Trail LOVE

Trail LOVE
27. Masuk Kuliah


__ADS_3

Hari sudah berlalu..


Thalita dan Kenan sudah kembali ke aktivitasnya seperti biasa.


Dikantor, Kenan banyak mendapatkan kiriman bunga dari para kolega nya sebagai ucapan selamat atas pertunangannya.


Dikampus pun masih ramai membicarakan sosok Idola tampan mereka yang sudah bertunangan. Yaa Kenan memang banyak disukai wanita mulai dari kalangan muda. Bagi sebagian wanita sangatlah beruntung bisa memiliki dan dicintai Kenan. Namun tidak dengan Thalita, dia berfikir ini semua terjadi karna keterpaksaan bukan karna cinta.


"Thalitaaaaaa......." teriak safira dan winda kepada Thalita yang baru saja turun dari motor Trailnya.


"Aaaaaahhhhh....gw kangen banget Thal sama lo" safira memeluk manja Thalita


"Halahhh....baru juga seminggu ngga ketemu..lebayy lo" ucap Thalita sambil menoyor kepala safira yang sedang memeluknya.


"Ehh Thal, gimana rasanaya seminggu ini jadi tunangannya Tuan Muda Kenan, hahhaa" tanya Winda meledek


"Biasa aja..ngga ada yang berubah" jawab Thalita santay


"Masa sih... kalo gw perhatiin nih yaa.. Kenan kayanya suka deh sama lo"


"Iya Thal..buktinya aja nih yaa. Waktu hari tunangan lo itu dia....emmmm" Winda membungkam mulut Safira yang hampir saja keceplosan itu.


***


Dihari Tunangan itu, Kenan memberikan nomor ponselnya kepada Safira dan winda. Kenan ingin setiap aktifitas Thalita difoto dan dikirimkan ke ponsel Kenan. Tentu saja ini dilakukan tanpa sepengetahuan Thalita. Kenanpun puas dengan hasilnya. Dia mendapatkan Foto Thalita saat di masker, di make up dan di hair do dan banyak lainnya.


***


"Maksudnya?? Ada apaan sih? Ahhh pasti ada yang lo sembunyiin ya dari gw?" Thalita heran dengan tingkah mereka berdua.


Mereka gelagapan karna bingung harus jawab apa. Disaat itu juga Revan datang. Safira dan winda pun bernapas dengan lega karna selamat dari introgasinya Thalita.


"Thal, kita tunggu dikelas yaa..yuk fir" ajak Winda


"Thal.. lo kemana aja si..dihubungin susah banget, lo sakit?? Apa lagi ada masalah??" Tanya Revan, kedua tangan Revan memegang kedua pundak Thalita karna merasa khawatir dengan Thalita


"Hemm...nyerocos aja lo kaya emak-emak"

__ADS_1


"Gw khawatir thal sama lo..gw takut lo kenapa-napa"


"Ngga usah lebay deh..gw ngga kenapa-napa..lo liat sendiri kan"


Jawab Thalita sambil merangkul leher Revan hingga Revan membungkuk.


"Lepasin Thal, gw ngga bisa napas" teriak Revan


Thalita melepaskan tangannya dan berjalan beriringan sambil bercanda.


Revan adalah sahabat Thalita sejak kecil, namun seiring berjalannya waktu benih cinta dihati Revan pun tumbuh. Namun Thalita tidak menyadarinya karna Revan pun tidak pernah berani untuk mengungkapkannya.


Mata pelajaran kuliah telah usai. Thalita merapikan buku-buku nya dan memasukkannya kedalam tas.


Saat itu juga ponsel Thalita berbunyi ada notif pesan masuk dari Kenan.


Sebentar lagi jam makan siang. Jangan lupa dengan kesepakatan kita.


Membaca itu Thalita tidak membalas pesannya, dia lebih memilih menelfon Kenan.


Tuuut...


Haloo...


"Heh..kesepakatan apa yang lo maksud?


"Baik mungkin kamu lupa. Aku ingatkan lagi.. Setiap hari dijam makan siang kamu harus jemput aku dikantor dan menemaniku makan siang, sudah ingat??"


"Hahahaa....lucu lo... Oke mungkin lo juga lupa yaa.. kalo kesepakatan itu dibuat cuma buat batalin perjodohan gw. Tapi nyatanya perjodohan itu ngga batal. Malah sekarang gw udah tunangan sama orang yang dijodohin sama bokap gw. Dan apesnya lagi orang itu elo...jadi kesepakatan itu udah ngga ada, udah angus. Ngerti!!!"


Tanpa aba-aba Thalita langsung mematikan telfonnya.


"hahh...apa dia bilang. "apes" maksudnya apa?"


Kenan berbicara sendiri. Axe yang melihat itupun terheran.


"Axe batalkan meeting hari ini, aku sedang tidak mood" perintah Kenan sambil menyandarkan tubuhnya dikursi panjang itu.

__ADS_1


"tapi Bos.."


Kenan mengangkat tangannya dan memejamkan mata. Axe yang melihat itu pun tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menuruti perintahnya.


"Siap Bos..."


.


.


...----------------...


**Sekilas tentang Axelle


Saat Axelle berusia 9tahun Axelle dan Orang tuanya akan berlibur. Sepulang liburan Mobil yang mereka kendarai mengalami kecelakaan beruntun, Axelle bisa diselamatkan walaupun kondisinya saat itu kritis. Namun nyawa orang tuanya tidak dapat diselamatkan.


Beruntung rumah sakit yang membawa mereka adalah rumah sakit milik Rico. Rico mendapat laporan ada anak yang sedang kritis dan harus segera dioprasi namun tidak ada wali nya.


Rico pun menjadi Wali nya dan menyetujui setiap tindakan Dokter.


"lakukan yang terbaik.. aku yang akan bertanggung jawab atas anak itu" perintah Rico pada Dokter yang menangin Axelle.


1 bulan sudah Axelle menjalani perawatan hingga akhirnya dia sembuh total.


Rico menemuinya dan menjelaskan kronologi yang menimpanya. Axelle sangat terpuruk saat itu, Rico memeluknya dan menenangkannya, memberinya semangat dan kasih sayang.


"Ikutlah denganku. aku akan mengurusmu, dan membiayaimu" ucap Rico kepada Axe


"namun ada syarat yang harus kau penuhi. Jadilah teman untuk Anakku. Sayangilah dia dan lindungilah dia. Aku yakin kau adalah laki-laki yang kuat, untuk itu Aku ingin kau selalu bersamanya dan menjaganya seperti kau menjaga nyawamu"


Axelle menyetujuinya, diapun mendapat perlakuan baik dan kasih sayang.


Sejak saat itulah mereka selalu bersama. Masuk disekolah yang sama dan di universitas yang sama hingga saat ini.


.


.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2