Trail LOVE

Trail LOVE
20. Malam Perjodohan


__ADS_3

Sampailah mereka di Pintu masuk Hotel Abella.. Kenan dan Thalita turun di pintu masuk Lobby utama. Kenan masuk bersamaan dengan Thalita setelah ia memberikan kunci mobilnya kepada Valet Parking.


Security hotel dan beberapa pegawai Hotel yang ada di Lobby pun membungkukan badannya kepada Kenan dan Thalita.


Degg... Thalita melotot. Betapa terkejutnya dia saat Kenan menggandeng telapak tangannya. Jantung nya meronta ronta. Namun Thalita mencoba menahan rasa itu. Kemudian ia berhenti berjalan dan menepis tangan Kenan.


"Ehhh...apaan si pake pegang-pegang segala. Gw hajar lo ya!!!" Ucap Thalita dengan nada marah dan berjalan meninggalkan Kenan.


"Huhhhh.... jantung gw hampir aja copot.. sialan tuh cowok" gumam Thalita


"Heyy tunggu.." kenan menarik lengan Thalita hingga langkah Thalita terhenti


"Kamu jangan ge-er yaa.. aku pegang tangan kamu itu supaya kita terlihat seperti pacar beneran bukan pura-pura. Gimana kalau Ayah kamu lihat kita jalan masing-masing seperti ini. Apa dia ngga curiga??" tepis Kenan


Thalita berfikir sejenak, dia percaya dengan penjelasan Kenan. Thalita pun jadi merasa bersalah. Beda dengan Kenan yang menahan senyumnya karna berhasil membuat Thalita percaya dan berhasil menggandeng tangannya.


Saat sampai didepan pintu masuk restoran, Kenan menghentikan langkahnya. Dia teringat akan sesuatu. Dia meraba tubuhnya mencari sesuatu namun tidak ada.


"Ahhh...syitt"


"Kenapa?"


"Handphone aku kayanya ketinggalan dimobil.. emm kamu mau tunggu disini atau masuk duluan? Aku mau ambil handphone dulu"


"Ishh...males banget gw nunggu disini. Gw masuk duluan aja deh.."


"Oke.."


"Balik lagi lo ya. Awas aja kalo kabur"


"Siap Nona..."


Thalita pun masuk ke Resto dan disapa oleh seorang pelayan.


"Selamat malam Nona.."


"Malam.. meja Pak Rico dimana ya?"


"Disebelah sana Nona, mari saya antar"


Thalita pun diantar seorang pelayan Resto kemeja Ayahnya.


"Ayah.." panggil Thalita


"Heyy sayang.. akhirnya kamu datang juga. Sayang kenalin ini Om Rico teman Ayah kuliah dulu"


"Ric, kenalkan ini Thalita putriku yang paaaling cantik, hahaha"


"Halo Om.. salam kenal"


"Halo Thalita... wahh ternyata Ayahmu benar Kamu memang cantik, sangat cantik, hahaha"


"Heehehee.... jangan berlebihan Om, nanti kalo aku terbang susah nangkep nya loh.."


"Hahhaaa...." mereka pun tertawa bersama


Rico mengeluarkan Ponsel dari sakunya hendak menghubungi Putranya.


Tuuut...tuut...


"Halo pah.."


"Son..kamu dimana? Ini loh calon istrimu sudah datang.. dia sangaat cantik"

__ADS_1


"Iya pah sebentar lagi ya..Kenan masih ada urusan. Nanti Kenan kesana"


"Oke, Papa tunggu. Jangan lama-lama yaa ngga enak loh sama Om Bayu dan Putrinya"


"Oke Pah"


Rico pin mengakhiri panggilannya dan meminta maaf karena merasa tak enak hati dengan Thalita.


"Thalita maaf ya.. anak Om masih ada urusan sebentar jadi terlambat datangnya. Ngga apa-apa kan Nak"


"Emmm...ngga apa-apa ko Om. Cuma heran aja ya..kok acara kaya gini disepelein sih. Harusnya diutamain dong. Gimana kalo udah nikah nanti.. Thalita jadi ragu"


Mendengar itu Rico menjadi tidak enak hati. Bayu melihat perubahan raut wajah Rico.


