
Thalita mengerjapkan matanya dan membukanya perlahan, dia memainkan bola matanya kekanan dan kekiri untuk melihat sekelilingnya.
"Sayang.. kamu udah bangun?"
"Ayah..."
"Iya sayang... gimana kakimu, masih sakit?
Thalita menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Ayahnya. Matanya kembali menjelajahi seisi ruangan seperti mencari sesuatu.
"Ayah, Kenan kemana?"
"Emm...katanya ada urusan"
"Ooh... tapi nanti dia kesini lagi kan?
"Entahlah"
"Ayah, liat Hp lita ngga?"
"Mau apa?
"Mau telfon Kenan"
"Sudahlah...tidak usah menghubungi dia lagi"
"Kenapa?"
"Kamu bisa seperti ini karna dia, buat apa kamu masih cari dia"
"Kok Ayah gitu! Ini bukan salah dia Yah.. ini salah Lita sendiri yang ngga hati-hati"
"Kalau dia benar-benar menjagamu, seharusnya tidak terjadi seperti ini"
"Ngga gitu Yah, ini karna lita aja yang teledor buktinya aja dia langsung buru-buru bawa lita kesini"
"Sudahlah... Ayo makan dulu, setelah itu minum obatnya"
Dengan terpaksa Thalita menerima suapan dari Bayu, ia tahu betul Ayahnya seperti apa, meski tidak bisa marah tapi kalau sudah A ya A tidak akan berubah dalam sekejap.
Ceklek.. Suara pintu terbuka, Thalita menoleh berharap Kenan yang datang. Namun ternyata bukan, Vina datang dengan membawa karangan bunga ditangannya.
"Hai sayang... gimana keadaan kakimu hemm..?
"Udah ngga sakit kok, Tan"
"Syukurlah kalau begitu... oh iya ini bunga buat kamu" ucap Vina smabil menyerahkan karangan bunga ditangannya itu dan Thalita pun menerimanya.
"Hahh...dari siapa ini Tan?"
Vina menjawab hanya mengangkat kedua bahunya. Thalita pun semakin penasaran.
"Oh iya kamu pasti belum makan kan. Kita kekantin yuk" ajak Vina kepada Bayu
"Biar aku aja yang kekantin, kamu tunggu disini temani Thalita" ucap Bayu
"Ahh.. Thalita pasti ngga masalah kok kita tinggal, lagipula cuma sebentar. Aku belum tau mau makan apa. Kalau datang langsung kan enak bisa milih, hehhe..." Vina mencoba membujuk Bayu
"Sayang...ngga apa-apa kan ditinggal sebentar?" tanya Vina kepada Thalita
__ADS_1
"Iya. Ngga apa-apa ko. Ayah kan belum makan, Ayah juga harus istirahat" jawab Thalita
"Baiklah... Ayah tinggal dulu ya. Ngga akan lama kok"
"Lama juga ngga apa-apa"
"Uuhh...anak Ayah pengertian banget sih" ucap Vina sambil mencubit pipi Thalita.
Thalita hanya tersenyum melihat tingkah Vina yang aneh itu, sedangkan Bayu hanya menggeleng kepala. Mereka pun pergi kekantin bersama.
Ceklek...
Thalita mendengar suara pintu terbuka namun pandangannya tak beralih dari karangan bunga ditangannya.
"Kok... balik lagi" ucap Thalita dengan mata yang masih memandangi bunga ditangannya
"Oke..kalau gitu aku pulang deh" jawab pria tersebut
Thalita menoleh kearah sumber suara
"Hahh.... kamu" Thalita terkejut karna ternyata bukan Ayahnya yang masuk tapi seorang Pria tampan yang sedang ia rindukan.
"Kenapa? Kamu ngga mau ketemu sama aku? tanya Kenan
"Emmm bukan gitu.. tadi dikirain Ayah" ucap Thalita
Kenan berjalan menghampiri Thalita. Menarik kursi disamping ranjang itu dan mendudukinya. Kenan memandangi Thalita yang sedaritadi asyik dengan buket bunga itu sambil sesekali mencium bunga mawar iti.
"Kamu suka bunga nya?" tanya Kenan yang melihat Thalita menciumi buket bunga mawar itu
Thalita menjawab dengan anggukkan sambil tersenyum.
"Oh jadi ini bunga dari kamu?"
"Apa!!! Jadi kamu ngga tau kalau itu bunga dari aku??"
Thalita menggeleng
"Hahh... dasar bodoh. Itu kan ada kartunya. Lalu kenapa kamu cium-cium bunganya kalau ngga tau dari siapa? Dasarrr...."
Thalita hanya mendelik dan memutar bola matanya.
