
Menikahi Bos Mafia
Part 87
Ke esokan harinya sebuah mobil mewah berhenti di depan halaman rumah. Ternyata itu adalah tante Tania. tante Tania turun bersama seorang perempuan lain di sampingnya yang ternyata bersama mbak Oliv. Dia lah yang akan mendandani ku di acara spesial ini.
"Mbak, aku nggak mau kalau alisnya harus dicukur ya. Natural aja, karena aku juga nggak bisa berdandan. Dan aku nggak mau pake bulu mata palsu gitu ya mbak. Aku nggak terbiasa." pinta ku sebelum mbak Oliv memulai riasanya pada ku.
"Iya Dira sayang tenang aja, Ronal juga sudah menjelaskanya kemarin." ucap perempuan itu sembari tersenyum tipis.
"Ronal itu sangat sweet ya, sampai soal ginian aja dia bahas juga." tante Tania tiba-tiba juga ikut berkomentar, membuat ke kembali tersenyum tipis. Laki-laki itu memang misterius dan sangat unik. Aku sangat yakin jika hidupku akan lebih berwarna jika bersamanya nanti.
__ADS_1
Cukup lama mbak Oliv mendandaniku.
kebaya peach pink pun kini sudah terpasang dengan indah di tubuh ku dengan hijab yang senada, dan tak lupa juga sepatu heels bewarna senada pun ku coba.
"Ini terlalu tinggi mbak, aku nggak terbiasa. Kemarin aku lupa mau mengatakanya sama tante Tania kalau haknya nggak usah terlalu tinggi-tinggi." ucap ku kemudian saat berusaha memakai sepatu dan belajar berjalan perlahan.
Waktu itu aku memang belum sempat mencoba sepatunya, cuma bilang ukuran yang biasa ku pakai lalu mengiyakan nya saat tante Tania memperlihatkan model sepatunya. Sekarang aku malah agak kesulitan memakai sepatu ini, musti belajar berjalan berkali-kali agar lebih terbiasa. Jangansampai nanti terkilir saat nanti akan berhadapan dengan tamu undangan. Nggak lucu banget kan.
"Masyaallah Dira....tante pangling loh lihat kamu.. Cantik banget kamu sayang, memang gak salah pilih Ronal naksirnya sama kamu dari dulu, kamu memang benar-benar cantik dari wajah dan Hati." ucap tante tania tiba-tiba saat pintu terbuka. Tante masuk ke dalam kamar bersama Mama dan mbak Nadin yang akan bergantian untuk diRias.
Sejak semalam, aku belum memeriksa pesan-pesan yang masuk di handpone ku. Biar saja nanti setelah akad nikah selesai aku baru akan memeriksanya.
__ADS_1
Semalam sempat kulihat dari layar, puluhan panggilan dari mas Hansel dan beberapa pesan-pesan lagi darinya. Aku benar-benar tak mau membacanya sekarang.
Setelah semua selesai dirias, tante Tania segera mengajak kami masuk kedalam mobilnya untuk bertemu dengan pengantin peria di gedung yang sudah disewa oleh keluarga mas Ronal yang tak jauh dari rumah tuan Martin.
"Barusan bunda bilang, jika mereka sudah menunggu mu disana, Dira. Dan sebentar lagi juga penghulu akan datang. Tante sangat yakin kamu juga sangat deg-degan kan,Dira." tante tania kembali menggoda ku. Aku kembali tersenyum tipis lalu mengangguk pelan. Benar kata tante Tania, jantung ku memang sudah berdebar-debar sedari tadi.
Tak selang berapa lama kami pun telah sampai di gedung serba guna, yang kini sudah disulap menjadi sangat indah untuk acara sakralku dan mas Ronal di hari ini. Bernuansa peach pink bercampur ungu muda yang sangat terlihat gilr banget.
Sebagian tamu undangan dan juga kerabat-kerabat dari tuan Martin pun sudah berdatangan. Debar di dalam dada pun semakin tak karuan rasanya. Saat puluhan pasang mata itu melihat ke arah ku yang kini perlahan melangkah memasuki gedung bersama tante Tania dan mama sementara mbak Nadin dan mbak Oliv sudah mendahului kami sedari tadi dan duduk di antara tamu-tamu yang lain.
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku bukan Rahim Cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..