"Santai aja Ric, Thalita cuma bercanda kok.. iya kan sayang"


Thalita menjawab dengan mengangkat kedua pundaknya bersamaan.


Thalita pun melihat Kenan yang sedang berjalan mencari keberadaannya.


"Oiya Ayah...Om Rico. Sebelumnya Lita minta maaf. Sebenarnya Lita sudah punya pacar jadi kayanya Lita belum bisa menerima Perjodohan ini"


Mendengar ucapan Thalita tadi Rico dan Bayu kaget.


"Lita apa-apan kamu..!" ujar Bayu dengan suara yang menahan marah


Mata Kenan pun menemukan keberadaan Thalita. Kenan pun menghampiri. Saat dirasa sudah dekat Thalita langsung berdiri dan menyambutnya.


Rico dan Bayu yang masih terdiam menunduk pun tidak menyadari kedatangan Kenan.


"Ayah..Om Rico.. kenalin ini pacar Lita" Thalita menggandeng lengan Kenan dan memperkenalkan kepada ke dua orang tua itu.


"Selamat malam Om" sapa Kenan.


Bayu dan Rico pun bersamaan menoleh ke arah Kenan. Mereka bertiga saling tatap, kemudian beralih pandangan Rico dan bayu saling menatap. Kenan saat itu juga terkejut bukan main.


"Jadi..kalian" ucap Rico dan Bayu kompak sambil menunjukan jari telunjuknya kearah kenan dan Thalita. Kemudian beralih saling pandang.


"Hahhhaaha..... hahhaaa....." Rico dan Bayu tertawa terbahak-bahak hingga meja VIP itu menjadi ramai seketika.


Thalita melihat mereka heran tidak tau apa maksud dari tawa mereka itu. Begitu juga Kenan, Kenan terdiam tak bisa berkata apa-apa. Tentu saja Kenan tau arti dari tawa mereka itu karna sebelumnya Kenan sudah bertemu dengan Bayu. Kenanpun sudah bisa menebak bahwa gadis yang akan dijodohkannya itu adalah Thalita.


Rico dan Bayu pun mulai tenang, mereka berhenti tertawa dan melihat Kenan dan Thalita yang masih berdiri mematung memandangi orang tuanya itu.


"Ahh.. maaf maaf. Ayoo silahkan duduk, kita lanjutkan ngobrolnya setelah makan malam. Om udah lapar iya kan Bay.. hahhaa" ucap Rico


"Hahhaa... iya benar. Ayo sayang kita makan dulu ya" Ajak Bayu kepada Thalita


Mereka pun makan dengan khidmat tak ada suara yang keluar dari mulut mereka hanya ada suara sendok dan garpu yang menyentuh piring.


Mereka sudah menyelesaikan makan malamnya, Rico mengangkat tangannya memanggil pelayan untuk membereskan meja dan membawakan makanan penutup.


Sambil menikmati makanan penutup, Bayu pun membuka obrolan.


"Jadi...sudah berapa lama kalian pacaran"


"Sekitar 6 bulan Yah" jawab Thalita santai


"Apa kalian saling mencintai" tanya Rico kepada kedua anak muda ini.


Kenan yang sedang menunduk pun mengangkat wajahnya menatap Thalita. Namun jawaban Thalita membuat kenan salah tingkah dan kembali menundukkan kepalanya.


"Pasti dong Om.. kalau ngga mana mungkin kita bertahan sampai sekarang.. iya kan sa-yang..." jawaban Thalita membuat Kenan terkejut dan gugup.

__ADS_1


"Hahh.... ahhh i--iya" ucap Kenan gugup


Hening...


Mereka kembali menyantap makanan penutupnya. Ada rasa lega dihati Thalita namun tidak pada Kenan. Dia sudah bisa menebak apa yang terjadi setelah ini. Rencana Thalita untuk menolak perjodohan ini bisa jadi malah melancarkan rencana kedua pria tua itu.


