Terpaksa Menikahi Bos Mafia

Terpaksa Menikahi Bos Mafia
berkelahi


__ADS_3

Menikahi Bos Mafia


Part 45


"Katakan, Nadira! Kamu akan membatalkan pernikahan itu kan?!" tanyanya cukup keras. Belum sempat menjawab tiba-tiba laki-laki itu berusaha memelukku. Sekuat tenaga aku memberontak.


"Lepaskan, Mas. Kita bukan mahram. Kamu nggak boleh seperti ini. Kamu bukan Mas Hansel yang kukenal. Kamu berubah mas! Lepas, Mas!" Aku memukuli lengannya yang kekar, tapi laki-laki itu tetap saja memelukku dengan erat.


"Aku nggak mau kehilangan kamu, Dira. Nggak mau!" sambungnya cepat masih dengan pelukan erat.


"Lepaskan aku, Mas!" Kucubit lengannya sekuat mungkin, tapi tetap saja dia bergeming. Aku tahu detik ini dia menangis, tapi tak sepantasnya dia nekat seperti ini.

__ADS_1


"Lepas, Mas. Aku nggak mau ada fitnah di antara kita!" sentakku lagi.


"Biar saja. Aku sengaja melakukannya agar ada orang yang melihat kita, Dira. Dengan begitu aku tak perlu menjelaskan apa-apa. Mama dan papa pasti akan menyetujui hubungan kita." Mas Hansel semakin melantur kemana-mana. Aku benar-benar takut jika ada tetangga yang melihatku seperti ini bersamanya.


"Jangan gila kamu, Mas. Tolong, lepaskan aku!" Aku kembali mendorong tubuhnya agar menjauh dariku.


"Lepaskan dia!" bentak seseorang dari ambang pintu. Aku dan Mas Hansel menoleh bersamaan. Ketakutanku kembali menyala saat laki-laki itu melangkah cepat ke arah kami lalu menghantam tubuh Mas Hansel dengan keras hingga tersungkur.


"Mas, stop! Tolong, jangan berantem. Ingat kalian kakak beradik." Ucapanku seolah hanya angin lalu bagi mereka berdua. Kedua kakak beradik itu saling baku hantam. Keduanya tak mau mengalah hingga beberapa tetangga datang dan berusaha melerai mereka berdua.


Mungkinkah dia curiga jika aku dan Mas Hansel sengaja melakukan hal tak pantas itu? Apakah kini dia akan memutuskan perjodohan ini seperti yang diprediksi oleh mas Hansel tadi?

__ADS_1


Ya Allah, bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa aku harus jujur tentang perasaanku sendiri dan apa yang dilakukan Mas Hansel di sini? Kalau mereka tak percaya bagaimana?


Apa aku harus membela Mas Ronal dan menyalahkan Mas Hansel? Berbagai pertanyaan dan ketakutan mulai menghantui difikiranku. Aku benar-benar takut membuat kedua keluarga itu bertengkar.


"Hansel ... kamu kenapa, Nak?!" Perempuan paruh baya dengan pakaian modisnya itu pun menghambur ke pelukan anaknya yang babak belur, sementara Mas Hansel hanya diam saja tak menjawab apapun. Sempat kulirik Mas Ronal yang berdiri beberapa langkah di sampingku. Laki-laki itu terlihat lebih tenang dan tak segarang sebelumnya.


"Ini kenapa anak saya bisa sampai begini?" Bu Sinta mulai Tersulut emosih melihat keadaan anaknya yang babak belur akibat pukulan mas Ronal. Dia bertanya pada tetangga yang berdiri mengelilinginya. Semua mendadak terdiam dan hening seketika.


Aku yakin mereka takut bicara dan lapor jika Mas Ronallah yang menghajar Mas Hansel sampai seperti itu. Mereka takut jika mendapatkan perlakuan yang sama. Jangankan mereka, adiknya saja dihajar seperti itu. Itulah kasak-kusuk yang tadi sempat kudengar sebelum Ibu Sinta datang.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Aku bukan Rahim Cadanga gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2