"Jangan pernah terima bunga dari orang lain, apalagi sampai kamu cium-cium" sambung Kenan kesal
Thalita masih tak menggubris ucapan Kenan, Dia pun sibuk mencari kartu yang ada di buket bunga itu. Saat sudah menemukan kartu itu, Thalita ingin membukanya dan membaca tulisan yang ada dikartu itu namun dengan cepat Kenan menahannya.
"Eehhh... jangan sekarang. Baca kartunya nanti setelah aku pergi"
"Hemm...oke" jawab Thalita setelah berfikir sejenak
Kenan meraih tangan Thalita dan menggenggamnya erat. Thalita menoleh bersamaan dengan mata Kenan yang menatapnya.
"Aku minta maaf, kalau nanti aku jarang menemuimu. Tapi aku akan berusaha untuk selalu bisa bertemu denganmu" ucap Kenan
Kali ini tatapan Kenan menjadi serius namun Raut wajah Thalita mendadak sendu, rasanya dia tidak rela kalau harus jauh dari Kenan.
"Kenapa kamu, ko cemberut gitu... emmm kamu ngga bisa jauh dari aku yaa..." Kenan membuyarkan kesedihan Thalita.
"Ishh... engga. Biasa aja" tepis Thalita
__ADS_1
"Iya juga ngga apa-apa, tuhh kan mukanya merah hahaha.." ucap Kenan sambil mencubit hidung mungil Gadisnya itu.
"Apa sih Ken...." ucap Thalita sambil memegang hidungnya.
"Kamu ngga apa-apa kan kalau kita ngga ketemu dulu?"
"Ini pasti karna Ayah kan? Aku bakal omongin ke Ayah kalau ini bukan salah kamu"
"Sstt... ngga perlu. Biar aku aja yang usaha. Lagian ini memang salah aku juga makanya aku akan bertanggung jawab untuk minta maaf sama Ayah kamu"
"Hahh....serah deh"
"Thal... sini deh"
"Apa?"
"Sini mukanya biar lebih deket lagi"
"Mo ngapain sih?" tanya Thalita yang penasaran.
Thalita pun lebih mendekatkan lagi wajahnya. Kini wajahnya dan wajah Kenan sudah sangat dekat. Dan... cupp... Kenan mengecup bibir Thalita. Hanya kecupan lalu ia lepaskan lagi.
Thalita pun menjadi malu, namun saat Thalita hendak menjauhkan wajahnya Kenan malah menahan tengkuk Thalita lalu mencium bibirnya. Memainkannya penuh hasrat, Kenan mengulum lidahnya hingga lidahnya bertemu dengan lidah Thalita dan menggigit lembut bibir Thalita. Thalitapun dengan senang hati menerima nya. Dia pejamkan matanya, menikmati setiap gerakan yang Kenan berikan.
Suara ponsel Kenan membuyarkan keduanya. Mereka pun melepaskan ciumannya. Kenan mengusap bibir lembut Thalita yang tersenyum manis kepadanya.
Kenan meraih ponselnya, dilihatnya Tante Vina mengirim pesan kepadanya. Memintanya untuk segera pergi karna dia dan Bayu sedang menuju kekamar Thalita.
"Aku harus pergi... kamu harus cepat sembuh, agar kita bisa segera melangsungkan pernikahan kita yang tertunda" ucap Kenan sambil memegang pipi Thalita.
"Iya. Kamu hati-hati yaa.."
Kenan menatap dalam gadisnya itu lalu mengecup Keningnya dengan penuh perasaan. Lalu melepasnya
"I Love You" ucap Kenan
"I Love You too.."
Sejujurnya Kenan tidak ingin pergi dari sini. Begitupun dengan Thalita. Namun keadaan kini berubah setelah kejadian di Hotel itu. Bayu yang semula ingin putrinya berjodoh dengan Kenan sirna seketika. Kenan yang dia anggap bisa menjaga putrinya dengan baik ternyata tidak.
Mereka dipertemukan dengan cara yang tidak disengaja, dan dipaksa dijodohkan oleh orang tuanya. Namun akhirnya kini mereka saling mencintai lalu apa jadinya jika mereka harus mengakhiri kisah cintanya yang baru saja ia mulai. Entah bagaimana kelanjutan hubungan mereka nanti tidak ada yang tahu.
.
.
...----------------...
Maafkan kalau ceritanya kurang menarik..
Harap maklum, masih tahap belajar🙂
Minta saran dan kritiknya yaa buat kemajuan Aku..
Tulis dikolom komentar yaa...
komen juga menurut kakak-kakak tentang jalan ceritanya ini bagaimana..
🤗🤗🤗
__ADS_1