
Hari ini adalah hari Jumat, Thalita tidak pergi ke kampus karna tidak ada mata kuliah. Namun entahlah hari ini sepertinya hari yang sangat membosankan. Seharian ini dia tidak mau diganggu, yang dibutuhkan saat ini adalah Rebahan.
Dikamar dengan nuansa cat hitam putih dan abu-abu pastel yang diisi dengan furniture kayu sehingga terlihat simple dan eleghant karna ukurannya yang tidak besar, Thalita merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya yang tidak terlalu besar.
Sebenarnya Bayu memberikan kamar Thalita yang besar karna mengingat dia adalah anak perempuan yang memiliki banyak barang. Namun ternyata Thalita tidak menyukai kamar yang besar.
Karna Thalita kuliah di jurusan Arsitek dia mendesign kamarnya sendiri. Dia memilih untuk membagi kamarnya menjadi 2 bagian. Kamar tidur dan kamar belajar.
Kamar belajar dia buat semi outdoor.
Sudah pasti tujuannya adalah agar dia bisa tenang dan fokus dengan melihat langit, tanaman dan menghirup udara segar membuat Thalita tenang apalagi saat Thalita membuat design. Selain itu juga bisa jadi tempat nongkrong saat teman-temannya main kerumahnya.
Tululut..tululut..
Suara dering handphone Thalita. Thalita pun membuka matanya dan mengambil Handphone nya, dilihatnya nama Curut dilayar.
Curut adalah nama panggilannya kepada Revan. Yaa Revan Anggara, dia adalah teman laki-laki Thalita, teman nongkrong, teman balap motor teman segalanya yang berbau laki-laki.
Namun Bayu tidak terlalu menyukai Revan. Bayu menganggap Revan lah yang membawa pengaruh buruk untuk Putri semata wayangnya itu.
"Halo..." Thalita menjawab telfonnya dengan malas.
"Halo thal.. ntar malem keluar ya, anak Garage ngajak tanding nih... motor juga udah gw prepare..lo tinggal gas aja"
"Ngga dulu deh...gw lagi males"
__ADS_1
"Lahh tumben lo. Masalahnya nih anak penasaran sama lo, dia maunya lo yg bawa... Thal kali ini tarohannya motor dia Thal...lo kan dah lama ngincer tuh"
Thalita diam sejenak.
"Gimana Thal..?"
"Gimana yaa....gw emang udah lama sii ngincer tuh motor.. emm..okelah"
"Nahh gitu doong... oke sampe ketemu ditempat biasa ya. Bye"
Obrolan Thalita dan Revan pun berakhir. Thalita memejamkan matanya lagi untuk tidur.
Tok..tok..tok.. Karna tidak ada jawaban dari dalam, Bi Een pun membuka pintu dan masuk kekamar untuk membangunkan Thalita.
"Emmm...iya bi" jawab Thalita sambil membuka matanya perlahan
"Thalita mandi dulu ya bi, suruh Ayah tunggu"
"Iya non. Bibi kebawah dulu ya" ucap bi een lalu keluar kamar dan turun.
** 20menit kemudian
"Ayaaahh...." sapa Thalita sambil memeluk Ayahnya
"Anak perawan jam segini ko baru mandi, ngapain aja sih. Ayah udah laper nih nungguin kamu" ucap Bayu
__ADS_1
"Hehhe... maaf Yah, Thalita tidur siang tadi ehhh kebablasan deh hehehee...." ucap Thalita sambil menunggu makanan yang disiapkan Bi Een.
Acara makan malam pun selesai. Thalita masuk kekamarnya, dan Bayu keruang kerjanya.
3jam sudah berlalu. Saat ini jam menunjukkan pukul 11.00 malam. Thalita bersiap-siap untuk keluar. Dia keluar secara diam-diam dan mengendap seperti maling untuk menghindari Ayahnya.
Thalita pun berhasil keluar. Tak lama menutup pintu depan, Bayu keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke dapur untuk minum. Saat Bayu berjalan kearah ruang tengah Bayu mendengar suara motor Thalita. Dengan cepat Bayu keluar untuk mencegah Thalita.
Namun sayang saat Bayu keluar Thalita sudah melewati gerbang dan dengan cepat suara motor itu menghilang. Geram.. yaa itulah yang bayu rasakan saat ini.
"Hemm....kabur lagi dia, aku kejar pun percuma pasti udah jauh" hahhhhh.... bayu menghela nafasnya.
Kemudian Bayu duduk disofa ruang tengah dan memikirkan entah sampai kapan Thalita akan seperti ini. Bayupun berfikir sepertinya Thalita harus cepat-cepat menikah dan punya anak. Dengan begitu Thalita akan menjadi istri dan seorang Ibu dan meninggalkan dunia nya yang sekarang. Yaa itulah yang ada dikepala Bayu.
.
.
...----------------...
Ilustrasi Kamar Thalita
__ADS_1