarnya? Kenapa banyak tahu tentangku bahkan printilan-printilan seperti ini pun dia paham juga. Aku geleng-geleng dibuatnya. Dia memang aneh.
"Kamu kenapa Dira?, Kenapa kamu tampak kaget seperti itu? Apa mereknya salah? Memangnya Ronal tak menanyakanya terlebih dahulu skin care apa yang sering kamu pakai?." tanya tante tania setelah melihatku tampak terkejut setelah tahu apa isi dari paper bag itu.
Aku menggelengkan kepalaku dengan cepat, lalu melirik mas Ronal yang sedang pura-pura tidak mendengar kami. Dia sedang sibuk dengan bendah pipih hitam ditanganya. Kini keterkejutan itu pun berpindah ke tante Tania.
"Mubazir dong kalo begini, Nal. Tante fikir kamu sudah menanyakanya terlebih dahulu sama Nadira skin care apa yang biasa dia pakai. Soalnya kan masalah wajah ini gak bisa main-main, ngak bisa sembarangan pakai nanti hasilnya malah jadi tidak karuan." ucap tante Tania sambil menggelengkan kepalanya.
Wanita disampingku pun hanya bisa menghela nafas saat melihat keponakanya yang mengangkat-angkat alisnya yang seolah tak terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Tante tanya, aku sudah tahu skin care yang biasa dipakai nadira, Tante. Kenapa ngak tanya dia saja, mereknya salah atau benar?" mas Ronal masih dengan santai duduk sambil membalas tatapan tantenya.
"Loh, memangnya benar kamu bisa pakai merek skin care itu, Dira? Tante Tania beralih menatapku.
"Iya tante, cuma dulu terakhir beli tiga tahun lalu sebelum papaku pergi. Setelahnya, ngak punya duitlah buat beli skin care segala, cuma sabun mukanya aja yang sanggup Dira beli," balasku dengan jujur. Tante Tania cukup terkejut saat mendengar ceritaku, namun akhirnya dia justru berkaca-kaca. Pelukan hangat bak seorang ibu pun kurasakan.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1