"Jadi...kapan kalian akan menikah?" Bayu bertanya kepada Kenan.


Kenan yang menunduk pun langsung mengangkat kepalanya kaget, dia menjadi gugup matanya menatap Thalita seolah mengisyaratkan pertanyaan.


"Hah...emm" kenan gugup dan salah tingkah


"Emm..kalau untuk itu belum bisa dipastikan Yah..karna Keluarga Kenan tinggal diluar negeri jadi Kenan harus membicarakan dulu ke Keluarganya gitu Yah.." jawaban Thalita seperti sudah dirancang sebelumnya. Dia tau Ayahnya pasti akan bertanya seperti ini.


Namun jawaban Thalita membuat Rico dan Bayu saling menatap sambil senyum licik seolah mengisyaratkan sesuatu.


Kenan yang mendengar jawaban Thalita pun makin menundukkan kepalanya sambil memijit keningnya, entah apalagi yang akan terjadi padanya kalau Thalita tahu bahwa Rico adalah Ayahnya.


Kali ini Rico membuka suaranya.


"Thalita.. kamu tidak usah khawatir sayang. Kalian kan sudah pacaran selama 6 bulan dan kalian juga sudah saling mencintai. Jadi langsung tetapkan saja tanggal pernikahannya, atau kalian mau tunangan dulu juga boleh.. iya kan Bay hahhahaa"


"Iya sayang.. Om Rico benar. Jadi bagaimana, kalian mau Tunangan dulu atau langsung menikah"


"Hahhahahaa......" tawa bayu dan Rico bersamaan


Tawa kedua pria itu begitu menggelegar. Thalita semakin bingung dengan kedua orang tua itu.


"Sebenernya mereka kenapa sih... Kok mereka ngga kecewa yaa gw nolak perjodohan ini, malah ketawa-tawa ngga jelas... anehh." ucap Thalita dalam hati sambil memandangi kedua pria tua itu


Pandangannya kini beralih ke Kenan yang masih saja tertunduk sambil memegangi keningnya seraya menutupi wajahnya


"Kenan juga kenapa lagi..daritadi nunduk mulu kaya orang lagi banyak pikiran aja, padahal daritadi gw mulu yang ngomong.. hemm jangan-jangan dia tau sesuatu lagi. Awas aja" ucap Thalita dalam hati.


Matanya memandang kenan dengan sinis. Kenan yang menyadari itupun jadi makin salah tingkah. Lamunan Thalita pun buyar mendengar suara Bayu.


"Kamu mikirin apa sayang.."


"Ehhh.. ngga yah hehhe"


"Jadi bagaimana? Pertanyaan Ayah sama om Rico kok ngga dijawab"


"Pertanyaan? Oh itu... emm anu Yah.. kan keluarganya Kenan ngga ada disini jadi belum bisa ditentuin Yah, iya kan Ken?"


Dibawah meja kaki Thalita sedikit menendang kaki Kenan mengisyaratkan Kenan ikut menjawab pertanyaan Ayahnya.


"Ehh i--iya Om"


"Hahahaha..." kedua pria itupun kembali tertawa. Rico langsung merangkul Kenan


"Son.. kau anggap apa Papa mu ini Hah!"


"Aduhhh..." Kenan langsung menekan nekan keningnya sambil menundukkan kepalanya


Thalita yang mendengar ucapan Rico pun terkejut bukan main. Matanya melotot seakan mau copot.


"Papa?? Jadi...kalian??" thalita menunjuk ke arah Kenan dan Rico


"Iya sayang.. Om Rico itu Papanya Kenan. Dan Kenan ini pria yang mau Ayah jodohkan sama kamu"


"Hahhh !!!!!!!!..." Thalita membuang nafasnya kasar dan matanya melihat kesembarang arah kemudian tangannya bertumpu ke meja dan menjatuhkan kepalanya ke tangannya seakan dia sudah menyerah dengan keadaan ini.


.

__ADS_1


.


...----------------...


__ADS_2