Trail LOVE

Trail LOVE
10.Mulai Akrab


__ADS_3

Hari sudah pagi, cahaya matahari menembus kaca mobil. Thalita pun menggeliat dan membuka matanya. Yang pertama dilihat adalah wajah Kenan.


"Hahhh...." Thalita terkejut


"Hehh bangun lo! Lo mo nyulik gw yaa" teriak Thalita sambil menggoyangkan kasar tubuh Kenan.


Kenan membuka matanya


"Apa-apaan kau ini.. harusnya aku yang marah. Gara-gara kamu aku tidak berani pulang dan tidur disini" jawab kenan kesal


"Kenapa lo ngga anterin gw pulang, kenapa juga gw harus tidur sama lo disini, jangan bilang lo mau ngapa-ngapain gw" ucap Thalita menuduh


"Hati-hati kalau bicara. Bagaimana aku mau mengantarmu pulang, rumahmu saja aku tidak tahu dimana. Memang kamu pernah bilang dimana rumahmu?" ujar Kenan


Thalita terdiam dan mengingat kejadian semalam.


"Masih bagus aku tidak membuangmu kejalan" sambung Kenan sinis


Thalita masih terdiam, sebenarnya dia merasa bersalah karna sudah menuduh Kenan. Tapi bukan Thalita namanya kalau mengakui kesalahan.


Saat saling diam, tiba-tiba "kruuuuukk"


ada suara dari perut Thalita.


"Kamu lapar?" Tanya Kenan


"Ehh iya, hehheee..." jawab Thalita sambil memegangi perutnya

__ADS_1


Kenanpun melajukan mobilnya menuju restoran. Mereka pun makan pagi bersama, sesekali mereka berbincang dan tertawa. Mereka terlihat akrab sekali, Thalita sangat pandai memecah suasana yang canggung. Entah kenapa Kenan merasa nyaman saat ini, acara makanpun selesai dan Kenan mengantar Thalita pulang.


Sesampainya dirumah, Thalita masuk dengan mengendap ngendap untuk menghindari Ayahnya. Namun kali ini Thalita kurang beruntung. Ada Bayu sedang duduk diruang tengah.


"Darimana saja kamu?? Kenapa semalam tidak pulang" tanya Bayu tegas.


"Duduk" perintah Bayu


Thalita pun kaget dan memutar badannya lalu menghampiri Ayahnya dan duduk di sofa.


"Kamu belum jawab pertanyaan Ayah" ucap Bayu sedikit menekan


"i--itu Yah.. emmm anu..Thalita semalem itu.. emm" jawab Thalita dengan gugup


Thalita yang pandai bicara, dan tidak takut apapun seketika berubah menjadi pendiam dan penakut saat didepan Ayahnya ini.


"Huhhhh...syukurlah" Thalita menghela nafas lega.


"Tapi kamu harus bersiap-siap karna Ayah akan mempercepat pernikahan kamu"


"Hahh... me--meni-kah" betapa terkejutnya Thalita


"Iya. Ayah sudah bilang kan soal kamu yang akan Ayah jodohkan dengan anak teman Ayah" ucap Bayu


"i-iya sih...emang jadi ya? Thalita pikir ngga jadi hehhee" ucap Thalita gugup


"Hahh..awalnya sih Ayah masih belum yakin, tapi...karna kelakuan kamu semalam Ayah jadi makin mantap untuk segera menikahkan kamu"

__ADS_1


Lalu Bayu melanjutkan ucapannya lagi


"Ayah juga sudah membicarakan ini dengan Om Rico dan dia setuju. Malah dia bilang makin cepat itu lebih baik" ucap Bayu lalu meninggalkan Thalita


Thalita lemas mendengar itu, dia belum ada ide untuk menghindari ini. Ini terlalu cepat untuk menikah. Namun Thalita kehabisan kata-kata, dia tidak menolak tapi juga tidak menerima. Entah apa yang harus Thalita lakukan untuk menggagalkan rencana Ayahnya.


Thalita pun masuk kekamarnya, melemparkan jaket jeans nya kesembarang arah, membuka sepatu dan melemparnya lalu merebahkan tubuhnya. Otaknya terus berfikir rencana apa yang harus dia lakukan untuk menggagalkan perjodohan ini.


Namun Thalita belum menemukan ide, otaknya saat ini seakan buntu tidak dapat berfikir.


"Ahhhh....stresss gw lama-lama" Thalita mengacak ngacak rambutnya


Dia menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong. Tak terasa Thalita pun terlelap. Rasa kantuknya benar-benar tidak bisa ditahan lagi, bagaimana tidak dia baru tidur selama 2jam dimobil tadi.


.


.


...----------------...


Visual Bayu Dermawan, Ayah Thalita



Visual Rico Abrisam, Papah Kenan Abrisam


__ADS_1


__ADS_2