Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
Memilih handpone


__ADS_3

Menikahi bos mafia


Part 61


Duluan,aku yang menjagamu dibelakang kalau ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.


Pak udin meringis lagi lalu setengah berbisik disampingku.


"Duluan aja tuan putri, biar pangeran yang akan dibelakang menjagamu."


Aku melototkan mataku seketika yang membuat pak Udin segera bergegas masuk menduluiku sembari tertawa.


"Mau yang mana? Di pilih saja" ucap mas Ronal setelah aku sampai didepan etalase yang memajang berbagai macam aneka merek handpone.


"Aku nggak tau mau pilih yang mana, mas. Aku beli handpone cuma sekali, itu pun handponya second." jawab ku


"Mau di beliin yang mahal apa yang mura mas?"Pak Udin ikut bertanya

__ADS_1


"Terserah Nadira mau beli handpone yang mana, yang penting Nadira suka, saya beli, pak!" balas laki-laki itu lagi.


"Dira... Yang harganya diatas enam jutaan pasti lebih keren. Fiturnya juga lengkap kaya punya Tuan Martin itu harganya delapan jutaan." bisik pak Udin lagi. aku menggeleng tiba-tiba.


"ihhhh....mahal pak...mahall..." aku menekankan kata mahal agar pak Udin tak merayuku lagi untuk membeli harga semahal handphone itu lagi. Gila 6 bulan gajiku selama bekerja ditoko tuan hanya untuk beli benda semungil itu.


"Duh, mahal tapi sebanding dengan isi fiturnya,Dira. Kamu ini bakal jadi calon menantu orang kaya jadi harus terbiasa dengan benda-benda seperti itu. Mahal begitu cuma receh bagi keluarga Tuan Martin.'' pak Udin kembali membujuk, sementara mas Ronal hanya duduk diam di kursi tunggu sembari sesekali melirik ke arah kami.


"Nggak ah, pak. yang biasa saja jangan terlalu mahal, nggak enak aku pak, takut dikira beneran matre." sahut ku kesal.


"Nggak pak. yang murah aja," balas ku lagi.


"Jadi mau pilih yang mana mbak?" penjaga counter akhirnya juga ikut bertanya, mungkin sedari tadi karyawan itu sudah melihat ku dan pak Udin berdebat soal memilih handpone itu.


"Yang murah mana ya mbak?" tanyaku kemudian


"Murahnya yang kisaran harga berapaan mbak?" Perempuan berhijab merah muda itu kembali bertanya dengan ramah.

__ADS_1


"Dibawah satu jutaan gitulah" balas ku lagi


"Oh.. Ya harga dibawah satu jutaan seperti ini lah mbak. Ini merek dan tipenya silakan dipilih aja dulu mbak mau yang mana."


Lagi9lagi aku merasa kebinggungan, terlalu banyak merek dan tipe juga fitu plus minusnya. Mas Ronal sedari tadi memperhatikan ku lalu beranjag dari tempat duduknya.


"Mbak, pilih yang ini aja" ucapnya kemudian, sembari menunjuk kearah salah satu model handpone dibelakang kaca. Perempuan itu pun mengangguk dan menjelaskan apa saja fitur-fiturnya.


"Jangan yang itu mas, mahal itu kan pak?" aku meminta pembelaan dari pak Udin, namun jawaban yang kudapatkan justru membuat ku menjadi kesal.


"Iya mahal, mahal kalau enak dipakai nggak masalah, iya kan mas?" Mas Ronal pun menganggukan kepalanya pelan.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa aku bukan rahim cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2