Trail LOVE

Trail LOVE
14. Pagi hari


__ADS_3

Pagi ini Thalita tengah bersiap pergi kekampus. Seperti biasa sang Ayah sudah menunggunya di meja makan untuk sarapan bersama.


"Pagi yah" sapa Thalita


"Pagi sayang" jawab Bayu


Mereka pun menyantap sarapan pagi bersama-sama.


"Sayang... sabtu malam nanti kita akan kedatangan tamu untuk makan malam bersama. Kamu jangan kemana-mana ya karna ini tamu istimewa" ucap Bayu kepada Thalita diiringi dengan senyuman mengancam.


"Tamu istimewa? Siapa Yah?" Tanya Thalita penasaran


"Calon suami dan mertua kamu" jawab Bayu. Thalita yang mendengarkan sambil minum susu pun terkejut bukan main dan tanpa sengaja menyemburkan susu yang sudah masuk kedalam mulutnya itu.


"Buurrrttttt...." muncratan susu mengenai semua yang ada dimeja makan.


"tapi yah..." ucapannya Thalita terhenti saat Bayu memotong pembicaraannya


"Om Rico menunda kepulangannya ke Paris hanya ingin bertemu dengan mu, dia ingin menetapkan tanggal pernikahan mu dan putranya. Jadi bersiaplah" ucap Bayu


"Kamu tau kan konsekuensinya kalau kamu sampai kabur lagi dari rumah. Jadi jangan coba-coba untuk kabur" ucap Bayu mengancam


Tak lama suara seseorang melangkah keruang meja makan.


"Selamat pagi Pak.. Selamat Pagi Non" sapa Amir sambil membungkukan badannya.


Thalita hanya membalas dengan anggukan, karna moodnya saat ini sedang tidak bagus.


Amir adalah Asisten Pribadi Bayu. Bisa dibilang Amir adalah tangan kanan Bayu.

__ADS_1


"Pagi.. Kau sudah sarapan?" tanya Bayu kepada asistennya


"sudah Pak, terima kasih" jawab Amir


"Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang" ucap Bayu. Bayu pun menyudahi makan pagi nya dan bersiap untuk pergi kekantor.


"Sayang..Ayah berangkat duluan yah" pamit Bayu sambil mencium kening Thalita.


"Ayah.." panggil Thalita, Bayu pun menoleh


"Kunci motor Thalita" pinta Thalita


"Maaf sayang, hukumanmu belum berakhir. setidaknya tunggu sampai acara makan malam nanti ya" jawab Bayu sambil tersenyum. Thalita pun mendengus kesal mendengar jawaban dari Ayahnya itu.


.


.


Saat ini dimeja makan kantin sudah ada Thalita, Safira dan Winda yang sedang menyantap makanannya.


"Ehh...thal, gimana lo udah ngomong sama Kenan soal rencana kemaren" tanya winda


"Belum..kayanya siang ini gw harus ketemuan sama dia, karna sabtu malem Om Rico dan anaknya itu mau dateng untuk ngomongin tanggal pernikahan" ucap Thalita


"Pernikahan??? Siapa yang mau nikah??" Tanya revan yang tiba-tiba muncul dari belakang Thalita


"Apaan si... KEPO!!!" ucap Thalita kesal


"dah ahh...gw cabut duluan ya " thalita pamit kepada teman-temannya

__ADS_1


"ehh mau kemana thal?" tanya Revan sambil menahan tangan thalita


"gw ada urusan" jawab thalita ketus sambil menepis tangan Revan yang memegang tangannya lalu pergi meninggalkan Safira, Winda dan Revan


Revan pun memandanginya heran. Revan merasa Thalita sedang menyembunyikan sesuatu, ia terus memandangi Thalita yang terus berjalan hingga punggung Thalita tak terlihat lagi.


"Thalita lagi kenapa sih..?" tanya Revan kepada Winda dan Safira


"kenapa ya? ngga kenapa napa kayanya" jawab Safira


"ngga! gw yakin ada sesuatu, lo berdua pasti tau sesuatu kan?" tanya Revan mulai curiga


"Sesuatu apa? Gw ngga tau apa-apa" jawab Winda sambil menyantap makanannya


Tatapan Revan sungguh tidak dapat diartikan. Ia merasa ada sesuatu yang menimpa Thalita, namun mereka menyembunyikannya dari Revan.


Revan pun bergumam dalam hatinya, ia akan mencari tau sendiri atas apa yang terjadi pada Thalita.


Sebenarnya Revan menyukai Thalita, namun dia tidak ada keberanian untuk mengungkapkan. Pikiran Revan benar-benar tidak terarah, yang dia pikirkan hanya Thalita. Dia merasa tidak tenang atas sikap Thalita tadi. Tak lama Revan pun pergi meninggalkan kantin, dia berlari ke parkiran kampus mencari Thalita, namun Revan tidak menemukan Thalita.


.


.


...----------------...


.


terima kasih kepada kalian yang masih setia membaca Novel "Trail Love" ini

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2